Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong menerima tantangan baru dalam karier kepelatihan profesionalnya. Ketika masih resmi menjabat sebagai wakil presiden induk sepak bola Korea Selatan dan Direktur Teknik Seongnam FC, pelatih yang memiliki banyak pencapaian bersama Timnas Indonesia tersebut secara resmi juga menerima tawaran dari raksasa sepak bola Negeri Ginseng, Ulsan Hyundai untuk menjadi nakhoda mereka.
Pria yang berhasil membawa Timnas Muda Indonesia melaju hingga babak semifinal gelaran Piala Asia U-23 edisi 2024 lalu tersebut menjalin kontrak per tanggal 5 Agustus 2025.
Uniknya, Shin Tae-yong sendiri memegang tampuk kepemimpinan di klub milik perusahaan otomotif raksasa dunia asal Korea Selatan tersebut dengan menggantikan Kim Pan-gon, yang sebelumnya dikenal oleh para penggemar sepak bola Indonesia sebagai pelatih dari Timnas Malaysia.
Sekadar mengingatkan, sepertimana dilansir laman transfermarkt.com, Kim Pan-gon sendiri pernah menduduki kursi kepelatihan di skuat Harimau Malaya kurang lebih satu setengah tahun. Masa pengabdian Kim Pan-gon bersama Malaysia dimulai pada 21 Januari 2022 dan berakhir pada 16 Juli 2024 setelah memimpin skuat Negeri Jiran dalam 34 pertandingan.
Hanya berselang 12 hari setelah berpisah dari Timnas Malaysia, tepatnya pada tanggal 28 Juli 2024, Kim Pan-gon secara resmi menjadi pelatih dari klub Ulsan Hyundai, dan menjalani karier kepelatihannya di klub tersebut hingga saat ini sebelum pada akhirnya digantikan oleh Shin tae-yong.
Rekam Jejak Kim Pan-gon Bersama Ulsan Hyundai: Penuh Rekor Minor
Setelah didaulat untuk menjadi pelatih dari Ulsan Hyundai, Kim Pan-gon sejatinya berhasil memberikan warna dala permainan tim. Namun sayangnya, ketika berada di bawah kendali Kim Pan-gon, Ulsan Hyundai terkesan belum menemukan kestabilan dalam permainan.
Selain terlihat dari formasi permainan yang sering berubah-ubah, hasil yang dicapai oleh Ulsan bersama Kim Pan-gon juga sangat fluktiatif.
Tercatat, dari total 51 pertandingan yang dijalani oleh Ulsan bersama Kim Pan-gon, klub raksasa dalam persepakbolaan Korea Selatan tersebut hanya mampu memenangkan 20 pertandingan saja.
Sisanya, 11 pertandingan berakhir imbang, dan 20 pertandingan lainnya berakhir dengan kekalahan. Catatan gol yang ditorehkan Ulsan pun sama sekali tak menunjukkan identitas sebagai tim bertradisi juara selama dipegang oleh pelatih Kim.
Pasalnya, jika dibandingkan antara gol memasukkan dan kemasukan, anak asuh Kim Pan-gon ini masih memiliki "hutang", di mana mereka hanya bisa mencatatkan 63 gol dan kebobolan 65 jaringan. Maka tak mengherankan jika PPM (point per match) atau PPP (poin per pertandingan) yang dimiliki oleh Kim Pan-gon hanya berada di angka 1,39 dari maksimal 3 yang bisa didapatkan oleh seorang pelatih.
Lantas, apakah ada catatan lain yang membuat pihak klub akhirnya mengakhiri kerja sama dengan Kim Pan-gon dan menggantikannya dengan STY? Tentu saja ada!
Salah satu "pencapaian" negatif yang dicatatkan oleh Kim Pan-gon di akhir-akhir masa pengabdiannya adalah, dirinya pernah membawa Ulsan Hyundai tak pernah merasakan kemenangan dalam sepuluh pertandingan berturut-turut!
Pada tiga ajang berbeda yang dijalani Ulsan Hyundai semenjak bulan Mei 2025 lalu, yakni K1 League, Piala Dunia Antarklub dan Piala Korea, Ulsan yang sejatinya adalah tim berwarwah tinggi di persepakbolaan Korea Selatan, tak mampu sekalipun mendulang poin penuh.
Dalam 10 pertarungan terakhir bersama Kim Pan-gon, Ulsan hanya mampu meraih 3 hasil imbang, dan tujuh kekalahan. Dan yang membuat lebih ironis lagi adalah, lima di antara tujuh kekalahan yang diderita oleh Ulsan bersama Kim Pan-gon, terjadi dalam lima pertandingan berturut-turut!
Jadi, sepertinya wajar ya jika pada akhirnya pihak Ulsan sudah merasa gerah dan segera menggantikan eks pelatih Timnas Malaysia tersebut.
Baca Juga
-
Dear Ivar Jenner, Meskipun Tak Miliki Klub, Tolong Jadikan Liga Indonesia sebagai Opsi Terakhir!
-
Maarten Paes, Ajax Amsterdan dan Beban Pembuktian Julukan Mewah yang Dia Umumkan Sendiri
-
Anomali Maarten Paes, Naik Kelas Bergabung Raksasa Dunia saat Kompatriotnya Turun Kasta
-
Bertarung di FIFA Series 2026, Indonesia Dipastikan Tak Bisa Dapatkan Poin Maksimal dari Lawannya
-
Meskipun Meredup, Penggemar Liga Indonesia Harus Berterima Kasih ke Rafael Struick! Kok Bisa?
Artikel Terkait
-
Shin Tae-yong Move On dari Timnas Indonesia, Hatinya Kini untuk Ulsan HD
-
Alasan Penyerang Gunungkidul Pilih Berguru di Banten, Dulu Kesayangan Shin Tae-yong
-
Latih Ulsan HD Setelah Timnas Indonesia, Shin Tae-yong Naik Kelas?
-
Shin Tae-yong Bukan 'Orang Asing' di Ulsan HD, Lihat Saja Daftar Pemainnya
-
Reuni Besar Bisa Terjadi! 5 Pemain Timnas Indonesia Bisa Dipanggil STY ke Ulsan HD
Hobi
-
Ramadhan Sananta Bidik Jalan Pulang ke Liga 1, Persebaya Surabaya Siap Menampung?
-
Dear Ivar Jenner, Meskipun Tak Miliki Klub, Tolong Jadikan Liga Indonesia sebagai Opsi Terakhir!
-
Maarten Paes, Ajax Amsterdan dan Beban Pembuktian Julukan Mewah yang Dia Umumkan Sendiri
-
Anomali Maarten Paes, Naik Kelas Bergabung Raksasa Dunia saat Kompatriotnya Turun Kasta
-
John Herdman Optimis, Keberagaman Timnas Indonesia Bakal Jadi Senjata Baru?
Terkini
-
Rilis Foto Profil Baru, AKMU Dirikan Agensi Sendiri Usai Tinggalkan YG
-
Merosotnya Moral Remaja: Benarkah Korban Zaman atau Bukti Kelalaian Kita?
-
Manga Bungo Stray Dogs Umumkan Akhiri Cerita Bagian Pertama di Chapter 130
-
Narasi Perihal Ayah, Menyusuri Duka Kehilangan dari Sudut Pandang Anak
-
Bedah Makna Lagu Bernadya "Kita Buat Menyenangkan": Seni Memaafkan Hal Kecil