Kabar tak menyenangkan datang dari Arema FC yang harus kehilangan salah satu pemain mudanya, Achmad Maulana Syarif akibat cedera serius yang dialaminya pada pekan ketiga BRI Super League 2025/2026.
Pesepak bola asal Bandung itu harus menepi panjang setelah mengalami cedera lutut yang parah, tepatnya anterior cruciate ligament (ACL) saat menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Achmad harus ditarik keluar lapangan pada menit ke-31 karena salah tumpuan yang membuatnya merasakan sakit hebat di bagian lutut. Tim medis yang menangani langsung melakukan pemeriksaan intensif, termasuk MRI dan konsultasi dengan dokter spesialis ortopedi.
Hasilnya menunjukkan bahwa pemain berusia 22 tahun ini mengalami cedera ACL dan memerlukan tindakan operasi. Menurut Nanang selaku dokter tim, pemulihan cedera seperti ini membutuhkan waktu yang cukup lama.
Bahkan, Achmad kemungkinan besar harus absen hingga satu tahun penuh untuk memastikan proses penyembuhan berjalan maksimal dan menghindari risiko cedera ulang.
"Kalau memang operasi, musim ini sudah tak bisa lagi. Standar normal sembilan bulan, idealnya satu tahun. Fisioterapi penyembuhan luka, pemulihan fungsi lututnya, kemudian memperkuat struktur sendinya untuk aktivitas intensitas tinggi itu biasanya sekitar sembilan bulan. Kalau diburu-buru, rawan cedera ulang,” ujar Nanang sebagaimana menyadur ileague.id, Kamis (28/8/2025).
Kondisi tersebuf jelas menjadi pukulan berat bagi Arema FC. Sebab, Achmad Maulana tengah menunjukkan performa menjanjikan dan menjadi bagian penting dalam skema permainan tim Singo Edan, khususnya di posisi bek sayap kanan.
Kehadirannya memberikan stabilitas dalam bertahan dan opsi serangan dari sisi lapangan. Ketidakhadirannya akan memaksa tim untuk melakukan rotasi besar atau mendatangkan pemain baru sebagai pengganti.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi menegaskan bahwa cedera yang dialami Achmad bukan akibat kontak fisik dengan pemain lawan, melainkan murni akibat salah tumpuan. Ia juga mengonfirmasi bahwa cedera ACL tersebut sudah pasti membuat Achmad absen hingga akhir musim.
“Setelah dilakukan MRI dua kali dan dibawa ke dokter ortopedi untuk memastikan, sudah dijudge kena ACL dan harus operasi. Jadi mungkin dia tidak bisa bertanding sampai akhir musim,” ungkapnya.
Kehilangan Achmad juga berdampak besar pada rencana Timnas Indonesia U-23. Pemain yang sebelumnya sempat menjadi bagian dari skuad Garuda Muda ini harus dicoret dari daftar pemain untuk Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 yang akan berlangsung pada awal September 2025.
Pelatih Gerald Vanenburg awalnya mempertimbangkan kembali memanggil Achmad, tetapi cedera ACL membuat hal tersebut mustahil diwujudkan.
Achmad Maulana Butuh Waktu untuk Pulih, Dukungan Diharapkan Terus Mengalir
Dengan masa pemulihan yang bisa mencapai sembilan hingga dua belas bulan, Achmad Maulana menghadapi perjalanan panjang yang tak hanya melelahkan secara fisik, tapi juga mental. Proses fisioterapi, pemulihan fungsi sendi, hingga penguatan struktur lutut memerlukan dedikasi tinggi dan dukungan penuh dari tim medis, manajemen klub, dan para suporter.
Arema FC kini tengah mempertimbangkan berbagai opsi untuk mencari pengganti yang sepadan di posisi bek sayap kanan. Tim pelatih menyadari bahwa ketidakhadiran Achmad akan sangat terasa jika tidak segera ditangani secara taktis. Saat ini, proses scouting pemain tengah berjalan, baik dari internal maupun eksternal tim.
Selain kehilangan secara teknis, cedera ini juga menjadi kehilangan emosional bagi Arema FC. Pasalnya, Achmad dikenal sebagai pemain muda yang penuh semangat, rendah hati, dan punya potensi besar untuk menjadi bintang masa depan. Perannya di dalam dan luar lapangan memberi warna tersendiri dalam perjalanan tim di awal musim ini.
Bagi Timnas Indonesia U-23, absennya Achmad menjadi kehilangan besar dalam persiapan menuju Kualifikasi Piala Asia U-23. Cedera ini mengganggu rencana pelatih untuk menurunkan formasi terbaik. Achmad dianggap sebagai pemain dengan visi bermain dan kemampuan bertahan yang solid, sesuatu yang langka di usianya.
Kondisi ini seakan mengingatkan kita bahwa sepak bola bukan hanya soal hasil di atas lapangan, tapi juga perjuangan di balik layar, termasuk pemulihan dari cedera. Proses yang tengah dijalani Achmad membutuhkan kesabaran, dukungan moral, dan semangat juang tinggi agar ia bisa kembali dengan kondisi yang lebih kuat musim depan.
Cedera ACL yang menimpa Achmad Maulana menjadi kabar buruk bagi dua pihak sekaligus, yakni Arema FC dan Timnas Indonesia U-23. Kehilangan pemain muda bertalenta ini tidak hanya berdampak pada sisi teknis, tetapi juga moral dan semangat tim.
Mari kita doakan yang terbaik agar musim depan ia bisa kembali menunjukkan kualitasnya sebagai bintang muda Indonesia.
Baca Juga
-
Tayang Oktober, Drakor Final Table Bagikan Keseruan Pembacaan Naskah
-
Kim Ji Yeon dan Park Seo Ham Tampil Serasi di Script Reading Dive Into You
-
Ada yang Hilang dari Xdinary Heroes, Lagu Lost and Found Jadi Lebih Nylekit
-
Bentrok Jadwal, Lee Jong Suk Dipastikan Batal Bintangi Iseop's Romance
-
Persebaya Siap Taklukkan Cuaca Panas di Bhayangkara, Bisa Rebut Tiga Poin?
Artikel Terkait
Hobi
-
VR46 Rilis Buku Baru, Marc Marquez Ngaku Baru Mau Baca Kalau Sudah Pensiun
-
Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Jadwal MotoGP Austria 2026: 3 Pembalap Ini Bersiap Menyelamatkan Diri!
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
Terkini
-
Jangan Asal Ikut-ikutan Resign! Beda Kasta Antara Privilege Finansial dan Perjudian Ekonomi
-
5 Peptide Sheet Mask untuk Samarkan Garis Halus dan Bikin Kulit Kenyal
-
Di Balik Lucunya Anak Ayam Warna-warni: Nyawa Rentan yang Dijadikan Mainan Murah
-
Kupas Lagu Teh Hijau Tulus, Sulitnya Mencari Rasa yang Hilang
-
Pikirannya Nggak Bisa Diam? Kenali 4 Jenis Overthinking dan Cara Mengatasinya