Indonesia Open 2025 yang dihelat pada 3-8 Juni 2025 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta menyisakan berbagai cerita menarik. Mulai dari inovasi blue carpet, daftar juara baru, hingga pertemuan dua 'Istora Boy' di laga final yang banyak dinantikan badminton lovers tanah air.
Laga tersebut melibatkan Anders Antonsen asal Denmark dan Chou Tien Chen dari Taipei. Meski kemenangan menjadi milik Antonsen, tetapi laga ini menjadi tontonan yang menarik dan menghibur penonton Istora.
Terlebih Chou Tien Chen, perjuangan dan performanya di Indonesia Open 2025 terbilang cukup impresif. Pasalnya, dengan usia dan riwayat hidup sebagai cancer survivor, tunggal putra andalan Taipei tersebut masih sangat tangguh.
Di turnamen Super 1000 kali ini saja, Chou Tien Chen sukses memulangkan Li Shifeng asal China pada laga perempat final. Bahkan langkah Kunlavut Vitidsarn juga dijegal saat berebut tiket menuju partai puncak.
Sebagai pemain veteran berusia 35 tahun, tentu bukan hal yang mudah bagi Chou Tien Chen untum sampai di titik ini. Bahkan Chou Tien Chen sendiri juga sempat mengalami pasang surut performa.
Namun, di Indonesia Open 2025, tampaknya motivasi Chou Tien Chen cukup tinggi. Terlebih saat menikmati momen Salam EaEaEa yang menjadi ciri khas euforia Istora.
Leburnya Chou Tien Chen bersama penonton Istora Senayan pun menasbihkan dirinya sebagai salah satu 'Istora Boy' yang dicintai badminton lovers tanah air.
Tak pelak terciptanya laga final antara dua 'Istora Boy' menjadi tontonan yang sangat dinanti penonton tuan rumah. Sayang, Chou Tien Chen harus kehilangan kesempatan sabet gelar dan harus puas menjadi runner up.
Menariknya, hasil laga dengan pencapaian sebagai runner up turnamen Super 1000 di 'rumah' keduanya ini tak membuat Chou Tien Chen segera meninggalkan Indonesia. Bukan berwisata, Chou Tien Chen justru memilih untuk menyambangi salah satu legenda bulutangkis Indonesia.
Chou Tien Chen berkunjung ke pusat latihan bulutangkis Flypower milik Hariyanto Arbi untuk 'berguru' pada Senin (09/06/2025). Meski termasuk atlet papan atas, tampaknya Chou Tien Chen ingin mencuri ilmu dari mantan atlet tunggal putra berjulukan Smash 100 watt tersebut.
Melalui unggahan di media sosial pribadinya, Hariyanto Arbi menceritakan sesi pertemuan kali ini denga tajuk 'Istora Boy berguru sampai ke Indonesia'.
Dalam caption unggahan tersebut, sang legenda bulutangkis tanah air menuturkan rasa kagumnya pada Chou Tien Chen.
"Contoh nih, udah hebat aja masih terus mau belajar dan mengasah ketajaman. Jadi jangan kalah yaa..." tulis Si Smash 100 watt tersebut.
Tampaknya, pujian untuk Chou Tien Chen juga menjadi bentuk nasihat pada generasi penerus bulutangkis Indonesia untuk mencontoh sikap yang selalu ingin terus belajar.
"Selamat buat temen-temen yang sampai saat ini masih punya semangat dan daya juang buat terus belajar dan mengasah kemampuan", tambahnya masih di unggahan yang sama.
Sesi Latihan Bersama
Bukan hanya berbagi foto kebersamaan, unggahan latihan bersama Hariyanto Arbi dan Chou Tien Chen juga diposting lengkap dengan caption yang menjelaskan kesungguhan.
"Dari cara mendengarkan, dan cara memahami pesan yang disampaikan, terlihat betul kalau yang namanya sungguh-sungguh adalah modal buat meraih mimpi yang kita inginkan", tulis Hariyanto Arbi.
Bukan hanya itu, Haryanto Arbi juga menjadikan sikap Chou Tien Chen sebagai teladan jika ingin meraih mimpi.
"Jadi pengingat dan contoh bagi temen-temen biar jangan mudah menyerah, terus berusaha keras dan sungguh-sungguh dalam proses mencapai mimpi/keinginan", tambahnya lebih lanjut.
Dalam latihan tersebut, Hariyanto Arbi tampak memberikan pengarahan terkait smash yang baik. Di sisi lain, Chou Tien Chen juga tampak menyimak dengan sungguh-sungguh dan mempraktikkannya langsung di hadapan sang legenda.
Chou Tien Chen juga tampak didampingi Victor Wibowo selaku pelatih atlet asal Taipei tersebut. Bahkan dalam video tersbut juga ada Victoria Kao, fisioterapis yang setia berada di sisi sabg atlet saat berada di sederet turnamen.
Baca Juga
-
Single Life Bukan Kegagalan: Saat Perempuan Tak Lagi Takut Hidup Melajang
-
Menjadi Dewasa Tidak Sesederhana Itu: Realita Adulting Gen Z di Era Mahal
-
Soft Life In This Economy: Bisakah Tenang di Tengah Biaya Hidup Meningkat?
-
Gen Z dan Fenomena Dating Fatigue: Saat Mencari Cinta Justru Bikin Lelah
-
Realita Sepi yang Disimpan Diam-diam: Beratnya Hidup Minim Support System
Artikel Terkait
Hobi
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Prediksi Persija vs Persib: Duel Klasik Kembali ke GBK, Siapa Lebih Unggul?
-
Usai Double Podium di Aragon, Marc Marquez Khawatir Jalani GP Misano 2026
-
Loris Capirossi Dinobatkan jadi Legenda MotoGP di Misano, Apa Prestasinya?
-
Jujur! Jorge Martin Akui akan Menangis Jika Gagal jadi Juara Dunia MotoGP
Terkini
-
Anak Sering Minta Jajan? 6 Cara Cerdas Ubah Permintaannya Jadi Pelajaran Uang
-
Bukan Sekadar Film Anak, Iyus Jenius Hadirkan Kembali Lagu Legendaris Papa T.Bob yang Dirindukan
-
Tupi dan Wajah Muram Legendaris Penyelamat Hutan Rindang
-
Single Life Bukan Kegagalan: Saat Perempuan Tak Lagi Takut Hidup Melajang
-
Ponsel Lipat Harga Mulai Rp30 Juta! Apa Saja Kehebatan iPhone Duo?