Dubes Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen menyampaikan harapan besarnya agar Timnas Indonesia bisa bertemu dengan Timnas Belanda di Piala Dunia 2026. Menurutnya, laga ini akan menjadi momen bersejarah sekaligus penuh antusiasme bagi kedua kesebelasan.
Dalam wawancara eksklusif bersama ANTARA di Jakarta, Gerritsen menyebut bahwa impiannya adalah melihat Garuda berhadapan langsung dengan De Oranje di panggung terbesar sepak bola dunia.
"Yang kami harapkan tentu saja timnas Indonesia, tim Garuda, akan lolos ke Piala Dunia tahun depan di Amerika," ujarnya, Rabu (17/9/2025).
Ia menambahkan bahwa sekqrang Belanda juga sedang berjuang keras untuk meraih tiket ke Piala Dunia. Lalu impiannya adalah Oranje dan Garuda bisa saling berhadapan di turnamen tersebut.
Saat ini, perjalanan kedua tim memang belum selesai. Timnas Indonesia akan menghadapi laga penting di babak kualifikasi putaran keempat zona Asia bulan depan. Garuda akan bertanding melawan dua tim kuat, Arab Saudi dan Irak, di Grup B.
Sementara itu, Belanda tengah memimpin Grup G pada babak kualifikasi zona Eropa. Dengan mengoleksi 10 poin dari empat pertandingan, hasil tiga kemenangan dan satu kali seri, posisi Belanda cukup meyakinkan.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan pertemuan di luar Piala Dunia, seperti laga FIFA Match Day, Gerritsen memberikan sinyal positif.
"Sebagai duta besar Belanda di Indonesia, saya sangat berharap Belanda bisa datang ke Indonesia suatu hari nanti. Saya akan berusaha sebaik mungkin," jelasnya.
Lebih jauh, ia pun menyoroti antusiasme suporter Indonesia yang dinilainya luar biasa. Menurutnya, dukungan besar tersebut akan berpadu dengan basis penggemar Belanda di tanah air.
Menurutnya, Itu akan jadi pertandingan hebat dengan atmosfer dua kelompok pendukung besar.
Bagi masyarakat Indonesia, peluang bertemu dengan Belanda jelas bukan sekadar laga biasa. Ini menjadi ajang pembuktian sejauh mana perkembangan sepak bola nasional dalam beberapa tahun terakhir.
Bukan hanya di Indonesia, dukungan juga hadir dari masyarakat Belanda. Ada banyak pemain muda berdarah Indonesia yang memperkuat tim Garuda. Faktor ini membuat hubungan emosional antara kedua negara kian terasa.
Antusiasme Masyarakat Dinilai akan Memuncak
Jika laga Indonesia melawan Belanda benar-benar terwujud, atmosfer pertandingan diyakini akan luar biasa. Selain sebagai ajang olahraga, duel tersebut sarat nilai historis, sportivitas, dan kebanggaan nasional.
Pertemuan tersebut juga akan menarik perhatian komunitas diaspora Indonesia di Belanda. Mereka tentu ingin melihat negara asal leluhur mereka bersaing dengan negara tempat mereka tumbuh.
Tak hanya itu, pertandingan semacam ini berpotensi ditonton oleh jutaan penonton, baik di stadion maupun melalui siaran televisi. Kehadirannya bisa menjadi momentum penting untuk memperkuat citra sepak bola Indonesia di kancah global.
Dubes Belanda sendiri menekankan bahwa partisipasi masyarakat adalah kunci sukses terselenggaranya pertemuan tersebut. Dengan dukungan penuh dari kedua belah pihak, pertandingan bersejarah antara Timnas Indonesia dan Belanda diyakini mampu menciptakan memori yang tak terlupakan.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Tayang Oktober, Drakor Final Table Bagikan Keseruan Pembacaan Naskah
-
Kim Ji Yeon dan Park Seo Ham Tampil Serasi di Script Reading Dive Into You
-
Ada yang Hilang dari Xdinary Heroes, Lagu Lost and Found Jadi Lebih Nylekit
-
Bentrok Jadwal, Lee Jong Suk Dipastikan Batal Bintangi Iseop's Romance
-
Persebaya Siap Taklukkan Cuaca Panas di Bhayangkara, Bisa Rebut Tiga Poin?
Artikel Terkait
-
3 Faktor Non-Teknis yang Bisa Rugikan Timnas Indonesia di Putaran 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Timnas Indonesia vs Arab Saudi Tetap Pakai Wasit Kuwait Meski Diprotes PSSI, Ini Sosoknya
-
Pemain Timnas Indonesia Cuma Jadi Penonton Son Heung-min Hattrick di LAFC
-
Media Inggris Soroti Perubahan Taktik Patrick Kluivert di Timnas Indonesia
-
Pemain Belakang Timnas Indonesia Bikin Heboh Pekan Ini: Audero hingga Pattynama Tampil Gahar!
Hobi
-
FIFA ASEAN Cup: Pertaruhan Hidup-Mati Bagi John Herdman di Timnas Indonesia
-
Atletico Madrid Bekuk Real Madrid 2-1, Mourinho Mengamuk Bawa Kertas Bukti Kesalahan VAR
-
Raphinha Mesin Gol Baru FC Barcelona: 12 Gol dan Jadi Top Scorer La Liga
-
MotoGP Austria 2026: Pedro Acosta Gendong KTM jadi Juara di Kampung Halaman
-
Dunning-Kruger Effect: Matinya Kepakaran Akibat Penguasa yang Anti Kritik
Terkini
-
Jangan Remehkan Kata-kata: Bahasa Dipersempit, Pikiran Ikut Dikendalikan
-
Wildspeak: Ketika Alam Mengajarkan Anak Menciptakan Bahasa Sendiri
-
Pecahkan Rekor! The Early Spring Jadi Drama China Tersukses di Netflix
-
Seni Tidak Melakukan Apa-Apa: Membedah Konsep Niksen Lewat Neurosains
-
Humor yang Membunuh Sains: Menyoal Sentilan Prabowo dan Narasi Anti-Intelektual