Kemenangan fantastis Marc Marquez di GP Aragon 2025 dua pekan lalu mungkin masih meninggalkan kesan di hati pembalap asal Spanyol tersebut, sekaligus tim dan juga penggemarnya.
Marc berhasil mendominasi di sirkuit favoritnya dengan menyapu bersih posisi teratas sejak hari Jumat-Minggu. Hasil ini mengukuhkan Marc sebagai penguasa Aragon.
Beralih ke seri berikutnya, yakni GP Mugello yang akan dilaksanakan 20-22 Juni 2025, penampilan Marc akan lebih dinantikan. Bukan untuk mengulang apa yang terjadi di Aragon, tapi untuk melihat bagaimana Marc menghadapi balapan yang cukup menantang.
Berbeda dengan Aragon, Sirkuit Mugello ini bukan merupakan sirkuit favorit Marc Marquez. Selama berkarir di MotoGP, Marc hanya pernah menang satu kali di sirkuit ini, yakni pada tahun 2014.
Lebih menantang lagi saat mengingat fakta bahwa Mugello adalah 'tempat bermain' bagi rekan setimnya, Pecco Bagnaia. Pecco berhasil mencatatkan namanya sebagai pemenang di sini dalam 3 tahun terakhir.
Performanya musim ini memang sedang menurun, tapi hasil positif Pecco setelah mengubah brake disc-nya menjadi 355 mm, memungkinkan pembalap Italia tersebut kembali mengulang kesuksesan pada balapan kampung halamannya.
Lantas, dengan begini apakah kesempatan Marc Marquez untuk menang di Mugello akan mengecil atau bahkan hilang? Belum tentu.
Seperti yang kita ketahui, Marc adalah salah satu pembalap tercepat di MotoGP saat ini, dibuktikan dengan kemenangan serta poin terbanyak. Dia juga menjadi satu-satunya pembalap GP25 yang paling bisa menyesuaikan diri dengan motor.
Jika berbicara soal kekuatan di sirkuit, kemenangan Marc di Qatar sejatinya sudah cukup menjawab keraguan, di sana Marc juga sudah lama tidak menang sejak tahun 2014, tapi berhasil menang di sprint dan main race tahun ini.
Ini membuktikan bahwa Marc cukup kuat untuk menaklukkan sirkuit yang bukan wilayahnya. Hasil yang dilerolehnya tahun lalu di Mugello juga tidak terlalu buruk, Marc berhasil finis di P2 saat sprint dan P4 di main race.
Sementara itu, hasil latihan bebas 1 GP Mugello yang dilaksanakan hari Jumat (20/06/25), menunjukkan Marc Marquez menjadi pembalap Ducati tertinggi.
Dia berada di posisi 4, di bawah Marco Bezzecchi (Aprilia) yang memuncaki sesi ini, serta dua pembalap KTM Pedro Acosta (P2) dan Brad Binder (P3).
Kemudian di sesi latihan, Marc naik ke posisi 3, tapi berada di bawah Pecco Bagnaia. Marc sendiri menyimpulkan hasilnya di hari Jumat dengan menyebutnya sebagai hari yang baik.
"Ini (Jumat) hari yang baik, hari yang solid. Berada di Mugello tentu saja sangat istimewa karena bisa mengendarai motor warna merah. Selain itu, kami hanya mencoba berkonsentrasi, menjadi sangat fokus karena ini bukan Aragon lagi," ujar Marc, dilansir dari laman Crash.
Jika dilihat dari hasil latihan bebas 1 dan latihan tersebut, Marc sepertinya masih memiliki kesempatan untuk menang di Mugello, meskipun harus menghadapi rintangan yang cukup besar. Termasuk rekan setimnya sendiri, Pecco Bagnaia, serta pembalap Ducati yang lain.
Kendati bukan di kampung halaman, Mugello tahun ini menjadi seri yang spesial untuk Marc mengingat ini adalah balapan kandang pertamanya sebagai pembalap pabrikan Ducati.
Kehadiran Marc di sini pasti akan lebih berkesan karena dilakukan langsung di di hadapan ribuan para penggemar Ducati, sehingga dia pasti akan berusaha untuk bisa meraih hasil terbaik.
Untuk itu, mari kita lihat penampilan Marc Marquez di Mugello akhir pekan ini. Apakah dia bisa meraih kemenangan perdananya di Mugello setelah 11 tahun lalu atau ada kejutan yang lain?
Baca Juga
-
Double Podium di MotoGP Brasil 2026, Jorge Martin Telah Kembali!
-
MotoGP Brasil 2026: Marco Bezzecchi Menang 4 Kali, Aprilia Makin Dipuji
-
Sprint Race MotoGP Brasil 2026: Marc Marquez Raih Kemenangan Dramatis
-
Dapat Tawaran Kemitraan dari Aprilia, VR46 Racing Tetap Pilih Ducati
-
Gagal Finish di GP China 2026, Max Verstappen: Saya dan Tim Frustrasi!
Artikel Terkait
Hobi
-
Elkan Baggott Tiba di Jakarta, Comeback 'Anak Lanang' Bakal Jadi Pembeda?
-
Double Podium di MotoGP Brasil 2026, Jorge Martin Telah Kembali!
-
5 Tim Ini Pernah Ngerasain Jadi Juara yang Tak Dianggap: Ada Senegal dan Juventus!
-
Jelang FIFA Series, 5 Pemain Timnas Indonesia Ini Diprediksi Tampil Gacor
-
Review Skuat Final FIFA Series 2026: Dipenuhi Pekerja Keras, tapi Minim Pemilik Kreativitas
Terkini
-
Tutorial Move On Setelah Mudik Supaya Bisa Kerja Lagi dengan Efektif
-
Close Your Eyes Siap Comeback April dengan Album Baru, Warna Musik Berbeda!
-
Beralih ke Dunia Akting, Gahyun Dreamcatcher Gunakan Nama Baru Lee Seo Yul
-
Honor MagicPad 4: Tablet Tipis Super Premium yang Siap Gantikan Laptop
-
Narasi 'Not That Bad' Prabowo: Standar Kemajuan atau Jebakan Rasa Puas?