Bayang-bayang sanksi tegas dari FIFA kini tengah mengintai Timnas Negeri Jiran, Malaysia. Menyusul keabsahan dokumen 7 pemain keturunan yang dimiliki oleh Malaysia, federasi tertinggi dalam persepakbolaan di dunia tersebut kini mulai membidik sanksi lanjutan terhadap tim Harimau Malaya.
Jika berkaca pada sanksi yang pernah diberikan oleh FIFA kepada Timor Leste, bukan tak mungkin selain menghukum denda dan larangan bermain bagi para pemain yang terlibat, induk sepak bola dunia tersebut juga berpotensi untuk menganulir hasil pertandingan yang telah dijalani oleh Malaysia, atau bahkan melakukan diskualifikasi keikutsertaan mereka di event-event yang kini mereka jalani.
Pada faktanya, apapun keputusan sanksi tambahan yang akan dijatuhkan oleh FIFA nanti, hal itu tetap akan membuat Malaysia mendapatkan kerugian besar.
Pasalnya, jikapun hukuman minimal dengan pengurangan poin dan menganulir hasil pertandingan yang telah didapatkan, hal tersebut tetap saja membuat Malaysia mendapatkan kerugian yang sangat besar.
Bahkan, hukuman ringan berupa pembatalan hasil laga di babak kualifikasi Piala Asia 2027 yang telah dijalani, sudah akan membuat Dion Cools dan kolega tersungkur dan menderita.
Bagaimana tidak, dengan posisi Malaysia saat ini yang berada di puncak klasemen grup F dengan koleksi 6 poin hasil dari 2 kali laga melawan Vietnam dan Nepal, jika sanksi pembatalan laga ditetapkan oleh FIFA, akan langsung membuat mereka menjadi pesakitan dan menduduki juru kunci klasemen sementara.
Dilansir dari laman AFC, Pada pertandingan melawan Nepal (25/3/2025) dan melawan Vietnam (10/6/2025) Malaysia berhasil memenangi pertarungan atas lawan-lawannya tersebut. Namun, karena di dua laga itu Malaysia menurunkan para pemain yang kini keabsahan dokumennya tengah dipermasalahkan oleh FIFA, maka mereka akan ditimpakan kekalahan masing-masing 0-3.
Hasilnya adalah, Malaysia yang semula berada di peringkat pertama dengan koleksi 6 poin, akan langsung kehilangan seluruh poinnya, serta memiliki selisih gol -6.
Sementara Vietnam yang mendapatkan tambahan 3 poin, akan beralih menjadi penguasa klasemen sementara, dan Nepal yang saat ini berada di posisi terakhir grup F, akan mendapatkan tambahan 3 poin dan +3 gol sehingga membuat mereka akan naik ke posisi kedua klasemen sementara.
Sementara Malaysia? Seperti yang telah disinggung di atas, jika sanksi pembatalan hasil pertandingan benar-benar ditetapkan oleh FIFA, maka Malaysia akan langsung terjun bebas ke posisi juru kunci klasemen grup F, tanpa memiliki satu poin pun dan selisih gol -6. Cukup mengenaskan bukan?
Namun patut dicatat, ini adalah sanksi minimal yang bisa ditetapkan oleh FIFA jika memang Malaysia terbukti melakukan naturalisasi pemain secara tidak sah. Bisa saja nantinya FIFA memberikan hukuman yang lebih berat kepada Harimau Malaya, seperti yang pernah mereka timpakan kepada Timor Leste di pertengahan dekade 2010an lalu.
Baca Juga
-
Maaf Pendukung Timnas Indonesia! Kali Ini Saya Sepakat dengan Komentar Bung Towel
-
Tak Perlu Branding Berlebihan, Kualitas Herdman Terbukti Lebih Baik Ketimbang Kluivert
-
John Herdman, Timnas Indonesia, dan Formasi Laga Debutnya yang Amat Intimidatif
-
Otak-atik Skuad Timnas di FIFA Series Tanpa Gelandang Serang: Apa Siasat John Herdman?
-
John Herdman, FIFA Series 2026 dan Lini Tengah Skuat Final yang Tak Lagi Jadi Dapur Pacu Serangan
Artikel Terkait
-
Tak Seperti para Pemain Indonesia, Bintang Malaysia Justru Makin Berkibar di Liga Jepang
-
Media Argentina Bongkar Fakta Skandal Naturalisasi Malaysia: Ada Peran Peter Cklamovski
-
Nasib Apes Pemain Ilegal Malaysia Facundo Garces: Disanksi FIFA, Ditendang Klub
-
Indonesia Disebut Biang Kerok Sanksi FIFA ke Malaysia, KOI: Jangan Aneh-aneh
-
CEO Timnas Malaysia: Kami Terkejut dengan Keputusan FIFA
Hobi
-
Ferrari F40, Proyek Supercar Terakhir Karya Enzo Ferrari yang Jadi Legenda
-
Salut! Marc Marquez Minta Dihukum Usai Buat Fabio Di Giannantonio Jatuh
-
Max Verstappen Isyaratkan Pensiun, Regulasi F1 2026 Dinilai Rusak Esensi Balap
-
Ducati Superleggera V4 Centenario, Pertama yang Pakai Carbon Ceramic Brakes
-
Menang di F1 GP Jepang 2025, Andrea Kimi Antonelli Pecahkan Rekor Lagi
Terkini
-
Menimbang Ulang Sekolah Daring di Tengah Krisis Global
-
Dari Perpustakaan ke Hamburg: Manis-Pahit Kisah Alster Lake
-
4 Toner Lokal Ukuran 200-500 ML, Solusi Awet Andalan Kulit Cerah dan Lembap
-
Selat Hormuz Ditutup, Laptop Dibuka: Apakah WFH Solusi Penghematan BBM Nasional?
-
Imajinasi Saja Tidak Cukup, Menulis Fiksi Juga Butuh Riset