Marco Bezzecchi sedang berada di puncak kepercayaan dirinya bersama tim barunya, Aprilia. Setelah sukses besar saat menjuarai Grand Prix Inggris 2025, ia melanjutkan tren positif tersebut di Assen akhir pekan lalu.
Bezzecchi memulai balapan dari posisi kelima, tapi berhasil menunjukkan ketangguhannya dengan finis di urutan ketiga, mengamankan podium yang sangat berarti bagi timnya. Ini merupakan podium pertama Bezzecchi setelah terakhir kali meraihnya di sprint GP Indonesia tahun 2023 lalu.
Tidak berhenti sampai di situ, performanya semakin mengesankan saat main race. Bezzecchi tampil agresif sejak awal, menyalip beberapa pembalap di depannya, hingga akhirnya berhasil mengakhiri balapan di posisi kedua.
Hasil tersebut membuktikan bahwa ia menjadi salah satu pembalap yang mampu mematahkan dominasi Ducati di grid MotoGP saat ini.
Yang lebih menarik, Bezzecchi juga berhasil finis di depan Francesco Bagnaia, pembalap pabrikan Ducati, yang selama ini dikenal sulit dikalahkan oleh rider lain, apalagi oleh pembalap dari tim non-Ducati.
Penampilan luar biasa Bezzecchi ini sontak menegaskan bahwa ia kini menjadi ancaman serius bagi para rival, dan keputusannya bergabung dengan Aprilia terbukti tepat karena membuat potensinya semakin maksimal di setiap serinya musim ini.
"Ini adalah akhir pekan yang sangat bagus. Saya tidak tahu sudah berapa lama sejak saya mendapatkan podium ganda di akhir pekan, jadi tidak bisa lebih bahagia dari ini. Akhirnya, podium di sprint, kualifikasi bagus, dan balapan hari ini fantastis," ujar Bezzecchi dalam wawancara usai balapan, dilansir dari laman Crash.
Di balapan main race, Bezz mengaku tidak mampu memberikan perlawanan lebih kepada Marc Marquez karena dirinya tidak cukup kuat untuk itu. Bezz mengaku sudah memberikan segalanya, tapi karena faktanya Marc lebih cepat daripada dia, Bezz tidak mampu berbuat banyak.
"Saya benar-benar memberikan segalanya untuk mencoba bertarung dengan Marc. Namun, jika di bagian pertama balapan saya sudah dekat, maka di bagian kedua balapan saya kesulitan karena dia meningkatkan kecepatan dan sulit bagi saya untuk tetap dekat dengannya," tambahnya.
Semua upaya Bezzecchi untuk menyalip dalam balapan tersebut terjadi di tikungan terakhir, dia merasa kuat untuk mengerem di sana, tapi sayangnya Marc terlalu kuat di tikungan 15 sehingga dia tidak dapat mendekat untuk menyalip begitu dia berada di posisi kedua.
Meskipun meraih hasil positif yang diraih di Assen kemarin, Bezzecchi tidak bisa memungkiri bahwa kemenangan di Inggris lalu menjadi yang terbaik untuknya. Menurut Bezzecchi, itu adalah kali pertama dia merasa pada titik paling kompetitif sepanjang balapan.
Atas perkembangan yang dia terima tahun ini di Aprilia, Bezzecchi tampak sangat menikmati musim perdananya ini. Di awal-awal musim kemarin, dia mungkin masih menjalani proses adaptasi, tapi semakin kesini dia mulai menunjukkan progres yang nyata.
Hal ini tentu menjadi angin segar bagi Aprilia yang sedang dalam kemelut konflik dengan pembalap mereka yang lain, Jorge Martin. Menanggapi hal ini, Bezzecchi mengaku tidak peduli dengan masalah orang lain.
"Pada dasarnya saya tidak terlalu peduli dengan orang lain, saya hanya memikirkan diri saya sendiri. Mereka memperlakukan saya dengan sangat baik dan di sini dan tim itu sendiri bekerja dengan baik. Yang dapat saya lakukan adalah membalas mereka dengan bekerja lebih keras," katanya.
Melihat performa positif Bezzecchi saat ini, menunjukkan Aprilia sedang berada di jalur yang tepat dengan perkembangan yang semakin signifikan. Semoga saja ini juga bisa memberi pencerahan bagi Jorge Martin agar mau bertahan dengan Aprilia, sehingga konflik keduanya segera usai.
Baca Juga
-
Salut! Marc Marquez Minta Dihukum Usai Buat Fabio Di Giannantonio Jatuh
-
Menang di F1 GP Jepang 2025, Andrea Kimi Antonelli Pecahkan Rekor Lagi
-
Drama Sprint Race MotoGP Amerika 2026: Jorge Martin Taklukkan Austin, Marquez dan Diggia Tergelincir
-
Menolak Jemawa, Marco Bezzecchi Masih Enggan Bicara Soal Gelar Juara Dunia
-
Harapan Sederhana Oscar Piastri di F1 GP Jepang 2026: Hanya Ingin Memulai
Artikel Terkait
Hobi
-
Ferrari F40, Proyek Supercar Terakhir Karya Enzo Ferrari yang Jadi Legenda
-
Salut! Marc Marquez Minta Dihukum Usai Buat Fabio Di Giannantonio Jatuh
-
Max Verstappen Isyaratkan Pensiun, Regulasi F1 2026 Dinilai Rusak Esensi Balap
-
Ducati Superleggera V4 Centenario, Pertama yang Pakai Carbon Ceramic Brakes
-
Menang di F1 GP Jepang 2025, Andrea Kimi Antonelli Pecahkan Rekor Lagi
Terkini
-
Grup Junior STAYC Dipastikan Debut April, Dancer Na Ha Eun Gabung Lineup
-
Modal 2 Juta Bisa Punya "Laptop" Mini? Cek 5 Rekomendasi Tablet Kece Buat Nulis
-
Menimbang Ulang Sekolah Daring di Tengah Krisis Global
-
Dari Perpustakaan ke Hamburg: Manis-Pahit Kisah Alster Lake
-
4 Toner Lokal Ukuran 200-500 ML, Solusi Awet Andalan Kulit Cerah dan Lembap