Hayuning Ratri Hapsari | Rana Fayola R.
Pelatih Spanyol, Luis De La Fuente. (Dok. IG defun1)
Rana Fayola R.

Pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 mendatang dipastikan akan menyajikan duel panas yang mempertemukan dua raksasa Eropa, yakni Spanyol dan Prancis. Menjelang laga penentu tersebut, pelatih La Roja, Luis De La Fuente, mengungkapkan rasa optimisme yang sangat tinggi bahwa anak-anak asuhnya mampu menumbangkan perlawanan Les Bleus demi mengamankan tiket menuju partai puncak.

Keyakinan besar yang dirasakan oleh sang juru taktik berusia 65 tahun itu bukan tanpa alasan. De la Fuente mengaku bahwa kepercayaan dirinya tumbuh setelah melihat grafik perkembangan dan kemajuan performa yang ditunjukkan oleh para pemainnya sepanjang turnamen berlangsung.

"Saya pikir wajar jika kami berpikiran bisa mengalahkan Prancis. Kami akan bekerja keras untuk mewujudkannya," ujar De la Fuente seperti dikutip Antara  News dari laman resmi FIFA pada Sabtu (11/7/2026).

Selain faktor internal tim yang terus membaik, mantan penggawa Athletic Club tersebut juga menyandarkan optimismenya pada catatan sejarah pertemuan kedua tim. Rekor apik Spanyol kala bersua Prancis dalam beberapa tahun terakhir menjadi modal psikologis yang sangat berharga.

Jika menengok ke belakang, Spanyol memang berhasil menunjukkan dominasinya atas Prancis dalam dua bentrokan kompetitif terakhir mereka. Tim Matador tercatat sukses membekuk Les Bleus dengan skor ketat 2-1 pada babak semifinal Euro 2024 silam.

Sebelum kesuksesan di panggung Eropa tersebut, Spanyol juga sempat menundukkan Prancis dalam laga yang berjalan sangat dramatis. Mereka memetik kemenangan tipis dengan skor mencolok 5-4 pada fase semifinal UEFA Nations League tahun 2025.

Sementara itu, momen terakhir kali La Roja menelan kekalahan dari Prancis terjadi sekitar lima tahun yang lalu. Saat itu, Spanyol harus mengakui keunggulan rivalnya dengan skor 1-2 dalam partai final UEFA Nations League 2021.

Mengacu pada statistik mentereng tersebut, De la Fuente merasa timnya memiliki formula yang tepat untuk meredam kekuatan Prancis.

"Kami adalah satu-satunya tim yang berhasil mengalahkan mereka dua kali. Tim hebat akan berhadapan dengan tim hebat lainnya," tutur sang pelatih dengan penuh kebanggaan.

Benturan Dua Gaya dan Karakter Sepak Bola Besar

Keberhasilan menembus babak empat besar ini sekaligus mengakhiri penantian panjang Spanyol di panggung dunia. Ini merupakan pencapaian semifinal pertama mereka semenjak tahun 2010, sebuah memori indah di mana Spanyol akhirnya keluar sebagai juara dunia untuk pertama kalinya.

Menanggapi komitmen luar biasa yang ditunjukkan oleh skuadnya demi mengulang sejarah manis tersebut, De la Fuente memberikan apresiasi yang tinggi.

"Itulah karakter tim ini. Merupakan sebuah kehormatan bisa melateni tim yang begitu berkomitmen dan bersemangat untuk berkembang," tegasnya.

Meski begitu, langkah Spanyol dipastikan tidak akan mudah karena Prancis datang ke semifinal dengan modal yang sangat meyakinkan. Tim asuhan Didier Deschamps tersebut tampil begitu stabil dan efisien di fase gugur, termasuk saat melibas Swedia 3-0, menundukkan Paraguay 1-0, serta menumbangkan Maroko 2-0 di perempat final.

Kekuatan lini serang Les Bleus juga patut diwaspadai seiring performa impresif Kylian Mbappe yang menyumbang satu gol dan satu *assist* di laga terakhir, walau sempat gagal mengeksekusi penalti.

Secara umum, Prancis diunggulkan dari segi ketangguhan fisik, kedalaman skuad, kecepatan transisi, serta variasi opsi serangan yang eksplosif.
Di kubu seberang, Spanyol menantang keunggulan fisik tersebut dengan kualitas teknik yang tinggi, budaya permainan kolektif, serta kontrol tempo permainan.

Kekuatan armada Matador juga terletak pada konsistensi mereka yang sempat mencatatkan rekor nirkalah dalam 30 laga menjelang turnamen, ditambah status mereka sebagai juara bertahan Euro 2024.

Selain itu, kehadiran para pemain dari generasi muda yang sangat hidup, terutama Lamine Yamal yang terus menjadi pembeda di laga-laga besar, menjadi senjata rahasia Spanyol untuk mengacaukan organisasi pertahanan lawan.

Pertandingan ini pun diprediksi akan menjadi medan pertempuran taktis yang sangat sengit; antara kekuatan fisik serta efisiensi milik Prancis melawan kerapian dan kreativitas menguasai bola milik Spanyol.

Duel hidup mati yang mempertemukan kekuatan seimbang dengan karakter berbeda ini akan segera tersaji di depan mata. Pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Prancis dijadwalkan berlangsung di Stadion AT&T, Arlington, pada Rabu (15/7) pukul 02.00 WIB.