Dua raja permainan penguasaan bola di pentas Piala AFF U-23 berjumpa di partai final gelaran. Indonesia dan Vietnam yang sama-sama dikenal sebagai dua tim dengan orientasi permainan ball possession, akan saling jegal di partai puncak gelaran pada Selasa (29/7/2025).
Sekadar menginformasikan, baik Indonesia maupun Vietnam merupakan dua negara yang kerap menampilkan permainan mengurung dalam setiap pertandingan yang dijalani. Alih-alih bermain bertahan, Pasukan Garuda Muda maupun Pasukan Bintang Emas Muda dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya selalu menjadi pihak yang berinisiatif melakukan penyerangan, dan mengurung lawan-lawan mereka di area pertahanan sendiri.
Sehingga, ketika kedua kesebelasan ini akhirnya bertemu di partai puncak gelaran, banyak yang menilai bahwa ini adalah final yang ideal untuk turnamen, karena secara statistik mempertemukan dua tim yang menjadi penguasa lapangan di pertandingan masing-masing.
Statistik Penguasaan Bola Vietnam dan Indonesia
Berkaca dari statistik yang dikeluarkan oleh aseanutdfc, dalam tiga pertandingan yang telah dijalani, Timnas Vietnam selalu menjadi tim yang memenangi ball possession ketika bersua dengan lawan-lawannya.
Pada pertandingan pertama melawan Laos, Pasukan Negeri Paman Ho mencatatkan penguasaan bola hingga mencapai 80 persen, berbanding 20 persen yang dimiliki oleh lawannya.
Pun demikian dengan pertandingan kedua melawan Kamboja. Meskipun hanya mencatatkan kemenangan tipis 2-1 atas sang lawan, namun penguasaan bola yang dimiliki oleh Vietnam sangatlah superior, di mana mereka mencatatkan 67 persen ball possession berbanding 33 persen milik Kamboja.
Partai semifinal yang mempertemukan mereka dengan Filipina pun penguasaan masih menjadi milik Vietnam. Meskipun menyusut ke angka 56 persen, namun angka tersebut sama sekali tak menggoyahkan status dari Pasukan Naga Emas ini sebagai tim yang mengedepankan permainan mengurung di turnamen Piala AFF U-23 ini.
Lantas, bagaimana dengan Timnas Indonesia? Tentu jika kita melihat statistik yang dirilis oleh aseanutdfc akan membuat tim manapun bisa bergidik ngeri. Pasalnya, dari empat pertandingan yang telah dijalani, Pasukan Muda Merah Putih selalu tampil dominan, bahkan meskipun harus berhadapan dengan tim sekelas Malaysia dan Thailand sekalipun.
Rinciannya adalah, Skuat Garuda Muda berhasil menguasai ball possession sebesar 84 persen saat bertemu Brunei Darussalam, menguasai 66 persen saat bertemu Filipina, 68 persen saat bertarung dengan Malaysia dan yang terakhir, memiliki 70 persen ball possession saat berduel melawan Thailand di babak semifinal.
Siapa yang Akan Menguasai Jalannya Laga Final?
Tentunya akan cukup sulit untuk memprediksikan siapa yang akan menjadi penguasa jalannya pertandingan final Piala AFF U-23 kali ini. Pasalnya, dua kesebelasan yang akan bertarung nanti, semuanya memiliki track record sebagai tim pemenang ball possession di seluruh pertandingan yang mereka jalani.
Namun jika melihat status Indonesia sebagai tuan rumah dan penguasaan bola mereka yang lebih baik daripada Vietnam ketika melawan Filipina, akan sangat mungkin Vietnam di laga kali ini akan memainkan strategi yang berbeda dari pertandingan-pertandingan sebelumnya.
Bagi Vietnam, memainkan skema penguasaan permainan tentunya akan memiliki risiko yang tinggi bagi pertahanannya. Sehingga, kemungkinan besar mereka akan memainkan skema yang lebih "menunggu" atau bahkan cenderung defensif untuk kemudian melakukan serangan balik ke pertahanan Indonesia.
Jadi, sepertinya di laga final gelaran nanti, Timnas Indonesia U-23 akan kembali memegang ball possession dan mengurung pertahanan Vietnam yang tampil lebih hati-hati di pertandingan kali ini.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tag
Baca Juga
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
-
Realita Dunia Orang Dewasa: Bekerja Terasa Jauh Lebih Nyaman, Efek Pimpinan Baru yang Pengertian
-
Bagi Sebagian Warga Rembang Asli, Gaji UMR adalah Sebuah Impian dan Pencapaian Prestasi
-
Realita Pahit Lulusan SMK: Niatnya Bantu Keluarga, Malah Terjebak Gaji Kecil di Luar Kota
Artikel Terkait
-
Pelatih Kroasia Prediksi Timnas Indonesia U-23 Pecundangi Vietnam: Ada Faktor X
-
3 Keuntungan Jika Rekan Baru Justin Hubner Mau Gabung Timnas Indonesia
-
Final Piala AFF U-23: 2 Kelemahan Minor Masih Hantui Timnas Indonesia di Partai Puncak
-
Main di Liga 2 Belanda, Nathan Tjoe-A-On Masih Layak Perkuat Timnas Indonesia?
-
Piala AFF U-23: 2 Alasan Kuat yang Bakal Bikin Jens Raven Keluar sebagai Top Skorer Kejuaraan
Hobi
-
Kimi Antonelli Merasa Lebih Siap untuk F1 GP Miami 2026, Bakal Hattrick?
-
Venue Playoffs MPL ID S17 Diumumkan, Jakarta Velodrome Jadi Tuan Rumah
-
Tes Jerez 2026: Reaksi Pembalap Positif, MotoGP Bakal Makin Kompetitif
-
Jadwal F1 GP Miami 2026: Favorit Kimi Antonelli, Akankah Dia Menang Lagi?
-
Sadar Diri, Marc Marquez Mengaku Tak Punya Kekuatan untuk Rebut Gelar Juara
Terkini
-
Baru Mulai Syuting, Helena Bonham Carter Mundur dari The White Lotus S4
-
Review Serial Stranger Things: Tales from '85, Spin-off Animasi Terkeren!
-
Kurangi Ketergantungan Diesel, IESR Desak Prioritaskan PLTS di Daerah Terpencil
-
4 Body Serum SPF 50, Buat Beraktivitas Outdoor untuk Cegah Kulit Belang
-
Manga Hon Nara Uru Hodo Raih Grand Prize Tezuka Osamu Cultural Prize 2026