Tantangan baru dalam perjalanan karier sepak bola profesional pemain muda PSM Makassar dan Timnas Indonesia, Sulthan Zaky akan segera dimulai. Di usianya yang belum genap menginjak angka 20 tahun, sepupu dari bek tangguh Timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam Bahar tersebut sudah memulai karier abroadnya di salah satu negara ASEAN, Kamboja.
Meski bukan melakoni karier abroad di negara yang memiliki level kompetisi tinggi di kawasan Asia Tenggara, namun keputusan yang diambil oleh Zaky, PSM Makassar dan klub barunya, Kompong Dewa perlu untuk mendapatkan apresiasi tersendiri.
Pasalnya, dengan usianya yang masih remaja, Sulthan Zaky sudah berani untuk terbang jauh dari kampung halamannya, dan mencoba untuk mengais peruntungan di kompetisi negara yang tentu masih sangat asing bagi kebanyakan para pemain dari dalam negeri.
Kepindahan Sulthan Zaky dari PSM Makassar ke Kompong Dewa sendiri sejatinya bukanlah bersifat permanen. Pemain yang berposisi sebagai center back tersebut berpindah liga dari Indonesia Super League ke Cambodian Premier League dengan status sebagai pemain pinjaman.
Laman transfermarkt sendiri menuliskan, Sulthan Zaky akan membersamai Kompong Dewa dengan durasi peminjaman selama satu musim, kesepakatan tersebut dimulai efektif pada 1 Agustus 2025 dan akan berakhir pada 30 Juni 2026 mendatang.
Hijrah ke Liga Kamboja, Sulthan Zaky Ikuti Jejak Rafli Mursalim Eks Timnas U-19
Sejatinya, Sulthan Zaky sendiri bukanlah pemain Indonesia pertama yang bermain di pentas Liga Kamboja. Pasalnya, sebelum pemain PSM Makassar ini, sudah ada pemain lain dari Indonesia yang sudah menjajal untuk bertarung di liga negara semenanjung Indochina tersebut.
Pada musim 2023/2024 lalu, mantan pemain Timnas Indonesia U-19, Muhammad Rafli Mursalim tercatat pernah berkarier pula di Liga Kamboja dengan bergabung bersama Nagaworld FC.
Dalam catatan laman transfermarkt, pemain yang mendapat julukan sebagai "Kang Santri" saat memperkuat Timnas Garuda Nusantara tersebut memutuskan untuk hijrah dari Gresik United ke Nagaworld FC pada 19 Juli 2023, dan menghabiskan waktu selama satu musim bersama klub Kamboja tersebut.
Secara resmi, Rafli Mursalim sendiri mengakhiri kontraknya dengan Nagaworld pada 1 Juli 2024 lalu dan sempat menjadi pemain tanpa klub. Hingga pada akhirnya, pada 19 Desember 2024, pemain yang kini berusia 26 tahun tersebut mengikat kontrak dengan klub asal Jawa Tengah, Persiku Kudus hingga saat ini.
Sebagai pendahulu Sulthan Zaky di Liga Kamboja, capaian yang dicatatkan oleh Rafli Mursalim sendiri terkesan kurang apik. Selama satu musim bersama Nagaworld FC, pemain yang berposisi sebagai penyerang tersebut hanya bermain sebanyak 5 pertandingan saja, dan menghabiskan durasi bermain selama 152 menit.
Meskipun menyumbangkan satu gol bagi klubnya tersebut, namun secara keseluruhan penampilan Rafli tidak menonjol selama di Kamboja. Rafli Mursalim yang didatangkan oleh Nagaworld untuk menjadi senjata andalan baru bagi klub, ternyata tak mampu tampil sesuai harapan, dan justru lebih sering menjadi pemain pelapis di klub barunya tersebut.
Catatan itu tentu saja sangat berbeda jauh dengan pencapaiannya saat masih berada di Timnas Indonesia U-19. Meskipun di skuat Garuda Muda saat itu dirinya lebih kerap menjadi penyerang kedua setelah Hanis Saghara Putra, namun Rafli tetap mampu menunjukkan ketajamannya di skuat asuhan Indra Sjafri.
Total, dari 15 pertandingan yang dimainkannya bersama Timnas Indonesia U-19, dirinya mampu melesakkan 11 gol. Sebuah catatan yang tentunya sangat cemerlang, dan mengalahkan pencapaian dari Hanis Saghara yang hanya mampu melesakkan 6 gol dari 18 laga bersama Timnas Indonesia U-19.
Lantas, apakah kecemerlangan Sulthan Zaky bersama Timnas Indonesia kelompok umur ini akan menular saat berlaga di Liga Kamboja? Kita harapkan demikian. Dan tentunya kita berdoa, semoga saja Sulthan Zaky tak mengalami nasib seperti Rafli Mursalim, yang mengilat di Timnas Indonesia U-19, namun tak bersinar saat bermain di Kamboja.
Baca Juga
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
-
Cerita Bapak-Bapak PP Rembang-Tuban: Mengapa Saya Selalu Mengelus Dada Setiap Melintas di Jalur Ini?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
Artikel Terkait
-
Daftar Pemain Indonesia Abroad Musim 2025/2026, Sulthan Zaky Jadi Wajah Baru
-
Sulthan Zaky, Liga Kamboja dan Permulaan Karier Abroad yang Tak Muluk-Muluk
-
Sulthan Zaky Merapat ke Klub Kamboja, Siap Tambah Pengalaman Internasional
-
4 Pemain Indonesia yang Berkarier di Liga Kamboja sebelum Sulthan Zaky
-
Profil MOI Kompong Dewa FC, Klub Baru Sepupu Asnawi Mangkualam yang Ternyata Milik Orang Indonesia
Hobi
-
Kepala Pundak Kerja Lagi, Karya Sal Priadi Jadi OST Monster Pabrik Rambut
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
-
Atenx Katros Ubah Mio 2003 Jadi Motor Listrik, Tenaga Setara Motor 400 cc!
-
Marc Marquez Terpuruk, Aprilia Berpesta: Hanya Sementara atau Seterusnya?
-
Jadwal MotoGP Prancis 2026: Ducati Masih Berupaya, Aprilia dalam Bahaya
Terkini
-
Karina aespa Bawa Gaun Prada di Met Gala 2026, Intip Fakta Menariknya!
-
Level Baru Kuliner Jambi, Kopitiam Tetangga Hadirkan Rasa di Atas Rata-Rata
-
Jungkook BTS Ukir Sejarah jadi Penyanyi Korea Pertama Masuk Buku Edukasi AS
-
Tren Sujud Freestyle Berujung Petaka: Alarm Keras Dunia Pendidikan
-
Drakor Love Virus Gaet Jo Yu Ri dan Kim Dong Hwi Jadi Pemeran Utama