Final ideal terjadi di partai puncak gelaran Piala AFF U-23 edisi 2025. Pasukan Garuda Muda, Timnas Indonesia U-23 yang berstatus sebagai tuan rumah, bersua dengan Timnas Vietnam U-23 yang tak lain dan tak bukan merupakan tim juara bertahan di turnamen ini.
Dengan demikian, dalam dua edisi beruntun, yakni gelaran tahun 2023 dan 2025, tak ada perubahan komposisi tim yang bertarung di partai final. Karena kita ketahui bersama, pada final Piala AFF U-23 tahun 2023 lalu, laga partai puncak juga mempertemukan antara Timnas Muda Merah Putih melawan Timnas Muda Bintang Emas.
Waspada tentu saja wajib dikedepankan oleh Timnas Indonesia U-23 jika mereka tak ingin kembali merasakan kegagalan sepertimana yang dirasakan di edisi sebelumnya. Terlebih, Vietnam sendiri memiliki beberapa kekuatan yang membuat mereka selalu berhasil menjadi pihak yang superior saat bertarung melawan musuh-musuhnya.
Lantas, apa sajakah yang menjadi kekuatan Vietnam U-23 kali ini dan patut untuk diwaspadai oleh Pasukan Muda Merah Putih? Ini bahasannya!
1. Ball Possession
Kekuatan pertama yang terlihat dalam permainan Timnas Vietnam selama turnamen Piala AFF U-23 kali ini adalah mereka mengedepankan permainan intimidatif dengan mengurung pertahanan lawan.
Dari tiga laga yang telah mereka jalani, semuanya menunjukkan superioritas Vietnam atas sang lawan. Dalam catatan laman aseanutdfc, di laga pertama melawan Laos, Vietnam berhasil membukukan 80 persen ball possession, kemudian di laga melawan Kamboja mereka menorehkan 67 persen penguasaan bola, dan di laga terakhir kontra Filipina di semifinal gelaran, mereka memenangi 56 persen pertarungan.
Dan hal ini tentunya menjadikan sebuah preseden yang harus selalu diingat oleh penggawa Timnas Indonesia, karena jika sampai Vietnam berhasil menguasai jalannya pertarungan, maka mereka akan banyak mengkreasikan peluang untuk menjebol gawang tuan rumah.
2. Bola-Bola Sayap yang Diakhiri dengan Cut Back atau Umpan Silang
Di turnamen Piala AFF U-23 kali ini, pakem permainan yang dikembangkan oleh Vietnam sendiri menitikberatkan pada aliran bola dari sisi sayap. Mengandalkan kecepatan yang dimiliki oleh para pemainnya, Vietnam mengeksplore dua sisi sayap yang mereka miliki dengan giringan-giringan gola menuju area pertahanan lawan.
Akselerasi ini sendiri diakhiri dengan dua opsi, di mana mereka akan mengirimkan bola cut back ke tengah kotak penalti lawan, atau melakukan umpan silang tinggi yang sama-sama ditujukan ke area penalti tim lawan.
Hasilnya pun cukup efektif, di mana mereka berhasil menjebolkan dua go ke gawang Filipina dan satu gol ke gawang Laos dengan skema permainan seperti ini.
3. Bola Atas dan Sepak Pojok
Kekuatan ketiga yang dimiliki oleh Vietnam dan patut diwaspadai oleh Timnas Indonesia adalah skema sepak pojok dan bola-bola atas. Pasalnya, dalam perjalanan Vietnam menuju partai puncak gelaran, mereka banyak terbantu dengan pakem permainan seperti ini.
Kita ambil contoh, pada pertandingan fase penyisihan grup, Vietnam berhasil menceploskan banyak gol melalui tandukan atau bola atas yang berasal dari sepak pojok. Dari berbagai video yang diunggah oleh kanal YouTube Asean United FC, terlihat jika 2 gol ke gawang Kamboja, kemudian gol kedua dan ketiga ke gawang Laos, semuanya tercipta melalui skema permainan bola-bola atas atau diawali dengan sepak pojok yang didapatkan oleh para pemain Vietnam.
Kelihaian para pemain Vietnam dalam mengeksekusi bola-bola atas seperti ini tentunya harus mendapatk penyikapan yang serius dari skuat Muda Merah Putih. Pasalnya, permainan yang diperagakan oleh Vietnam kali ini sangatlah berbeda dengan empat tim lain yang telah ditemui oleh Dony Tri Pamungkas dan kolega.
Kita harapkan, semoga para pemain Timnas Indonesia bisa mengatasi kelebihan-kelebihan permainan yang dimiliki oleh Vietnam di laga final nanti ya!
Baca Juga
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
-
Realita Dunia Orang Dewasa: Bekerja Terasa Jauh Lebih Nyaman, Efek Pimpinan Baru yang Pengertian
-
Bagi Sebagian Warga Rembang Asli, Gaji UMR adalah Sebuah Impian dan Pencapaian Prestasi
Artikel Terkait
-
Final Piala AFF U-23 2025: Adu Filosofi Sepak Bola Gerald Vanenburg vs Kim Sang-sik
-
Pemain Keturunan Jakarta Ikut Pesta Gol Bareng Mauro Zijlstra, Tertarik Bela Timnas Indonesia
-
Asal Usul Fortuna Sittard Klub Baru Justin Hubner, Ternyata Gabungan dari 2 Klub Langganan Juara
-
Gak Ketinggian? Ramalan Gibran Hasil Timnas Indonesia vs Vietnam U-23
-
Timnas Indonesia U-23 Harus Waspadai Senjata Maut Vietnam di Final Piala AFF U-23 2025
Hobi
-
Rekornya Terputus, Marco Bezzecchi Akui Tak Mudah Lawan Alex Marquez
-
Piala Presiden 2026: PSSI Rajin Garap Turnamen "Hura-Hura", Lupa Prioritas Piala Indonesia
-
Kesulitan Pakai Motor GP26, Marc Marquez Enggan Kembali Gunakan Motor Lama
-
GILA! Mesin Ferrari F355 Dipasang ke Motor, Tenaganya 375 HP Brutal!
-
Kimi Antonelli Merasa Lebih Siap untuk F1 GP Miami 2026, Bakal Hattrick?
Terkini
-
Prahara Iman di Balik Cadar Prasangka: Luka Kemanusiaan dalam Novel Maryam
-
Uang yang Terselip di Peci: Saat Tradisi Keluarga Jadi Senjata Melawan Politik Culas
-
Ulasan The Ghost Bride: Misteri Pernikahan Arwah dalam Balutan Tradisi Asia
-
Saat Kematian Mengajarkan Cara Hidup, Ulasan Buku 'Things Left Behind'
-
4 Mei Hari Pemadam Kebakaran Internasional: Kisah Tragis di Balik Seragam yang Pantang Menyerah