Di kancah persepakbolaan kawasan Asia Tenggara, Malaysia selama ini dikenal sebagai negara yang cukup "berisik" dalam menggembar-gemborkan pencapaian.
Bukan hanya kalangan suporter, federasi mereka pun kerap membuat pemberitaan yang cenderung overproud baik dalam hal pencapaian kolektif tim, ataupun individual pemain. Tak jarang, kita sebagai pendukung Timnas Indonesia menemukan komentar-komentar yang bernada menyinggung dan membandingkan dari mereka termasuk dalam hal pemain yang dimiliki oleh kedua negara.
Namun, berbeda dengan Malaysia yang sedikit-sedikit menggembar-gemborkan talenta yang mereka miliki, Filipina justru tak terlalu mengumbar apa yang mereka miliki secara berlebihan. Ketika beberapa waktu lalu Malaysia dengan bangganya menyombongkan deretan pemain yang memiliki darah negaranya (meski hanya sebatas main klaim), Filipina justru terkesan adem-ayem meskipun saat ini salah satu pemain yang memiliki darah asli Filipina melakoni debut di tim senior Barcelona.
Dilansir dari informasi yang diunggah oleh akun instagram @seasiagoal baru-baru ini, pemain muda Barcelona yang memiliki darah Filipina asli, Dro Fernandez secara resmi merasakan debut perdananya di gelaran La Liga.
Berdasarkan data match report yang dirilis oleh laman transfermarkt.com, pemain berusia 17 tahun yang berposisi natural sebagai gelandang serang tersebut resmi mencatatkan menit bermain perdananya di pentas La Liga.
Dari laman yang sama diinformasikan, pemain kelahiran Nigran Spanyol tersebut masuk pada menit ke-46 dengan menggantikan Dani Olmo. Secara total, pemain yang juga menjadi langganan di tim Barcelona kelompok umur tersebut tampil selama 45 menit dan membawa eks klub Lionel Messi tersebut melakukan comeback 2-1 atas Real Sociedad.
Sekadar menginformasikan, darah Filipina yang mengalir ke tubuh Dro Fernandez ini bukanlah mengada-ada. Pasalnya, laman resmi transfermarkt sendiri sedari awal sudah memasang dua bendera dalam profil sang pemain, yakni Spanyol dan Filipina.
Dalam keterangan seasiagoal, darah Filipina dari pemain yang satu ini dia dapatkan dari sang ibu yang memang asli Filipina. Dan karena saat ini memiliki dua kewarganegaraan, Dro Fernandez masih memiliki kans untuk membela Spanyol maupun Filipina di usia mudanya sampai dirinya memutuskan untuk memilih salah satunya di level senior.
Hal ini tentunya berbeda dengan kasus yang dialami oleh pemain Malaysia, Facundo Garces. Di laman transfermarkt.com, Garces memang menyertakan dua bendera dalam profilnya. Namun patut dicatat, bendera Malaysia baru ditambahkan ketika dirinya menjadi warga negara negeri jiran tersebut pada bulan Juni lalu.
Sementara Dro Fernandez, sedari awal muncul di persepakbolaan profesional, dua bendera sudah langsung menyertai profilnya.
Kira-kira, bintang muda Barcelona ini akan memilih negara ayah atau ibunya ya?
Baca Juga
-
Piala Dunia 2026 dan Nestapa Korea Selatan yang Kembali Harus Menanggung Beban Prestasi Semu
-
Piala Dunia 2026 dan Tak Selarasnya Casing Timnas Maroko dengan Dapur Pacu Mereka
-
Piala Dunia 2026,Babak 32 Besar, dan Pertemuan Brasil dengan Jepang yang Terjadwal Terlalu Dini
-
Jika FIFA Bertindak Tegas, Kuota AFC di Piala Dunia Bisa Berkurang Gegara Tim-Tim Arab!
-
Bukan Arab Saudi apalagi Qatar, Kepulangan 4 Tim Ini Bikin Greget Piala Dunia 2026 Jadi Berkurang
Artikel Terkait
-
Luis Figo Kembali ke Barcelona, Insiden Kepala Babi 23 Tahun Lalu Bakal Terulang?
-
Gempa Filipina dan Sumenep Saling Berhubungan? Cek Faktanya
-
PSG Punya Rekor Menawan: Mampukah Enrique Redam Kenangan Pahit di Stadion Lluis Companys?
-
Luis Enrique Sebut PSG dan Barcelona Punya Gaya Main Serupa
-
Barcelona vs PSG: Rekor Seimbang dan Statistik Menarik Les Parisiens Kontra Blaugrana
Hobi
-
10 Julukan Pesepak Bola Dunia dan Kisah di Balik Namanya
-
Dikalahkan Belgia 2-3, Senegal Tak Mampu Ulang Memori Piala Dunia 2002
-
Romelu Lukaku Sanjung Karakter Kuat Belgia, Setan Merah OTW Tembus Final?
-
Cape Verde Siap Menang, Argentina Patut Waspada Jelang Perebutan 16 Besar
-
Harry Styles Rasa Suporter Lokal dan Menggemanya Wonderwall: Sisi Lain Kemenangan Inggris
Terkini
-
Ulasan Uncle Samsik: Potret Korea Selatan di Ambang Krisis Politik 1960
-
Genta yang Urung Berdentang
-
Revolusi Senyap di Piala Dunia 2026: Saat Negara 'Kecil' Memaksa Raksasa Bertekuk Lutut
-
Gen Z dan Quiet Luxury: Antara Gaya Hidup Baru atau Malah Tekanan Sosial?
-
Bakat Emas yang Terancam Layu: Refleksi Nasib Atlet Indonesia di Cabang Olahraga Ice Skating