Situasi memanas di dalam negeri membuat beragam sektor menjadi terkena imbasnya. Selain melumpuhkan sektor ekonomi kemasyarakatan, aksi massa yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia tersebut juga kini mulai merambahkan dampaknya ke bidang pendidikan.
Bahkan, jika kita merunut pada laporan yang dirilis oleh laman Suara.com, demo yang terjadi di 20 kota di wilayah Indonesia tersebut juga membuat bidang-bidang lain seperti olah raga juga merasakan dampaknya.
Bukan hanya itu, jika situasi dalam negeri masih belum juga terkendali dan stabil, tiga agenda sepak bola dalam negeri yang tengah berlangsung dan akan berlangsung, juga bakal mendapatkan dampaknya akibat hal ini.
Sudah bisa menebak, apa saja tiga agenda sepak bola dalam negeri yang kini dalam ancaman imbas situasi yang tak stabil seperti saat ini? Mari kita ulas bersama!
1. Indonesia Super League
Agenda sepak bola dalam negeri yang sudah merasakan dampak dari tak stabilnya situasi saat ini adalah gelaran Indonesia Super League.
Dilansir laman Suara.com (31/8/2025), liga yang baru merampungkan empat matchday pertamanya tersebut bahkan sudah harus merasakan penundaan laga yang telah dijadwalkan.
Dari laman yang sama diinformasikan, setidaknya ada tiga laga yang seharusnya dimainkan pada Minggu (31/8/2025) lalu mengalami penundaan, yakni laga PSM Makassar vs Persebaya Surabaya, Persib Bandung vs Borneo FC Samarinda, dan Persita Tangerang vs Semen Padang.
Alasannya pun jelas, karena situasi yang memang tak memungkinkan untuk digelarnya pertandingan, mengingat jika laga-laga tersebut tetap dipaksakan, maka faktor keamanan akan menjadi sangat riskan.
Berkaca dari laman ileague.id yang notabene merupakan laman resmi dari penyelenggara Indonesia Super League, PSSI sendiri mematok tanggal 11 September 2025 sebagai tanggal kembali bergulirnya liga, yang mana berkesesuaian dengan selesainya rangkaian FIFA matchday bulan September.
2. Kualifikasi Piala Asia U-23
Agenda kedua yang kini dalam ancaman imbas situasi dalam negeri yang belum stabil adalah babak Kualifikasi Piala Asia U-23.
Berdasarkan jadwal yang dirilis oleh laman AFC, rangkaian pertandingan untuk memperebutkan tiket ke putaran final di tahun 2026 mendatang akan dimulai pada tanggal 3 September 2025 besok.
Dan seperti yang telah ditetapkan oleh induk sepak bola benua Asia alias AFC, Indonesia didaulat untuk menjadi tuan rumah grup J, yang mana berisikan Indonesia, Laos, Macau dan raksasa sepak bola Asia dari kawasan Asia Timur, Korea Selatan.
Tentunya, situasi dalam negeri saat ini sangatlah tidak menguntungkan bagi Timnas Indonesia U-23. Jika nantinya AFC tetap memutuskan Indonesia sebagai tuan rumah, maka bisa saja pertandingan yang digelar harus steril dari para penonton.
Atau jika tidak demikian, maka bisa saja AFC memutuskan untuk mencabut status Indonesia sebagai tuan rumah babak kualifikasi dan memberikannya kepada negara lain.
3. FIFA Matchday Bulan September 2025
Bukan hanya guliran Indonesia Super League dan babak Kualifikasi Piala Asia U-23, satu agenda lain yang turut berada dalam ancaman adalah pertandingan FIFA matchday bulan September 2025.
Seperti yang telah diinformasikan oleh laman Suara.com (25/8/2025), Timnas Indonesia sendiri akan menjalani dua laga di agenda FIFA matchday kali ini. Laga pertama akan mempertemukan mereka dengan China Taipei pada tanggal 5 September 2025, dan laga kedua akan mempertemukan mereka dengan Lebanon tiga hari berselang.
Dalam keterangan laman yang sama disebutkan, baik laga pertama maupun kedua, semuanya digelar di Gelora Bung Tomo Surabanya. Dan yang membuat agak khawatir adalah, Surabaya merupakan salah satu kota yang masuk dalam daftar wilayah "panas" imbas adanya aksi massa yang terjadi di sana.
Tentunya, sebagai warga negara Indonesia dan penggemar sepak bola nasional kita berharap agar situasi dalam negeri saat ini segera membaik. Pasalnya, selain hal tersebut akan membuat kehidupan masyarakat menjadi normal kembali, stabilnya kondisi dalam negeri juga akan menjamin setiap agenda yang berkaitan dengan persepakbolaan di dalam negeri bisa berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Bagi Sebagian Warga Rembang Asli, Gaji UMR adalah Sebuah Impian dan Pencapaian Prestasi
-
Realita Pahit Lulusan SMK: Niatnya Bantu Keluarga, Malah Terjebak Gaji Kecil di Luar Kota
-
Penerapan UU Transfer Daerah dan Nasib Remang Masa Depan PPPK: Efisiensi Berujung Eliminasi?
-
April Mop: Selain Bukan Budaya, Juga Tak Cocok dengan Rakyat Indonesia yang Nanggung Literasinya
-
Maaf Pendukung Timnas Indonesia! Kali Ini Saya Sepakat dengan Komentar Bung Towel
Artikel Terkait
-
Perbedaan Ranking FIFA Timnas Indonesia dan Taiwan, Bakal Bentrok di GBT 5 September
-
Calvin Verdonk Merapat ke Lille, Para Penggawa Garuda Resmi Jelajahi 5 Kompetisi Terbaik Dunia
-
Pelatih Persija Blak-blakan Rizky Ridho dan Jordi Amat Tak Layak Dicoret dari Timnas Indonesia
-
Rekap Kabar Transfer Pemain Timnas Indonesia di Klub, Pada Pindah ke Mana?
-
Calvin Verdonk Belum Bisa Tenang Usai Gabung ke Lille karena Hal Ini
Hobi
-
Mulai Menjauh, Fabio Quartararo Sudah Tak Aktif Kembangkan Motor Yamaha
-
Angkot Praz Teguh Disulap Gofar, Jadi Show Car yang Curi Perhatian di IMX
-
Tak jadi ke Yamaha, Fabio Di Giannantonio Perpanjang Kontrak dengan VR46?
-
Event Offroad Legendaris Camel Trophy Hadir Kembali di Kalimantan Tribute
-
Diisukan Pindah ke KTM, Alex Marquez Masih Fokus Kembangkan Motor Ducati
Terkini
-
Cerita dari Dapur Kayu Bakar: Tradisi Memotong Ayam dan Doa Opung untuk Cucu Merantau
-
Rahasia Performa Atlet Dunia: Mengulas Fitur Proaktif Samsung Galaxy Watch8
-
Napoleon dari Tanah Rencong: Saat Sejarah Aceh Menjadi Nyata dalam Novel Akmal Nasery Basral
-
Gaet Anderson .Paak, Taeyong NCT Rayakan Kesuksesan di Lagu Solo Rock Solid
-
Menyelami Metafisika Jawa dan Ilmu Kanuragan dalam Novel Epik Candi Murca: Ken Dedes