Pelatih Manchester United, Ruben Amorim memutuskan untuk membawa skuat terbaiknya dalam lawatan ke benua Asia di akhir bulan Mei 2025 ini. Sepertimana diinformasikan oleh laman manutd.com, pelatih tim berjuluk si Iblis Merah tersebut membawa 32 nama yang selama ini kerap mengisi daftar skuat utama dalam timnya.
Dalam artikel berjudul "United's Travelling Squad for Asia" yang dirilis pada 26 Mei 2025 kemarin, kubu Manchester United mengonfirmasikan bahwa nama-nama langganan dalam tim seperti Andre Onana, Harry Maguire, Luke Shaw, Casemiro, Bruno Fernandes, Mason Mount, Alejandro Garnacho, Rasmus Hojlund dan sederet nama familiar, turut serta dalam skuat yang diagendakan bakal menjalani pertarungan di Malaysia, China dan Hong Kong tersebut.
Dibawanya para pemain utama Manchester United di lawatan ke benua Asia akhir bulan Mei ini tentunya menjawab semua keraguan yang sebelumnya menerpa.
Sebelumnya, mengingat padatnya jadwal yang harus dilalui di bulan Mei, dan banyaknya pemain yang harus memenuhi panggilan Timnas negara masing-masing untuk melakoni laga FIFA matchday maupun lanjutan babak kualifikasi Piala Dunia 2026, banyak yang mengira Setan Merah bakal membawa pemain non-reguler di lawatan kali ini.
Namun ternyata, pihak United mengumumkan bahwa mereka akan membawa para pemain reguler di timnya, dan memunculkan potensi untuk memainkan para pemain tersebut dalam tiga laga tour akhir musimnya kali ini.
Apakah para Pemain Timnas Indonesia Perlu Menyesal?
Dalam lawatan akhir musimnya kali ini, Manchester United sendiri akan menjalani pertandingan melawan tim ASEAN All Stars. Menurut rencana, pertandingan tersebut akan digelar pada tanggal 28 Mei 2025 dan bertempat di Stadion Nasional Bukit Jalil Kuala Lumpur.
Induk sepak bola Asia Tenggara sendiri sudah merencanakan pembentukan tim berisikan para pemain terbaik di kawasan ini jauh-jauh hari. Harapannya, tim tersebut akan menjadi lawan yang sepadan bagi Manchester United, karena berisikan talenta-talenta terbaik yang dimiliki oleh para member AFF.
Namun sayangnya, harapan AFF tersebut justru terkesan jauh panggang dari api. Alih-alih menyambut dengan antusias proyek ambisius federasi, para member AFF justru mengirimkan para pemain "seadanya", termasuk Thailand dan Indonesia.
Bahkan, dalam perkembangan terakhir, sepertimana unggahan akun instagram @seasiagoal (26/5/2025), Timnas Indonesia hingga saat ini belum memiliki wakil di tim ASEAN All Stars imbas urung bergabungnya dua nama yang disetorkan di awal, Muhammad Ferarri dan Asnawi Mangkualam Bahar dalam tim.
Lantas, apakah dengan dibawanya para pemain utama Manchester United ke Asia kali ini para pemain Timnas Indonesia perlu menyesal? Tentu saja tidak!
Alasannya sudah pasti karena kepentingan Timnas Indonesia berada jauh di atas apapun, dan bagi sebagian pemain, melawan Manchester United bukanlah sebuah hal yang istimewa!
Bagi seorang Asnawi dan para pemain lain yang terpanggil untuk bergabung ke skuat Garuda, memenuhi panggilan Timnas Indonesia yang tengah mempersiapkan diri menjalani laga krusial melawan China dan Jepang tentu menjadi hal yang berada di titik tertinggi skala prioritas mereka.
Sementara bagi para pemain Indonesia yang bermain di benua Eropa, tentunya melawan tim Iblis Merah tak ada bedanya dengan melawan tim-tim lainnya di kompetisi yang mereka ikuti.
Pemain seperti Jay Idzes dan Mees Hilgers, tentunya sudah menganggap laga melawan Manchester United sebagai hal biasa.
Bahkan, di pentas Eropa, mereka juga tak jarang bermain melawan klub-klub yang secara kualitas saat ini bisa dikatakan lebih baik dari United, sehingga meskipun mereka tak berada di tim ASEAN All Stars dan tak menjadi bagian dari tim yang melawan skuat utama United, tak ada penyesalan yang perlu dimunculkan.
Terkhusus bagi Jay Idzes, melawan MU dengan segala pemain terbaiknya, tentu tak lebih mewah ketimbang saat dirinya bertarung melawan Juventus, Inter Milan, AC Milan, Napoli dan tim-tim yang lebih berkualitas lainnya bukan?
Jadi, apa yang perlu disesali?
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Artikel Terkait
-
Misi Lain Beckham Putra Dipanggil Patrick Kluivert ke TC Timnas Indonesia
-
Patrick Kluivert Panggil Banyak Pemain Lokal: Kesempatan Emas atau Harapan Palsu?
-
Pede Timnas Indonesia Sikat China, Lawan Jepang Patrick Kluivert Bilang Begini
-
Respons Beckham Putra yang Akhirnya Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Stefano Lilipaly Pasang Target Tinggi saat Jamu China, Mampu Bersaing?
Hobi
-
VR46 Rilis Buku Baru, Marc Marquez Ngaku Baru Mau Baca Kalau Sudah Pensiun
-
Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Jadwal MotoGP Austria 2026: 3 Pembalap Ini Bersiap Menyelamatkan Diri!
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
Terkini
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk
-
Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?
-
Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam