Pergerakan cepat langsung ditunjukkan oleh federasi sepak bola Indonesia, PSSI pasca gagalnya pertarungan FIFA matchday melawan Kuwait. Sepertimana yang telah kita ketahui bersama, rencana induk sepak bola Indonesia untuk mempertemukan Pasukan Garuda dengan Kuwait di FIFA matchday bulan September akhirnya urung terlaksana imbas mundurnya sang lawan beberapa waktu lalu.
Mau tak mau, federasi yang kini dipimpin oleh Erick Thohir tersebut langsung memasang jaring lobi-lobi untuk mencari pengganti bagi tim asal kawasan Timur Tengah. Dan tak berselang lama kemudian, tim pengganti Kuwait untuk menjalani pertandingan di tanggal 5 September nanti pun akhirnya didapatkan.
Dilansir laman Suara.com (28/8/2025), PSSI akhirnya mengumumkan bahwa tim asal kawasan Asia Timur, China Taipei atau yang dikenal luas dengan nama Taiwan sebagai pengganti Kuwait. Dengan demikian, maka rencana awal PSSI yang mengagendakan dua pertandingan bagi Timnas Indonesia di FIFA matchday bulan September ini tetap berjalan sesuai dengan rencana, meskipun terjadi perubahan lawan di dalamnya.
Namun sayangnya, meskipun PSSI telah mendapatkan lawan pengganti untuk pertarungan di awal bulan depan, apa yang dilakukan oleh induk sepak bola Indonesia tersebut cenderung asal comot. Pasalnya, jika dibandingkan dengan Kuwait yang mengundurkan diri, tentu saja kekuatan yang dimiliki oleh Taiwan tak bisa dikatakan setara.
Meskipun bukan menjadi kekuatan utama dalam persepakbolaan benua Asia saat ini, namun Kuwait dapat dikatakan sebagai negara kelas dua dalam persepakbolaan benua kuning. Seperti halnya negara-negara yang berasal dari kawasan Timur Tengah, Kuwait kerap menjadi tim kuda hitam dalam setiap turnamen level benua, dan cenderung lebih superior jika dibandingkan dengan negara-negara yang berasal dari regional Asia Tenggara.
Meskipun saat ini mereka berada di peringkat ke-138 dunia, namun sejatinya posisi tersebut tak merepresentasikan kekuatan mereka yang sebenarnya. Pasalnya, Kuwait sendiri baru beberapa tahun belakangan ini terbebas dari sanksi FIFA, yang mana hal tersebut berimbas pada merosotnya peringkat yang mereka dapatkan hingga saat ini.
Semenjak terbebas dari sanksi FIFA, Kuwait sendiri mulai tancap gas dalam push rank dan menebarkan ancaman kepada para rivalnya. Terbaru, mereka juga menjadi kontestan di ronde ketiga babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, yang mana juga sekaligus menjadi bukti yang tak terbantahkan terkait kualitas yang sesungguhnya dari negara satu ini.
Tentu saja hal tersebut sangat berbeda dengan China Taipei yang menjadi penggantinya di laga FIFA matchday melawan Indonesia. Alih-alih lolos ke ronde ketiga, China Taipei sendiri justru menjadi bulan-bulanan lawan mereka di ronde kedua kualifikasi Piala Dunia 2026 lalu.
Dalam catatan laman history AFC, China Taipei yang menjadi penghuni grup D, hanya mampu finish sebagai tim juru kunci klasemen tanpa raihan satu poin pun. Benar, sepanjang kampanye yang mereka jalani di ronde kedua ini, dalam enam pertarungan yang dijalani, China Taipei selalu menelan kekalahan daari Oman, Kirgistan dan bahkan Malaysia, baik saat bertarung di kandang sendiri terlebih saat tandang ke kandang lawan.
Bahkan, dalam rilisan peringkat FIFA disebutkan, China Taipei saat ini berada di posisi ke-172 dunia, yang mana tentu saja lebih rendah dari tim-tim medioker kawasan Asia Tenggara seperti Filipina, Myanmar atau Singapura.
Sehingga, ketika PSSI mengumumkan bahwa China Taipei akan menjadi lawan Timnas Indonesia untuk menggantikan Kuwait, maka yang pertama ada dalam benak sebagai penggemar sepak bola nasional adalah, pemilihan lawan ini terkesan asal comot.
Karena dari segi apapun, Timnas Indonesia tak akan mendapatkan banyak manfaat dari hasil yang akan mereka dapatkan ketika bertarung melawan tim dari Pulau Formosa tersebut.
Namun demikian, tentunya langkah yang telah ditempuh oleh PSSI ini patut untuk mendapatkan apresiasi. Pasalnya, dalam waktu yang singkat, mereka mampu mendapatkan pengganti untuk laga pertama FIFA matchday nanti.
Yah, walaupun lawannya cenderung downgrade dari sebelumnya, sih...
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Artikel Terkait
-
Kenapa Thom Haye Keluar dari Liga Eropa Pilih Persib Bandung?
-
3 Pemain yang jadi Saingan Sandy Walsh di Klub Buriram United, Siapa Saja?
-
1 Detik Debut di Persib Bandung, Thom Haye Langsung Cetak Rekor Gila
-
Wejangan Pelatih Brasil untuk Arkhan Fikri & Salim Tuharea Jelang Kualifikasi Piala Asia U-23
-
Coach RD Optimistis Timnas Indonesia Bisa Lolos Kualifikasi Piala Dunia 2026 Jika Konsisten
Hobi
-
Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Jadwal MotoGP Austria 2026: 3 Pembalap Ini Bersiap Menyelamatkan Diri!
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Prediksi Persija vs Persib: Duel Klasik Kembali ke GBK, Siapa Lebih Unggul?
Terkini
-
Mobile Suit Gundam RG XARX-ZERO Tayang April 2027, Hadirkan Dunia Baru
-
Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur
-
Mekanisme Reshuffle Kabinet: Hak Prerogatif atau Batas Konstitusi?
-
4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!
-
Sinopsis Haiwaan, Film Kriminal Dibintangi Saif Ali Khan dan Akshay Kumar