Musim ini Yamaha bersama Fabio Quartararo tampil di luar prediksi banyak orang. Setelah beberapa tahun belakangan kesulitan bersaing di barisan depan, mereka mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan.
Pemcapaian yang paling mencolok, Quartararo sukses mengamankan tiga pole position secara beruntun, masing-masing di Jerez, Le Mans, dan Silverstone. Catatan ini membuktikan bahwa Yamaha masih memiliki potensi besar dalam hal kecepatan di satu putaran.
Tidak hanya itu, Quartararo juga sukses meraih podium pertamanya tahun ini di GP Jerez dengan finis di posisi kedua. Hasil tersebut menjadi bukti nyata bahwa kerja keras Yamaha dalam mengembangkan motor mulai membuahkan hasil.
Sementara itu, di Silverstone, Quartararo hampir saja meraih kemenangan perdananya musim ini. Ia mampu memimpin balapan selama 11 lap, menunjukkan performa yang stabil dan agresif sejak start.
Sayangnya, mimpi untuk berdiri di podium tertinggi di Inggris harus pupus setelah motornya mengalami kendala pada bagian rear ride high device.
Masalah teknis tersebut membuat kecepatannya menurun drastis di lap-lap akhir sehingga ia harus merelakan posisi terdepan. Meski demikian, perjuangan Quartararo patut diacungi jempol karena ia mampu menantang pembalap-pembalap terkuat di grid.
Performa impresif Yamaha bersama Quartararo ini tentunya memberi angin segar bagi para penggemar mereka, sekaligus membuktikan bahwa mereka belum habis. Jika pengembangan motor terus berjalan positif, banyak yang berharap Quartararo akan kembali menjadi salah satu penantang gelar musim ini.
Namun, sayangnya optimisme ini tidak dirasakan oleh Quartararo sendiri. Dalam video wawancara yang diunggah oleh akun Instagram resmi MotoGP, @motogp, pembalap asal Prancis tersebut mengatakan bahwa dia menilai peluang memenangkan gelar bersama Yamaha berada di angka 0.
"Apa kamu yakin ingin mengetahui angkanya sekarang? Bagi saya dan Yamaha, saya memilih untuk tidak mengatakan nomor apa pun, tapi untuk tahun ini, tentunya 0," ujar Fabio Quartararo.
Lebih lanjut, pembalap asal Prancis ini juga menyebutkan kemungkinan untuk meraih gelar tahun depan, dengan melihat performa motor Yamaha. Quartararo menyoroti peran Max Bartolini yang sangat penting terhadap perkembangan motor Yamaha.
Dia menyarankan Yamaha untuk berterima kasih kepada Bartolini karena dialah yang membuat Fabio berubah pikiran dan kembali percaya terhadap proyek yang sedang dijalankan Yamaha.
Sebelum meneken perpanjangan kontrak, Quartararo memang sempat diberi tawaran oleh Aprilia, tapi berkat adanya Max Bartolini yang bergabung dengan tim pabrikan asal Jepang tersebut sebagai direktur teknis.
Max Bartolini sendiri memiliki segudang pengalaman, dia tercatat telah menjadi Vehicle Performance Engineer di Ducati, serta menjadi orang kepercayaan Gigi Dall'igna selama 20 tahun.
Tak heran, jika Fabio Quartararo bersedia untuk kembali menaruh kepercayaan kepada Max tahun ini. Namun, Quartararo turut menegaskan bahwa Max perlu menyelesaikan pekerjaannya tahun ini karena menurutnya ini sangat penting untuk kesehatan mentalnya dan dia tidak punya waktu lagi.
Quartararo telah menghabiskan 2 musim lalu dengan kondisi motor yang memprihatinkan. Bagi seorang pembalap yang memiliki bakat yang bagus dan pernah meraih gelar juara dunia, tentu El Diablo ingin tampil dengan motor terbaik.
"Kita akan melihat apa yang akan dibawa oleh projek baru ini, penting bagi saya untuk bisa bertarung memperjuangkan kejuaraan mulai tahun depan," imbuhnya.
Masih ada 12 seri lagi di MotoGP 2025 ini untuk melihat perkembangan Yamaha dan Fabio Quartararo. Bukan waktu yang panjang tapi tampaknya Yamaha akan memberi kejutan besar tahun depan.
Kira-kira, apakah keinginan Fabio Quartararo untuk bisa bersaing mendapat gelar akan terwujud?
Baca Juga
-
Bukan Konflik dengan Rossi, Marc Marquez Sebut Momen yang Buat Dia Tertekan
-
Konten Couple Carousel Bikin Gemas! Penolong untuk yang Takut Jatuh Cinta
-
Sakit Misterius, Joan Mir Absen Sampai MotoGP Indonesia 2026
-
Logo Sudah Dirilis, Narnia: The Magician's Nephew akan Tayang Februari 2027
-
Mengejar atau Dikejar Marc Marquez: Mana yang Lebih Menakutkan di Lintasan MotoGP?
Artikel Terkait
Hobi
-
Bukan Konflik dengan Rossi, Marc Marquez Sebut Momen yang Buat Dia Tertekan
-
Jelang Duel Panas di GBK, Striker Naturalisasi Malaysia Sesumbar Permalukan Timnas Indonesia!
-
Akhiri Penantian 28 Tahun: Momen Epic Comeback Timnas Bulu Tangkis Hancurkan China 3-2
-
Prediksi Timnas Indonesia vs Singapura: Misi Balas Dendam di SUGBK
-
Asian Games 2026: 28 Tahun Menanti, Bulu Tangkis Indonesia Raih Emas Beregu
Terkini
-
Fenomena Sunday Scaries: Membedah Horor Hari Senin Bagi Para Pekerja
-
Di Tanah Lada: Apakah Mati Jadi Jalan Keluar Terbaik untuk Ava?
-
Profesi Unik 'Ghostwriter' Aplikasi Kencan: Dibayar Mahal Cuma Buat Balas Chat Cari Jodoh!
-
Kritik Keras Paradoks Industrialisasi: Bangun Pabrik Bertebaran, tapi Teknologinya Tetap Milik Asing
-
Sinopsis MR: Iyaku Joho Tantosha, Drama Jepang Dibintangi Mukai Osamu