Usai kegagalan anak asuhnya dalam dua persaingan, yakni Piala AFF U-23 dan perburuan tiket putaran final Piala Asia U-23, Gerald Vanenburg memberikan pernyataan yang cukup unik.
Sepertimana unggahan akun instagram @liga1hub, pelatih berkebangsaan Belanda tersebut mengungkapkan bahwa anak asuhnya di Timnas Indonesia U-23, memiliki permasalahan fisik dan ketahanan.
Sepertimana dituliskan oleh akun instagram yang concern mengangkat isu-isu dan permasalahan di Liga Indonesia tersebut, pelatih Gerald menyatakan bahwa para pemainnya hanya bisa bermain optimal hingga sampai menit ke-60. Selebihnya, mereka mengalami kendala fisik yang pada akhirnya berimbas pada permainan di lapangan.
"Fisik dari pemain kita yang memang di kompetisi hampir tidak bermain. Kita di menit 60-an itu sudah banyak mengalami kendala juga karena tidak bisa bersaing secara fisik." ungkap sang pelatih.
Uniknya, statemen yang dilontarkan oleh Gerald Vanenburg tersebut juga sekaligus mengamini apa yang pernah dilontarkan oleh pelatih Timnas Indonesia sebelumnya, Shin Tae-yong. Dalam beragam kesempatan, pelatih berkebangsaan Korea Selatan tersebut juga menyampaikan, permasalahan utama para pemain Timnas yang dia asuh adalah dalam hal fisik yang kerap kedodoran.
Hanya bedanya, Shin Tae-yong secara global menyebutkan jika permasalahan itu terjadi ketika babak kedua bergulir, atau ketika pertandingan memasuki menit ke-70.
"Masalah yang saya lihat dari permainan Timnas adalah ketahanan. Saat di babak pertama, mereka bermain bagus, namun di babak kedua, tim tak bisa mempertahankan permainan bagus." ujar STY seperti dituliskan dalam unggahan akun @liga1hub.
Tentu saja pengakuan dua pelatih dari Timnas Indonesia ini semakin menunjukkan bahwa memang permasalahan pokok yang dimiliki oleh para pemain Indonesia adalah dalam hal fisik dan ketahanan. Dan lagi, sepakatnya Gerald Vanenburg dengan STY terkait permasalahan Timnas Indonesia yang satu ini, sekaligus juga mematahkan tudingan-tudingan minor para komentator yang menilai bahwa apa yang disampaikan oleh STY kala itu hanyalah sebuah hal yang mengada-ada.
Karena seringkali kita dengar, ketika STY melontarkan permasalahan ini ke muka umum, banyak pihak yang langsung melakukan counter terhadap pernyataan sang pelatih dan bahkan menudingnya mengada-ada.
Kalau pelatih Gerald saja juga setuju dengan yang disampaikan oleh STY, tentunya memang hal itu benar-benar terjadi dan bukan suatu hal yang dibuat-buat bukan?
https://www.instagram.com/p/DOduz9oAfNH/?igsh=cmdlcWpkdWg4ZDd2
Baca Juga
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
-
Realita Dunia Orang Dewasa: Bekerja Terasa Jauh Lebih Nyaman, Efek Pimpinan Baru yang Pengertian
-
Bagi Sebagian Warga Rembang Asli, Gaji UMR adalah Sebuah Impian dan Pencapaian Prestasi
-
Realita Pahit Lulusan SMK: Niatnya Bantu Keluarga, Malah Terjebak Gaji Kecil di Luar Kota
Artikel Terkait
-
Mengenal Makedonia Utara Calon Lawan Timnas Indonesia U-17: Rekam Jejak dan Gaya Main
-
Vanenburg Out? 2 Alasan Krusial PSSI Harus Evaluasi Pelatih Timnas Indonesia U-23!
-
Santer Jadi Incaran, 2 Pemain Keturunan Ini Batal Diproses Naturalisasi dalam Waktu Dekat
-
Drama Selesai! Mees Hilgers Lempar Senyum di Latihan FC Twente, Berpeluang Main Lawan NAC Breda
-
Bangganya Calvin Verdonk Sebut Shin Tae-yong Titik Awal Dia Bisa Bela Timnas Indonesia
Hobi
-
GILA! Mesin Ferrari F355 Dipasang ke Motor, Tenaganya 375 HP Brutal!
-
Kimi Antonelli Merasa Lebih Siap untuk F1 GP Miami 2026, Bakal Hattrick?
-
Venue Playoffs MPL ID S17 Diumumkan, Jakarta Velodrome Jadi Tuan Rumah
-
Tes Jerez 2026: Reaksi Pembalap Positif, MotoGP Bakal Makin Kompetitif
-
Jadwal F1 GP Miami 2026: Favorit Kimi Antonelli, Akankah Dia Menang Lagi?
Terkini
-
Tumpukan di Balik Senyum Desa Tambakromo
-
Sekolah Gratis Tapi Tak Setara: Hidden Cost yang Menyaring Status Siswa
-
Ilusi Sekolah Gratis: Biaya Tersembunyi yang Membungkam Mimpi Anak Bangsa
-
Sedekah yang Berubah Jadi Tagihan: Tradisi atau Tekanan Sosial?
-
Review The Price of Confession: Saat Ketenangan Terlihat Lebih Mencurigakan