PSIM Yogyakarta kembali mencuri perhatian pecinta sepak bola Tanah Air. Tim kebanggaan warga Kota Gudeg ini resmi mengumumkan perekrutan Ze Valente sebagai bagian dari persiapan menatap musim perdana mereka di Liga 1 2025/2026.
Kehadiran Ze Valente bukan sekadar transfer biasa. Gelandang asal Portugal tersebut membawa serta pengalaman panjang di kompetisi Liga 1 bersama sejumlah klub besar. Namun, lebih dari itu, kembalinya ia ke Yogyakarta terasa begitu emosional.
“Ini adalah kota pertama saya tinggal di Indonesia dan saya sangat senang bisa kembali,” ujar Valente menyadur ligaindonesiabaru.com pada .
Ze Valente pertama kali mencicipi sepak bola Indonesia bersama PSS Sleman pada musim 2022/2023. Sejak itu, ia menjelajah berbagai klub besar seperti Persebaya Surabaya dan Persik Kediri, memperkaya pengalamannya sekaligus membuktikan kemampuannya sebagai gelandang kreatif yang konsisten.
Di musim lalu bersama Persik Kediri, performa Valente terbilang gemilang. Dari 31 penampilan, ia menyumbangkan 7 gol dan 8 assist, menjadikannya salah satu playmaker paling produktif di BRI Liga 1 2024/2025.
Namun, alih-alih langsung mematok target tinggi bersama klub barunya, Valente memilih untuk merendah. Ia mengatakan, “Saya belum menetapkan tujuan apapun karena pertama saya ingin mengenal tim dan rekan-rekan saya."
Bagi Valente, proses adaptasi adalah pondasi. Ia bahkan sudah mulai melakukan latihan intensif secara pribadi demi memastikan dirinya datang dalam kondisi siap tempur.
Secara personal, sang pemain mengaku sudah mulai berlatih lebih intens dengan pelatih pribadi untuk bisa tiba di klub dalam kondisi yang baik.
Langkah ini menunjukkan keseriusan sang pemain dalam menyiapkan diri, tidak hanya secara fisik, tetapi juga mental dan emosional. Pasalnya, PSIM bukan sekadar klub promosi, melainkan simbol kebangkitan dan harapan baru bagi masyarakat Yogyakarta.
Manajemen PSIM Yogyakarta Ungkap Harapan Besar Terhadap Ze Valente
Tak hanya publik Yogyakarta yang antusias menyambut Valente. Manajemen PSIM, melalui Manajer Razzi Taruna turut menyampaikan optimismenya secara terbuka.
“Dia sebelumnya pernah di Yogyakarta bersama PSS Sleman. Dia juga sudah tahu kotanya,” kata Razzi.
Tak hanya sebatas nostalgia, Ze Valente dinilai punya kualitas teknis mumpuni yang dapat membawa warna baru bagi lini tengah PSIM. Valente dinilai memiliki leadership yang bagus untuk tim. Apalagi mengingat skuad Laskar Mataram banyak diisi oleh pemain muda yang tentu perlu bimbingan.
Menurutnya, kemampuan Valente dalam membagi bola, mengatur tempo permainan, hingga mencetak gol dari lini kedua adalah kualitas langka yang bisa menjadi pembeda di Liga 1.
“Untuk kualitas, tidak perlu diragukan. Semua orang tahu Ze Valente seperti apa. Dia play making-nya, dia pencetak gol dari lini kedua, dia juga bisa atur tempo tim, hal ini akan sangat berguna bagi tim,” tutupnya.
Dengan kombinasi pemain muda dan pemain asing berpengalaman seperti Valente, PSIM berpeluang tampil mengejutkan di kasta tertinggi musim depan. Terlebih, antusiasme suporter yang terkenal fanatik bisa menjadi kekuatan tersendiri.
Sementara itu, atmosfer sepak bola Indonesia sudah bukan hal asing bagi Valente. Ia telah mencicipi kerasnya persaingan dan gemuruh stadion dari berbagai kota, sehingga tantangan di PSIM hanya akan menambah catatan penting dalam kariernya.
Kesadaran akan pentingnya adaptasi di awal musim menunjukkan kematangan seorang Ze Valente. Ia paham bahwa keberhasilan tak datang dari gebrakan awal semata, melainkan dari konsistensi dan kerja sama yang kuat di dalam tim.
Berbekal pengalaman matang dan sikap profesional yang ditunjukkan sejak hari pertama, Valente bisa menjadi motor permainan PSIM Yogyakarta di Liga 1 2025/2025 mendatang.
Baca Juga
-
Final ASEAN Futsal: Suoto Jamin Timnas Indonesia Tak Minder Hadapi Thailand
-
Akui Kelalaian, Fantagio dan Cha Eun Woo Minta Maaf soal Kontroversi Pajak
-
Penuh Visi, John Herdman Dorong Transformasi Sistem Pembinaan Usia Dini
-
PSSI Buka Suara soal Kasus 'Paspor Gate', Naturalisasi Pemain Tetap Sah?
-
John Herdman Dinilai Terapkan Gaya Baru untuk Timnas Indonesia
Artikel Terkait
Hobi
-
Sedang Cedera, Duo Aprilia Enggan Remehkan Kemampuan Marc Marquez
-
Sedih, Marc Marquez Menangis saat Jelaskan Kondisi Fisiknya pada Tim Ducati
-
Verstappen Effect? Nrburgring 24H Ludes untuk Pertama Kali dalam Sejarah
-
Jadwal MotoGP Catalunya 2026: Marc Marquez Absen, Aprilia Berkuasa Lagi?
-
Strategi Rockstar "Menganaktirikan" Gamer PC? GTA 6 Rilis di Console Dulu!
Terkini
-
Tayang 2027, Oh Jung Se Berpeluang Bintangi Drakor Sunning Baseball Club
-
Review Serial Legends: Adaptasi Kisah Nyata Penyelundupan Heroin di Inggris
-
Rayakan Ulang Tahun ke-50, Franchise Gundam Wing Siapkan Proyek Visual Baru
-
Mask Girl: Ketika Standar Cantik Melahirkan Luka dan Kekerasan
-
Drama Spring Fever, Drama Romcom yang Memberikan Banyak Pelajaran Kehidupan