Center back andalan Timnas Indonesia, Justin Hubner akhirnya mengambil langkah berani dengan mengakhiri kebersamaannya bersama dengan klubnya saat ini, Wolverhampton Wanderers.
Menyadur laman transfermarkt, ikatan kontrak pemain berusia 21 tahun dengan klub berjuluk The Wolf tersebut akan berakhir pada 30 Juni 2025 mendatang.
Namun bukannya memperpanjang, pemain yang dijuluki oleh para pendukung Timnas Indonesia dengan sebutan El Preman itu justru beberapa waktu lalu telah mengumumkan bahwa ini adalah musim terakhirnya bersama Wolves.
Sehingga, dapat dipastikan sang pemain akan hijrah ke klub lain pada musim mendatang. Jika dilihat-lihat, sejatinya hal tersebut adalah sebuah keputusan yang cukup berat karena sekaligus akan mengakhiri kebersamaan sang pemain dengan Wolves semenjak kedatangannya pada 1 Januari 2022 lalu.
Keputusan Justin Hubner untuk lebih memilih mengakhiri kebersamaannya dengan Wolverhampton sendiri sejatinya memiliki alasan yang sangat kuat. Pasalnya, selama kurang lebih tiga setengah tahun membersamai klub dengan lambang srigala tersebut, Justin tak juga mendapatkan promosi ke tim utama.
Semenjak kedatangannya ke klub yang bermarkas utama di Molineux Stadium tersebut, palang pintu kiri Timnas Indonesia itu hanya berkutat di tim kelompok umur.
Terakhir, Justin tercatat sebagai bagian dari tim Wolves U-21 dan hanya bermain di reserve league alias kompetisi kelompok umur dan sempat pula menjalani masa peminjaman di klub Jepang, Cerezo Osaka pada awal tahun 2024 lalu.
Memang, nama Justin beberapa kali masuk ke tim utama Wolves untuk menjalani pertandingan-pertandingan tertentu. Namun sayangnya, kesempatan itu tak lantas berlanjut menjadi debut di tim senior, karena hingga pengumuman perpisahan yang dilakukannya beberapa waktu lalu, Hubner belum satu kali pun merasakan menit bermain bersama pasukan utama tim serigala.
Justin Hubner Hengkang, Permata Terbaik Wolves Turut Menghilang
Keputusan hengkangnya Justin Hubner dari Wolverhampton Wanderers sendiri sejatinya sedikit-banyak turut menimbulkan sebuah kerugian tersendiri bagi pihak klub.
Meskipun dalam tiga setengah tahun pengabdiannya di Wolves Justin belum merasakan debut tim senior barang satu kali pun, namun tak dapat dipungkiri Justin adalah salah satu pemain yang paling istimewa saat berada di Wolves usia 18 dan 21 tahun.
Laman transfermarkt menuliskan, selama berada di Wolves kelompok umur, Justin telah bermain sebanyak 36 kali bersama Wolves U-18 serta menyumbangkan 3 gol bagi timnya.
Sementara di kelompok umur 21 tahun, pemain yang dikenal memiliki nyali bertarung tinggi tersebut sudah bermain sebanyak 62 kali, dan menyumbangkan 4 gol serta 2 assist bagi klubnya.
Apakah cukup sampai di sana? Ternyata tidak! Di balik melimpahnya kesempatan bermain yang dijalaninya bersama Wolves, Justin juga menjadi pemain penting di tim reserve klub Liga Primer Inggris tersebut.
Selama di tim junior, Justin mengemban jabatan ban kapten, yang mana sudah pasti tak bisa diserahkan kepada sembarang orang. Hanya mereka yang memiliki kemampuan di atas rata-rata sajalah yang bisa melingkarkan tanda pemimpin tersebut di lengannya.
Dan yang terbaru, jelang kepergian sang pemain dari klub yang telah mendidiknya semenjak 2022 lalu tersebut, Justin juga terpilih sebagai pemain terbaik di tim Wolves U-21!
Sepertimana diunggah oleh akun instagram @seasiagoal, Justin yang telah memutuskan untuk hengkang dari klubnya, justru mendapatkan penghargaan sebagai pemain terbaik di tim Wolves U-21. Sebuah penghargaan yang tentunya tak akan bisa didapatkan oleh sembarang pemain bukan?
Jadi, akan sangat mungkin jika nantinya sang pemain memutuskan untuk pergi dari Wolves, maka mutiara dan permata terbaik yang mereka miliki pun akan turut serta menghilang.
Karena bagaimanapun, mencari pemain sekelas Justin Hubner di tim Wolves kelompok umur saat ini bukanlah sebuah perkara yang mudah, dan bahkan membutuhkan waktu yang tak singkat.
Teruslah berproses Hubner!
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Realita Pahit Lulusan SMK: Niatnya Bantu Keluarga, Malah Terjebak Gaji Kecil di Luar Kota
-
Penerapan UU Transfer Daerah dan Nasib Remang Masa Depan PPPK: Efisiensi Berujung Eliminasi?
-
April Mop: Selain Bukan Budaya, Juga Tak Cocok dengan Rakyat Indonesia yang Nanggung Literasinya
-
Maaf Pendukung Timnas Indonesia! Kali Ini Saya Sepakat dengan Komentar Bung Towel
-
Tak Perlu Branding Berlebihan, Kualitas Herdman Terbukti Lebih Baik Ketimbang Kluivert
Artikel Terkait
-
Justin Hubner Ramai Dikritik: Fokus ke Bola Dulu, Baru Mikir Janda
-
Flexing Ditransfer Justin Hubner Rp 2 Juta Buat Nail Art, Jennifer Coppen Malah Dikatai Norak
-
3 Pemain Top yang Jadi Pesaing Shayne Pattynama di Buriram United, Tak Jaminan Jadi Starter
-
Patrick Kluivert Dikritik Males Nonton Liga 1 Jadi Salah Panggil Pemain Timnas Indonesia
-
Elkan Baggott Masuk, 3 Pemain Keturunan Timnas Indonesia Potensi Main di Liga Indonesia
Hobi
-
3 Motor Touring Segala Medan Paling Canggih, Siap Taklukkan Jalan Apa Pun
-
Usai 4 Kali Juara bersama Verstappen, Gianpiero Tinggalkan Red Bull ke McLaren
-
Geser Status Calon Juara ke Marco Bezzecchi, Marc Marquez Atur Strategi?
-
Mengapa Toyota Supra MK4 dan Nissan GT-R R34 Jadi Mobil Favorit Banyak Orang?
-
Penuh Visi, John Herdman Dorong Transformasi Sistem Pembinaan Usia Dini
Terkini
-
Birokrasi Komunikasi Lewat Satu Huruf: Kenapa Chat "P" Itu Egois Banget?
-
Gaji UMR: Cukup untuk Hidup atau Cuma Cukup Biar Nggak Mati?
-
3 Toner Berbahan Black Rice yang Bikin Kulit Plumpy dan Auto Glowing
-
Harga Beras Bikin Jantungan? Di Penggilingan Turun, Eh di Pasar Malah Melambung!
-
Perempuan Muda Bermata Kosong yang Menghilang di dalam Kabin Truk Samsuri