Akhir perjalanan dari negosiasi antara Jay Idzes dan para klub peminatnya tampaknya masih belum akan menemui akhir dalam waktu dekat. Bukannya semakin menemukan titik terang, kabar-kabar perpindahan yang menerpa kapten Timnas Indonesia tersebut justru semakin melebarkan banyak opsi mengingat semakin bertambahnya jumlah klub yang menyatakan minatnya terhadap sang pemain.
Mulai dari klub-klub besar sekelas Juventus, AC Milan, Inter Milan hingga klub-klub semenjana seperti Udinese, Torino, Bologna hingga yang paling intens belakangan ini, Fiorentina, pernah mencoba untuk mendatangkan sang pemain ke markas mereka.
Dan belum usai perburuan Fiorentina terhadap sang pemain, kini klub-klub lain dari luar Italia juga mulai berdatangan untuk mendatangkan pemain berusia 25 tahun tersebut ke tim mereka. Menyadur laman Suara.com (22/6/2025), dikabarkan bahwa klub dari Tanah Bavaria alias Jerman, turut memburu pemain yang memiliki nama panggilan akrab Bang Jay tersebut.
Dan persaingan menjadi semakin pelik, ketika Fiorentina yang saat ini tengah melakukan pendekatan intens dengan Jay Idzes, selain harus bersaing dengan klub asal Jerman juga kedatangan "musuh" baru dari dalam negeri. Berdasarkan lansiran laman Suara.com (25/6/2025), Lecce yang juga menjadi pesaing dari Venezia dalam perburuan tempat aman dari zona degradasi di Serie A Liga Italia pada musim 2024/2025 kemarin, dikabarkan juga tengah menargetkan Jay Idzes untuk memperkuat lini pertahanan yang mereka miliki.
Penampilan impresif pemain yang kerap tampil klimis dalam setiap pertandingan yang dijalaninya tersebut, membuat Lecce menaruh hati kepada sang pemain, terlebih secara langsung mereka juga sudah merasakan keliatan permainan yang ditunjukkan oleh Jay Idzes di musim lalu.
Masuknya Lecce, dan berminatnya klub dari Liga Jerman, serta fluktuatifnya pendekatan yang dilakukan oleh Fiorentina, membuat proses perpindahan Jay Idzes ini layak untuk masuk dalam sebutan "transfer saga" atau "saga transfer". Sejatinya, sebutan saga transfer ini sendiri ditujukan kepada peristiwa transfer seorang pemain yang prosesnya terjadi berlarut-larut, baik itu disebabkan oleh pihak pemain, pihak klub maupun pihak agen.
Dan jika melihat apa yang terjadi dengan proses yang dialami oleh Jay Idzes ini, mengategorikan proses transfer sang pemain dalam istilah ini pun bukan sebuah hal yang berlebihan. Pasalnya, selain melibatkan berbagai klub yang membuat perpindahan sang pemain menjadi demikian rumit, dan memerlukan waktu yang demikian panjang, proses yang dijalani oleh Jay Idzes dengan Fiorentina sendiri juga sudah membuat para penggemar sepak bola yang mengikuti perkembangannya menjadi semakin gemas.
Seperti misal, di awal pekan kemarin, rasio perpindahan Jay Idzes ke Fiorentina sendiri sudah menyentuh angka 68 persen, yang mana juga menandakan keseriusan dari kedua pihak untuk menjalin kontrak. Dan beberapa hari kemudian, angka persentase tersebut meningkat menjadi hingga 79 persen (suara.com 19/6/2025) yang semakin menandakan dekatnya sang pemain berlabuh ke Florenze.
Namun ternyata, hanya dalam hitungan jam saja, angka persentase tersebut menurun kembali di angka 60an persen, dan terus menurun sebelum pada akhirnya saat ini, menurut laman transfermarkt.com, persentase perpindahan Jay Idzes ke Fiorentina hanya berada di angka 42 persen saja.
Parahnya lagi, di tengah menurunnya persentase bergabung Jay Idzes dengan La Viola, muncul kabar bahwa klub dari Jerman masuk untuk menggoda Bang Jay, ditambah dengan Lecce yang mulai menyatakan ketertarikannya kepada sang pemain.
Jika melihat situasi terkini yang dialami oleh sang pemain dan banyaknya peminat, kita dapat berkesimpulan bahwa saga transfer seorang Jay Idzes ini masih cukup jauh untuk menemukan titik akhir.
Dan dengan durasi transfer window benua Eropa yang berkisar hingga akhir bulan Agustus atau awal September mendatang, sepertinya juga masih ada waktu sekira dua bulan untuk bisa menyaksikan keputusan dari Bang Jay ini. Apakah nantinya akan bertahan di Venezia, ataukah berlabuh ke klub baru sekaligus mengakhiri saga transfer yang melibatkannya kali ini.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
Artikel Terkait
-
Here We Go! Timnas Indonesia OTW Punya Kapten di Klub Besar Eropa
-
Jay Idzes Jadi Dibeli Fiorentina? Ada Kabar Bagus dari Klub Soal Bursa Transfer
-
Eks Andalan STY Tak Mau Gagal Lagi Bersama Timnas Indonesia U-23, Kenapa?
-
Selamat Tinggal, Keluarga Eks Timnas Indonesia Buangan STY Sampaikan Kabar Duka
-
Adu Kuat Mees Hilgers vs Bek Israel Stav Lemkin: Jurang Pemisah di Nilai Pasar, bak Bumi dan Langit
Hobi
-
Sakit Misterius, Joan Mir Absen Sampai MotoGP Indonesia 2026
-
Mengejar atau Dikejar Marc Marquez: Mana yang Lebih Menakutkan di Lintasan MotoGP?
-
Kejutan Skuad Timnas di FIFA ASEAN Cup 2026: Badai Cedera dan Misi Sulit John Herdman
-
Banting Setir! Alex Rins Hijrah ke Kompetisi Balap Roda 4 Usai dari MotoGP
-
Jadi Rekan Setim, Marc Marquez Prediksi Bakal Dikalahkan oleh Pedro Acosta
Terkini
-
Sinopsis Take Charge of My Heart: Romansa Fantasi, Tayang 9 Oktober
-
Review Kaiji: Final Game, Ketika Hidup Hanya Bisa Dimenangkan Orang Kaya
-
Intip Spek Huawei Mate 90 RS Ultimate: Kamera Periskop 200 MP dan Zoom Optik 12x Jadi Sorotan
-
Review Film Resurrection: Sajikan Keindahan Sinematik dalam Balutan Misteri
-
4 Brightening Cleanser Buat Remaja Lawan Kusam setelah Beraktivitas Outdoor