Gelaran turnamen pramusim bertajuk Piala Presiden 2025 akhirnya secara resmi berakhir. Seiring dengan ditahbiskannya klub undangan asal Thailand, Port FC sebagai kampiun pagelaran edisi ketujuh ini, maka seluruh rangkaian turnamen yang dimulai semenjak tanggal 6 Juli 2025 kemarin itu pun secara resmi selesai.
Berdasarkan informasi yang diunggah oleh akun instagram @officialpialapresiden (13/7/2025), Port FC berhasil menjadi juara turnamen setelah di partai final sukses mengalahkan tim undangan lainnya, Port FC. Dari sumber yang sama diinformasikan, pada kemenangan 2-1 atas tim divisi Championship Liga Inggris tersebut, dua gol mereka diciptakan oleh Teerasak Poeiphimai pada menit ke-44, dan dilengkapi oleh Brayan Perea pada menit ke-48.
Dua gol tersebut juga sekaligus memupuskan harapan Oxford United untuk bisa menjadi kampiun juara, meskipun mereka sempat unggul terlebih dahulu pada menit ke-10 melalui sontekan dari penyerang asal Wales, Mark Harris yang luput dari jebakan offside.
Penobatan Port FC sebagai kampiun Piala Presiden 2025 ini tentunya membuat hegemoni klub-klub asli Indonesia sedari edisi inaugurasi tahun 2015 lalu secara resmi berakhir sudah. Dalam enam kali penyelenggaraan, gelar juara selalu jatuh kepada klub dalam negeri, karena memang turnamen tersebut diikuti oleh klub-klub yang kesemuanya berasal dari Indonesia.
Namun, peta mulai berubah di penyelenggaraan ketujuh ini. Pasalnya, pihak penyelenggara Piala Presiden memutuskan untuk mengundang dua tim dari luar negeri yang memiliki "hubungan" dengan persepakbolaan Indonesia, yakni Oxford United dari Inggris dan Port FC dari Thailand.
Alasannya? Meskipun bukan alasan utama, namun keberadaan para pemain Indonesia di klub-klub tersebut tetaplah menjadi sebuah dasar yang cukup bisa dipahami untuk mendatangkan mereka.
Dan peta kualitas pun turut berubah. Hegemoni klub-klub Indonesia runtuh di turnamen edisi kali ini. Dua tim undangan, baik Oxford United maupun Port FC, berhasil mengacak-acak keberadaan tim yang menjadi wakil tuan rumah, seperti Arema yang notabene juara 4 edisi, Liga Indonesia All Stars yang berisikan para penampil terbaik Liga Indonesia, serta Persib Bandung dan Dewa United yang menjadi dua klub dengan raihan tertinggi di gelaran liga musim lalu.
Kedatangan dua klub undangan di turnamen kali ini seolah membuat keberadaan tim-tim asli Indonesia hanya menjadi pelengkap belaka. Talenta-talenta Indonesia yang bertanding, seperti tak sebanding kualitas.
Jangankan untuk menjadi juara, untuk mencapai partai final pun para wakil Indonesia ini tak mampu melakukannya. Namun beruntungnya, di laga puncak Piala Presiden 2025 ini, masih ada Asnawi Mangkualam Bahar yang setidaknya menjadi penyelamat muka persepakbolaan Indonesia.
Sepertimana yang telah diketahui bersama, pada laga final melawan Oxford United tersebut, Asnawi masuk ke lapangan di babak kedua, ketika timnya sudah unggul 2-1.
Permainannya pun cukup apik, sehingga membuat sang pelatih memberikan kesempatan penuh untuk menyelesaikan pertandingan, menjaga keunggulan timnya, dan membuat mereka akhirnya berhasil menggondol gelar juara.
Turunnya Asnawi, dan diraihnya titel juara oleh kubu Port FC tentunya cukup bermakna bagi persepakbolaan Indonesia. Pasalnya, jika kubu Oxford United yang memenangi pertandingan final dan menjadi juara, maka kita sebagai penggemar sepak bola Indonesia, akan sepenuhnya menjadi penonton saja dalam kemeriahan pesta juara mereka.
Memang benar, di kubu Oxford United ada dua pemain Indonesia, yakni Ole Romeny dan Marselino Ferdinan, namun kita ketahui bersama, kedua pemain ini tak bermain di partai puncak melawan Port FC karena masalah kebugaran yang mereka alami.
Jadi, keberadaan Asnawi yang turun bermain, dan membantu Port FC menjadi juara di turnamen setidaknya membuat Indonesia masih punya "sesuatu" untuk dibanggakan dalam gelaran Piala Presiden kali ini ya!
Baca Juga
-
Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas
-
Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
Artikel Terkait
Hobi
-
MotoGP Australia 2026 Gagal Total: Selamat Tinggal Phillip Island!
-
Marc Marquez Pimpin Klasemen Sementara, Gelar Juara Dunia Sudah di Tangan?
-
Menghabiskan Sore Bersama Klub Corat-coret, Cara Bercerita Lewat Gambar
-
MotoGP Australia 2026 Batal! Marquez Tetap Kokoh, Harapan Veda Ega Pupus
-
Jadwal MotoGP Malaysia 2026: Apakah Jorge Martin Bisa Membalikkan Keadaan?
Terkini
-
Siap Debut Jepang, Baby DONT Cry Akan Rilis Single "Replay" di 2 Negara!
-
5 HP Android dengan Kamera Bagus untuk Kamu yang Mau Mulai Ngonten
-
Pursuit of Jade: Drama dengan Role Reversal Baru Zhang Linghe & Tian Xiwei
-
Anime IruMafia Edition Tayang Januari 2027, Kisah Iruma di Kehidupan Mafia
-
Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru