Impian Timnas Indonesia U-23 untuk meneruskan capaian positif yang mereka raih di Piala Asia U-23 tahun lalu akhirnya pupus.
Bertekad untuk memenangi pertandingan melawan Korea Selatan, anak asuh Gerald Vanenburg tersebut justru harus kehilangan poin.
Alih-alih meraih kemenangan, gol tunggal dari Hwang Do-yoon pada menit ke-6, bahkan membuat Pasukan Garuda Muda tak mampu mendapatkan poin untuk menambah 4 mata yang sebelumnya telah mereka kumpulkan dari laga melawan Laos dan Makau.
Tentu, tak sedikit yang menyalahkan hasil imbang melawan Laos di laga perdana lalu sebagai salah satu biang kerok dari kegagalan Doni Tri Pamungkas dan kolega untuk lolos ke putaran final turnamen tahun depan.
Meskipun hasil imbang melawan Laos merupakan capaian yang sangat mengecewakan, namun pada faktanya andaipun Indonesia menuai kemenangan atas Timnas Laos di laga pembuka lalu, mereka juga tetap tak akan menjadi salah satu kontestan di turnamen yang dimainkan di Arab Saudi tahun depan tersebut.
Dengan kata lain, meskipun Indonesia U-23 mampu meraih poin penuh di laga melawan Laos, namun mereka akan tetap gagal untuk lolos jika mengacu pada kondisi persaingan tim peringkat kedua seluruh grup.
Pasalnya, sepertimana dilansir laman AFC, persaingan kelolosan melalui jalur runner-up terbaik kali ini membutuhkan modal yang tak main-main. Bagaimana tidak, tiga dari empat tim yang lolos ke turnamen melalui jalur ini, memiliki modal 7 poin!
Sementara satu tim sisanya, bermodalkan 6 poin, namun dengan tabungan gol yang mencapai dua digit.
China, Uzbekistan dan Lebanon yang menjadi tiga tim teratas pemegang tiket putaran final jalur runner-up terbaik, masing-masing dari mereka membawa 7 poin untuk masuk dalam persaingan ini. Sementara Uni Emirat Arab yang membawa modal 6 poin, bisa masuk ke posisi keempat karena mereka memiliki selisih gol mencapai 14!
Sekarang, coba kita komparasikan dengan Timnas Indonesia. Jika Pasukan Garuda Muda berhasil menang melawan Laos, maka mereka akan memiliki poin sebanyak 6, yang mana belum menjamin mereka untuk lolos.
Sehingga, jika berkaca dengan selisih 14 gol yang dimiliki oleh UEA, maka Indonesia yang saat ini memiliki selisih gol +4, membutuhkan setidaknya 11 gol agar mereka bisa mengegeser posisi tim Jazirah Arab tersebut dari peringkat keempat klasemen akhir jalur runner-up.
Sebuah misi yang tentunya sangat berat dan hampir tak masuk akal bukan? Mengingat, menghadapi Makau yang merupakan tim terlemah di grup saja mereka hanya mampu menang dengan margin 5 gol saja.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tag
Baca Juga
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
-
Realita Dunia Orang Dewasa: Bekerja Terasa Jauh Lebih Nyaman, Efek Pimpinan Baru yang Pengertian
-
Bagi Sebagian Warga Rembang Asli, Gaji UMR adalah Sebuah Impian dan Pencapaian Prestasi
-
Realita Pahit Lulusan SMK: Niatnya Bantu Keluarga, Malah Terjebak Gaji Kecil di Luar Kota
-
Penerapan UU Transfer Daerah dan Nasib Remang Masa Depan PPPK: Efisiensi Berujung Eliminasi?
Artikel Terkait
-
Timnas Gagal Lagi: Proses Tanpa Arah dan Suporter yang Semakin Lelah
-
Satu Kesamaan Buruk Kluivert dan Vanenburg Bersama Timnas Indonesia, Gegara Filosofi Belanda?
-
Rapor Miliano Jonathans dan Mauro Zijlstra di Laga Uji Coba Timnas Indonesia
-
Tak Ada Indonesia, Marwah Persepakbolaan Asia Tenggara di AFC U-23 Berada di Pundak 2 Tim Ini
-
Kabar Sial untuk Jay Idzes Jelang Lawan Arab Saudi dan Irak, Sabar Yah Bang...
Hobi
-
Sadar Diri, Marc Marquez Mengaku Tak Punya Kekuatan untuk Rebut Gelar Juara
-
Alex Rins Resmi Hengkang dari Yamaha, Didepak Diam-diam?
-
Build Fanny Tersakit 2026: Rekomendasi Item dan Emblem untuk Dominasi Jungle
-
Loyalitas di Tengah Perang: Peran Vital Darijo Srna di Shakhtar Donetsk
-
Triumph Rocket 3 Storm R, Motor dengan Mesin Lebih Besar dari Innova Zenix
Terkini
-
Mau Nonton Lebih Irit? XXI Sekarang Bolehkan Bawa Tumbler, Ini Syaratnya!
-
Menyoal Pungutan Galon dan Redefinisi Infak Pembangunan di Madrasah
-
Saat Harapan Pendidikan Berhadapan dengan Realitas Keterbatasan Ekonomi
-
5 Drama China Trope Friends to Lovers, Ada You Are My Lover Friend
-
Ronce Melati Siraman Syifa Hadju Viral, Didiet Maulana Beri Izin Ditiru?