Musim ini Yamaha menunjukkan perkembangan yang cukup berarti dibandingkan tiga musim sebelumnya. Bersama Fabio Quartararo, pabrikan asal Jepang tersebut berhasil mencatat empat pole position dan finis podium sebanyak tiga kali.
Namun sayangnya, hasil tersebut belum cukup untuk membuat mereka bersaing memperebutkan kemenangan di setiap balapan. Meskipun terlihat ada langkah maju, Yamaha masih belum mampu menyaingi dominasi tim-tim pabrikan lain di lintasan.
Motor mereka sering kali tidak memiliki kecepatan untuk bertarung hingga lap terakhir dan kerap tertinggal jauh di belakang para rival.
Situasi ini menimbulkan ketegangan tersendiri dalam hubungan Quartararo dengan timnya. Juara dunia MotoGP 2021 itu mulai merasakan kekecewaan mendalam karena Yamaha tak kunjung menghadirkan motor yang sesuai dengan ekspektasinya.
Quartararo sendiri memutuskan untuk tetap bertahan bersama Yamaha sejak meraih gelar perdananya empat musim lalu. Namun, setelah itu performa tim terus menurun, membuat mereka berada dalam paceklik yang berkepanjangan dan membuat posisi Quartararo di grid tidak stabil.
Melihat kondisi tersebut, wajar jika kini Quartararo mulai frustrasi. Ia merasa kerja keras dan dedikasinya butuh diimbangi dengan motor yang mumpuni. Namun, Yamaha sejauh ini tetap berusaha memperbaiki performa mereka dengan melakukan sejumlah langkah.
Mereka merekrut Max Bartolini sebagai direktur teknis baru, sosok yang memiliki banyak pengalaman dalam pengembangan motor. Kehadiran Bartolini menimbulkan secercah harapan bagi Quartararo. Perlahan, keyakinannya mulai tumbuh kembali setelah mendengar visi dan strategi teknis yang akan diterapkan Yamaha ke depannya.
Keputusan Yamaha memboyong Bartolini menjadi salah satu alasan Quartararo akhirnya bersedia memperpanjang kontraknya bersama tim tersebut selama dua tahun lagi, membuatnya akan tetap mengenakan seragam Yamaha hingga akhir musim 2026
Meski begitu, pembalap asal Prancis itu tidak dapat menutupi rasa kecewanya terhadap kondisi Yamaha saat ini. Ia menegaskan bahwa tim harus bekerja lebih keras agar motor mereka bisa kembali kompetitif dan membawanya bersaing di barisan depan setiap pekan balap.
Saat ini masa depan Quartararo di Yamaha banyak dikaitkan dengan proyek pengembangan mesin V4 yang kabarnya akan dirilis tahun depan. Namun, Quartararo sendiri menegaskan bahwa baginya, kehadiran mesin V4 bukan segalanya.
Ia tidak peduli apakah motor yang dipakai menggunakan mesin inline-four atau V4, selama motor tersebut mampu memberikannya kesempatan untuk berjuang meraih podium dan kemenangan secara konsisten.
Dia juga menjelaskan bahwa hubungannya dengan Yamaha menjadi lebih tegang karena performa yang tak sesuai dengan harapan.
"Sejujurnya, saya tidak peduli apakah itu V4 atau bukan. Saya hanya ingin motor yang kompetitif tahun depan. Tentu saja, ini menjadi sedikit menegangkan, karena kita selalu mengharapkan lebih banyak hal. Kita dapat melihat bahwa kita sebenarnya tidak memiliki apa pun," papar Quartararo, dilansir dari laman Crash.
Baginya, yang paling penting adalah Yamaha bisa menghadirkan motor yang cepat dan tangguh musim depan agar impiannya untuk kembali kompetitif di lintasan bisa terwujud.
"Dengan V4, kami mendapatkan umpan balik yang cukup baik, tapi waktu putarannya sangat lambat. Sebenarnya, yang penting bagi saya adalah lap time-nya. Perasaan saya dengan motornya makin bagus, tapi lap time lebih penting," tambahnya.
Tidak sulit membayangkan perasaan Fabio Quartararo saat ini, dia telah bertahan bermusim-musim dengan motor yang hampir selalu tertinggal di belakang. Sangat disayangkan mengingat Quartararo adalah seorang pembalap yang punya skill mumpuni, Yamaha diharapkan bisa segera memberinya motor yang bagus agar El Diablo bisa kembali bersaing di barisan depan.
Baca Juga
-
Jadwal MotoGP Malaysia 2026: Apakah Jorge Martin Bisa Membalikkan Keadaan?
-
Motor MotoGP akan Ikut Tampil di Ajang F1 Amerika 2026, Balapan Bareng?
-
Dari Kue Hingga Skincare, Matcha Dimodifikasi Sejauh Ini Demi Bisa Disukai?
-
Pola Pikir Baru Marc Marquez: Tak Ada Lagi Beban Juara, Siap Pensiun Kapan Saja
-
Biaya Nikah Makin Mahal, Mau Sah Harus Wah?
Artikel Terkait
-
Jorge Martin Diisukan ke Honda, Stefan Bradl Tak Yakin Bisa Ubah Keadaan
-
Pesona Penantang PCX dan Nmax dari Italia: Aprilia SXR 160 Dijual Setara Vario 160
-
AHM Rilis Honda Forza Terbaru, Selisih Harga Tembus Rp 21 Juta dengan Yamaha XMAX
-
Marc Marquez Kembali ke Setelan Awal, Honda Belum Tertarik Bawa Pulang
-
Kenalan dengan Leluhur Yamaha NMAX, Skutik Premium Berdesain ala Jetski yang Mewah
Hobi
-
MotoGP Australia 2026 Batal! Marquez Tetap Kokoh, Harapan Veda Ega Pupus
-
Jadwal MotoGP Malaysia 2026: Apakah Jorge Martin Bisa Membalikkan Keadaan?
-
Prediksi Barcelona vs Real Madrid, Duel Sengit Ditengah Badai Cedera!
-
Motor MotoGP akan Ikut Tampil di Ajang F1 Amerika 2026, Balapan Bareng?
-
Pola Pikir Baru Marc Marquez: Tak Ada Lagi Beban Juara, Siap Pensiun Kapan Saja
Terkini
-
Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Hingga Menetas Tuntas
-
Ulasan Hippie: Perjalanan Menemukan Kebebasan dan Jati Diri
-
Memupuk Keberanian untuk Menggali Potensi dan Meraih Mimpi dalam Lawan Minder, Raih Sukses
-
Padukan Gaya Klasik dan Modern, Intip 4 OOTD Sophisticated ala Kim You Jung
-
All Brains Welcome: Mengenal Autisme dan Disleksia dengan Cara Menyenangkan