Pasca diberhentikan sebagai pelatih Timnas Indonesia oleh PSSI di awal tahun 2025 ini, mantan pelatih Skuat Garuda, Shin Tae-yong tak lantas kehilangan pamor di dunia sepak bola. Alih-alih duduk manis dan menikmati masa-masa istirahat, beragam tawaran dari berbagai pihak justru mendekat kepada pelatih yang sukses meloloskan Indonesia ke ronde ketiga babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia tersebut.
Terbaru, sepertimana dilansir media asal Korea Selatan, biz.chosun.com pada Kamis (31/7/2025), mantan pelatih Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 tersebut tengah didekati oleh klub raksasa Liga 1 Korea Selatan, Ulsan Hyundai.
Dalam penjelasan Chosun, klub asal kota Ulsan tersebut dikabarkan telah memberikan penawaran resmi kepada Shin Tae-yong dan memintanya untuk mengambil alih pasukan dari Kim Pan-gon. Pihak klub merasa, di bawah asuhan mantan pelatih Timnas Malaysia tersebut, Ulsan Hyundai tak menunjukkan perubahan yang signifikan dan kurang kompetitif di liga, sehingga mereka mulai mencari alternatif pengganti eks pelatih Harimau Malaya tersebut.
Nama Shin Tae-yong pun muncul karena dinilai memiliki kualitas untuk membawa kebangkitan klub yang kini menghuni papan tengah Liga 1 Korea Selatan tersebut. Sehingga, mereka mulai mendekati STY untuk mengatasi krisis yang tengah melanda klub raksasa Korea Selatan dan Asia itu.
Keputusan pun kini mutlak menjadi milik Shin Tae-yong. Jadi atau tidaknya STY menjadi pelatih klub milik perusahaan otomotif raksasa Korea Selatan tersebut, semuanya ditentukan oleh jawaban "iya" dan "tidak" dari pria pembuat banyak sejarah bersama Timnas Indonesia tersebut.
"The club is reported to have already completed broad consultations and positive interactions and is currently in the contract finalization stage. (Pihak klub dikabarkan telah melakukan konsultasi yang menyeluruh dan melakukan interaksi yang positif, serta saat ini tengah melakukan tahapan finalisasi kontrak)" tulis Chosun dalam keterangannya.
Jika STY Mengiyakan Keinginan Ulsan, Daftar Pekerjaan Eks Pelatih Timnas Indonesia Itu Kian Panjang
Uniknya, jika Shin Tae-yong benar-benar menerima tawaran dari Ulsan Hyundai untuk menjadi pelatih klub, maka hal tersebut akan semakin menambah panjang daftar pekerjaan yang kini dimiliki oleh coach Shin.
Berdasarkan data dari laman transfermarkt.com, saat ini setidaknya Shin Tae-yong sudah memegang dua jabatan resmi di persepakbolaan Korea Selatan. Yang pertama adalah sebagai wakil presiden federasi sepak bola Korea Selatan atau KFA yang diembannya semenjak 9 April 2025, dan yang kedua adalah Direktur Teknik dari klub Seongnam FC yang mana jabatan tersebut dimulainya pada 16 April 2025 lalu.
Dan dengan semakin mendekatnya coach Shin untuk melatih Ulsan Hyundai, maka nantinya daftar pekerjaan resmi pelatih berusia 54 tahun ini akan bertambah panjang lagi.
Sejatinya, tugas berat menanti seorang Shin Tae-yong jika dirinya mengiyakan tawaran dari Ulsan Hyundai menjadi pelatih klub. Pasalnya, klub raksasa di persepakbolaan Korea Selatan tersebut saat ini tengah mengalami masa-masa keterpurukan di liga.
Bagaimana tidak, dengan reputasi yang sedemikian tinggi di kompetisi domestik, Ulsan Hyundai kini berada di posisi yang sama sekali tak merepresentasikan kekuatan mereka. Berdasarkan rilisan tabel liga, Ulsan Hyundai saat ini berada di posisi ke-7 tabel klasemen K1-League dengan koleksi 31 poin dari 23 pertandingan.
Koleksi tersebut terbilang sangat mengenaskan, mengingat tim Jeonbuk Hyundai yang kini berada di peringkat pertama K1-League, sudah memiliki 54 poin hasil dari 24 pertandingan yang telah dijalani.
Sehingga, ketika nantinya coach Shin resmi menjadi pelatih klub, maka tugas berat untuk mengembalikan marwah dan habitat klub di papan atas klasemen liga menjadi prioritas utama dari sang pelatih.
Lantas, apakah ini adalah tanda-tanda coach Shin tak akan kembali lagi ke Indonesia? Entahlah.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Piala Dunia 2026: Kemenangan Argentina dan Hat-trick Lionel Messi yang Tak Seharusnya Terjadi
-
Prancis vs Senegal: Tuntasnya Dendam Kekalahan 24 Tahun yang Sempat Bikin FIFA Ubah Regulasi
-
Piala Dunia 2026: Duel Senegal Vs Prancis dan Sepenggal Kenangan Masa Remaja yang Mengecewakan
-
Vibes Piala Dunia 2026 Masih Anyep, FIFA Harusnya Lirik 2 Potensi Besar Ini untuk Dimaksimalkan
-
Tiga Poin Australia dan Permainan Pragmatis Ala STY yang Tak Haram Dimainkan di Guliran Piala Dunia
Artikel Terkait
-
2 Pemain Tegas Bilang ke Erick Thohir: Saya Mau Main untuk Timnas Indonesia
-
6 Pemain Timnas Indonesia yang Berlaga di Liga Belanda Musim Ini
-
Rata-rata Gaji Pelatih di Liga Korea Selatan, Shin Tae-yong akan Jadi yang Termahal?
-
Berapa Gaji Shin Tae-yong di Ulsan HD?
-
Apa Alasan Timnas Indonesia U-17 Pilih Tajikistan dan Afsel Jadi Lawan Uji Coba?
Hobi
-
Swiss Waspada! Bosnia Herzegovina Bawa Misi Menang Grup B Piala Dunia 2026
-
Prediksi Ceko vs Afrika Selatan: Kalah Angkat Kaki dari Piala Dunia 2026
-
Piala Dunia 2026: Kemenangan Argentina dan Hat-trick Lionel Messi yang Tak Seharusnya Terjadi
-
Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe dan Misi Raih Rekor Pencetak Gol Terbanyak
-
Ronaldo Melempem dan Portugal Loyo, Thierry Henry Sebut Terlalu Egois
Terkini
-
Lolos Seleksi Malah Kena Denda Rp100 Juta? Drama Rekrutmen Kopdes yang Bikin Geleng Kepala!
-
Pantang Menyerah! STAYC Gigih Perjuangkan Cinta di Lagu Terbaru, 2 L0VE
-
Diklat Manajer Kopdes Merah Putih Bernuansa Militer, Netizen: Mau Dagang atau Perang?
-
Piala Dunia dan Pentingnya Me Time di Tengah Kesibukan
-
5 Sunscreen Terbaik untuk Pria yang Aktif Beraktivitas di Luar Ruangan