Pelatih Timnas Indonesia U-23, Gerald Vanenburg gagal memenuhi target lolos putaran final Piala Asia U-23 yang telah ditetapkan oleh PSSI.
Kekalahan atas Korea Selatan, yang notabene adalah tim yang disingkirkan Indonesia di babak 8 besar turnamen edisi tahun 2024 lalu pada partai pamungkas grup J, membuat Dony Tri Pamungkas dan kolega hanya akan bertindak sebagai penonton saja di turnamen yang sebenarnya pada awal tahun 2025 mendatang.
Namun sayangnya, hampir sepekan setelah kegagalan Gerald Vanenburg membawa Indonesia U-23 ke AFC U-23, PSSI selaku induk sepak bola Indonesia, belum juga mengumumkan evaluasi yang mereka lakukan kepada sang pelatih.
Padahal jika dianalisis lebih mendalam, setidaknya ada 2 hal urgen yang bisa dijadikan bahan oleh mereka untuk melakukan evaluasi kepada sang pelatih. Sudah tahu apa sajakah itu? Mari kita bahas!
1. Memaksakan Permainan yang Tidak Efektif
Selama menjadi pelatih Timnas Indonesia U-23, pelatih Gerald kerap memainkan skema 4-3-3 berbasis ball possession.
Formasi dan skema ini terbilang cukup manjur jika berhadapan dengan tim yang memiliki kualitas di bawah mereka, namun menemukan permasalahan besar dan mengalami deadlock ketika bersua dengan negara yang memiliki level permainan setara atau lebih kuat daripada Indonesia.
Alhasil, anak asuh Gerald Vanenburg pun mengalami kebuntuan yang membuat mereka gagal menembus ketatnya pertahanan lawan.
Namun demikian, sang pelatih tak memiliki rencana cadangan ketika hal itu terjadi. Maka, ketika anak asuhnya kesulitan dalam membongkar pertahanan lawan, dirinya masih saja memaksakan permainan dengan pola yang masih sama, meskipun sama sekali tidak efetif.
2. Tak Memanggil Pemain yang Berpengalaman
Hal kedua yang bisa dijadikan bahan evaluasi PSSI kepada Gerald Vanenburg adalah terkait dengan keputusan sang pelatih untuk menepikan para pemain berpengalaman dalam pemanggilan yang dilakukannya.
Sepertimana dilansir laman transfermarkt.com, pada gelaran babak kualifikasi Piala Asia U-23 kali ini, pelatih Gerald tak memasukkan nama-nama penuh pengalaman sekelas Marselino Ferdinan, Ivar Jenner maupun Justin Hubner yang masih bisa bermain dalam tim.
Keyakinan diri yang tinggi Gerald Vanenburg dengan tak memasukkan mereka dalam skuat, justru berbuah blunder fatal, di mana pada akhirnya Timnas Indonesia U-23 gagal lolos ke turnamen yang sebenarnya setelah di edisi sebelumnya menjadi kontestan yang paling fenomenal pencapaiannya di putaran final.
Itulah 2 hal yang bisa dijadikan oleh PSSI sebagai bahan evaluasi bagi pelatih Gerald Vanenburg. Dengan harapan, semoga saja ke depannya Timnas Indonesia U-23 bisa lebih baik lagi.
Yah, meskipun sebelumnya sudah lebih baik daripada yang sekarang, sih!
Baca Juga
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
Artikel Terkait
-
Dear PSSI, Tolong Kembalikan Antuasiasme Kami pada Timnas Indonesia
-
Kegagalan Timnas U-23 dan Kerja Keras Shin Tae-yong yang Berakhir dengan Sia-Sia
-
Bukan Cuma Gagal Lolos, Timnas U-23 Juga Ditikung Tim Medioker ASEAN di Jalur Runner-up Terbaik
-
Gerald Vanenburg, Timnas Indonesia U-23 dan Kegagalannya yang akan Terus Diungkit
-
Pemain Keturunan Palembang Kirim Pesan Setelah Timnas Indonesia U-23 Gagal Total!
Hobi
-
MotoGP Australia 2026 Gagal Total: Selamat Tinggal Phillip Island!
-
Marc Marquez Pimpin Klasemen Sementara, Gelar Juara Dunia Sudah di Tangan?
-
Menghabiskan Sore Bersama Klub Corat-coret, Cara Bercerita Lewat Gambar
-
MotoGP Australia 2026 Batal! Marquez Tetap Kokoh, Harapan Veda Ega Pupus
-
Jadwal MotoGP Malaysia 2026: Apakah Jorge Martin Bisa Membalikkan Keadaan?
Terkini
-
Romantis! Alpha Drive One Bahas Koneksi Emosional di Lagu Baru, Talk To Me
-
Pemerintah Gemar Solusi Instan, Siapa yang Menyelesaikan Akar Masalah?
-
Sisi Gelap Tren Thrifting: Niat Kurangi Limbah, Malah Nimbun Baju Bekas
-
5 Serum Vitamin C Lokal untuk Mencerahkan Kulit Kusam
-
4 Pelembap Andalan Bikin Wajah Lembap, Skin Barrier Kuat, Sekaligus Cerah