Pada laga terakhir babak 32 besar ajang Piala Dunia 2026, timnas Argentina sukses menaklukkan Cape Verde melalui laga yang sangat dramatis dengan skor tipis 3-2. Melansir dari laman Instagram @faktabola, Cape Verde, negara kepulauan yang menjadi bagian dari sub-konfederasi benua Afrika atau CAF ini harus mengakui keunggulan timnas Argentina dengan skor tipis 3-2 melalui laga ketat selama 120 menit.
“Apresiasi untuk Cape Verde. Padahal baru pertama kali ikut Piala Dunia, tapi mereka tampil bukan seperti tim debutan. Berikan perlawanan ke juara bertahan Argentina, dan memaksa bermain sampai 120 menit. Sayagnya harus akui kemenangan tipis Argentina 3-2. Cape Verde juga sempat tahan imbang Spanyol,” tulis laman instagram @faktabola.
Sebelumnya, Cape Verde sendiri memang secara mengejutkan mampu lolos ke babak 32 besar ajang Piala Dunia 2026 untuk pertama kalinya dalam sejarah pesepakbolaan negara tersebut, Bahkan, mereka melakukan hal tersebut dengan status sebagai salah satu negara debutan di ajang Piala Dunia 2026 ini.
Melansir dari laman resmi FIFA (fifa.com), Cape Verde yang tergabung di grup H bersama dua mantan juara dunia, yakni Uruguay dan Spanyol serta mantan juara Asia, yakni Arab Saudi benar-benar menjadi tim underdog atau kuda hitam dalam turnamen kali ini.
Alih-alih mereka menjadi bulan-bulanan di grup H, justru Cape Verde mampu lolos dari fase grup dengan predikat sebagai runner-up di bawah Spanyol. Uniknya, mereka mampu lolos ke fase 32 besar dengan tanpa sekalipun meraih kekalahan sekaligus memulangkan dua kandidat lainnya, yakni Uruguay dan Arab Saudi.
Di babak 32 besar mereka yang bertemu Argentina juga tampil cukup luar biasa dengan mampu mengimbangi peraih tiga gelar Piala Dunia tersebut. Meskipun harus menelan kekalahan, Cape Verde tetap mendapatkan penghormatan dari banyak pihak dikarenakan performa luar biasa yang mereka tunjukkan di turnamen kali ini.
Cape Verde Pulang dengan Bangga, Sang Kiper, Vozinha Layak Menunda Pensiunnya?
Selain performa Cape Verde yang cukup luar biasa, ada salah satu pemain yang tentunya menjadi sorotan setiap negara tersebut berlaga di ajang Piala dunia. Melansir dari laman instagram @perspectivefootball.id, kiper Cape Verde, Vozinha menjadi sosok yang sensasional di ajang Piala Dunia 2026 kali ini.
Performa gemilangnya di bawah mistar gawang membuat banyak pihak sampai melakukan standing applause untuk kiper veteran tersebut. Bahkan, namanya kini juga menjadi salah satu kiper dengan jumlah penyelamatan terbanyak di ajang Piala Dunia dalam satu kali turnamen, yakni sebanyak 18 penyelamatan.
“Tambahan 8 penyelamatan melawan Argentina membuat Vozinha menjadi kiper dengan penyelamatan terbanyak di Piala Dunia 2026 dengan total 18 penyelamatan. Hanya terpaut tiga angka oleh Eloy Room (15) dari Curacao yang sudah tersingkir dari fase grup,” tulis laman instagram @perspectivefootball.id.
Tidak mengherankan jika banyak pihak yang memprediksi Vozinha bakal jadi incaran banyak klub-klub besar Eropa nantinya. Namun, prediksi tersebut sepertinya masih diragukan mengingat sang pemain saat ini sudah berusia 40 tahuh. Tentunya usia kepala empat merupakan masa akhir dari mayoritas pemain sepakbola dalam berkarir.
Bahkan, rumornya Vozinha juga akan segera pensiun setelah ajang Piala Dunia 2026 ini dikarenakan fakto usia. Akan tetapi, banyak pihak yang juga memprediksi kiper yang kini membela klub kasta ke-2 liga Portugal GD Chaves tersebut akan mempertimbangkan menunda masa pensiunnya.
Belum lagi seorang kiper bisa saja masih berkarir di usia lewat 40 tahun dikarenakan bukan pemain yang secara aktif terlibat dalam permainan di lapangan. Jika hal ini benar, bukan tak mungkin nantinya apabila Cape Verde mampu lolos ke ajang Piala Dunia 2030 mendatang, Vozinha masih akan tetap dipanggil dan sekali lagi kita akan bisa melihat penampilan kiper yang menjadi sensasi tersebut di turnamen Piala Dunia.
Baca Juga
-
Tak Punya Gelar Piala Dunia, Apakah Cristiano Ronaldo Sah Disebut Legenda Terbesar Portugal?
-
Bukan Sekadar Bola, Konflik Mbappe vs Senator Paraguay Berpotensi Jadi Masalah Diplomatik!
-
Babak Belur di Kandang Sendiri: Akhir Perjalanan Tragis AS, Kanada, dan Meksiko di Piala Dunia 2026
-
Ironi Brasil: Peraih 5 Gelar yang Selalu Gagal dalam 20 Tahun Terakhir
-
Portugal Takluk dari Spanyol, Ramalan Kartun The Simpsons Gagal Total!
Artikel Terkait
-
Jelang Laga, Swiss Klaim Punya Cara Meredam Messi Cs Demi Lolos Semifinal
-
Lamine Yamal dan Pembuktian Kualitas di Laga Spanyol vs Belgia
-
Imbas Prancis Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026, Laga Barcelona di La Liga Resmi Ditunda
-
Momen Gemas! Adik Lamine Yamal Jadi Sorotan usai Spanyol Kalahkan Belgia
-
Kantongi Rekor Apik, Pelatih Spanyol Optimis Bisa Redam Agresivitas Prancis
Hobi
-
Jelang Laga, Swiss Klaim Punya Cara Meredam Messi Cs Demi Lolos Semifinal
-
Lamine Yamal dan Pembuktian Kualitas di Laga Spanyol vs Belgia
-
Imbas Prancis Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026, Laga Barcelona di La Liga Resmi Ditunda
-
John Herdman Ingin Timnas Indonesia Hadapi Malaysia di AFF 2026, Kenapa?
-
Momen Gemas! Adik Lamine Yamal Jadi Sorotan usai Spanyol Kalahkan Belgia
Terkini
-
Tren Finansial Gen Z: Cash Stuffing vs Dompet Digital, Pilih yang Mana?
-
Sinopsis Our Sticky Love, Jung Hae In Jadi Pacar Palsu Jaksa yang Amnesia
-
Review Sayap-Sayap Patah: Kisah Cinta yang Dihancurkan Tradisi dan Kekuasaan
-
Anime Romantis Seven Sleeping Ungkap 7 Pengisi Suara Putri, Tayang 2027
-
The Odyssey Banjir Kritik Sebelum Rilis, Christopher Nolan Tak Ambil Pusing