Performa Marco Bezzecchi di GP Inggris lalu menjadi momen yang berharga sekaligus mengharukan bagi Sang Pembalap. Pasalnya, Bezzecchi diketahui baru saja keluar dari zona sulit akibat cedera.
Pembalap bernomor 72 tersebut berhasil meraih podium 3 baik di sesi sprint dan main race, serta sukses naik dari posisi 4 ke posisi 2 klasemen sementara.
Ini seakan mengembalikan performa Bezzecchi seperti di awal musim lalu, di mana dia tampil sangat baik dan konsisten hampir di setiap balapan hingga sempat memimpin klasemen.
Namun, disaat semua berjalan sangat baik, bencana lalu datang melanda. Di GP Assen, Bezzecchi kehilangan kendali bagian depan motornya, di Tikungan 15 saat berada di posisi keempat
Melaju di kecepatan 200 km/jam, kecelakaan tersebut membuat Bezzecchi terpental dan terguling di area gravel. Dalam kecelakaan ini, Bezzecchi mengaku mengalami cedera yang berat secara fisik.
"Kesalahan saya di Brno, lalu kecelakaan besar di Assen, itu mungkin sangat berat secara fisik karena saya hanya mengalami patah tulang rusuk di satu sisi, tetapi seluruh tubuh saya hancur," ujar Bezzecchi, dilansir dari laman Motorsport.
Namun, dampak yang lebih parah adalah Bezzecchi harus rela kehilangan posisi puncak klasemen dan diambil alih oleh rekan setimnya sendiri, Jorge Martin.
Belum selesai di sini, Bezzecchi kembali mengalami kecelakaan di GP Sachsenring yang semakin memperparah cederanya.
Dia mengalami patah tulang selangka kiri saat sesi kualifikasi Q2 MotoGP Jerman di Sirkuit Sachsenring pada Sabtu, 11 Juli 2026 lalu. Akibatnya, Bezz harus absen di seri tersebut.
“Lalu, Sachsenring, saya mampu bersaing, tetapi kemudian kesalahan lain berujung pada cedera ganda," tambahnya.
Kecelakaan berkali-kali, cedera parah hingga menyebabkan gagal tampil, serta kehilangan posisi puncak klasemen. Tentu ini menjadi saat yang tidak mudah bagi Bezzecchi. Bagi pembalap, cedera tidak hanya menyerang fisik, terkadang juga psikis.
Untungnya, Bezzecchi mendapat dukungan dari orang-orang terdekatnya, mulai dari keluarga, teman-teman, tim Aprilia, seluruh staf akademi VR46, bahkan Valentino Rossi, mereka tetap dekat dengan Bezz dan memberi semangat agar cepat pulih.
Hal seperti ini tidak terjadi pada Bezzecchi saja, pembalap lain seperti Marc Marquez, Jorge Martin, dan Raul Fernandez, yang notabene pernah mengalami periode sulit karena cedera, juga merasakan hal yang sama.
Sama seperti Bezz, Marc Marquez dan Jorge Martin pun mengalami cedera parah ketika mereka sedang dalam puncak karier dan performa terbaik.
Di saat-saat seperti ini, mereka tidak hanya menjalani perawatan medis untuk mengembalikan fisik yang lemah, tapi juga harus mendapat dukungan moril dari orang-orang terdekat untuk mengembalikan mental yang jatuh.
“Itu adalah periode yang sulit. Ketika Anda mengalami periode seperti ini, saya yakin orang-orang ini (Jorge Martin dan Raul Fernandez) tahu betul bahwa banyak sekali hal yang terlintas di pikiran Anda dan sulit untuk berhenti memikirkannya," katanya.
Kendati demikian, saat ini Bezzecchi bisa bernapas lebih lega karena bisa melewati momen tersebut. GP Inggris menjadi bukti bahwa Bezz bisa bangkit kembali meskipun kondisi fisiknya masih belum seratus persen pulih.
“Sekarang saatnya untuk beristirahat sejenak dan mencoba memulihkan diri dengan baik, terutama dalam hal persiapan fisik, karena itulah yang sangat saya butuhkan di akhir pertandingan," pungkasnya.
Seri berikutnya adalah GP Aragon, sirkuit ini memang bukan favorit Bezzecchi, tapi bukan berarti dia tidak bisa tampil maksimal dan memberi kejutan. Menurut kalian, di posisi berapa Bezzecchi akan finis di Aragon nanti?
Baca Juga
-
Ikhlas Tinggalkan MotoGP, Jack Miller Siap Buktikan Diri di WorldSBK 2027
-
Sempat Ragu, Kenapa Marc Marquez Yakin Bertahan di Ducati hingga 2028?
-
Mau Jual Makanan yang Lagi Viral? Ini 5 Etika yang Perlu Diterapkan
-
Pimpin Klasemen, Jorge Martin Tak Mau Ambisi jadi Juara Dunia Lagi?
-
Bosan Dimsum Mentai? Ini 5 Kuliner Nusantara di Nganjuk yang Patut Dicoba
Artikel Terkait
Hobi
-
Ikhlas Tinggalkan MotoGP, Jack Miller Siap Buktikan Diri di WorldSBK 2027
-
Sempat Ragu, Kenapa Marc Marquez Yakin Bertahan di Ducati hingga 2028?
-
Fabio Calonego Ungkap Target Pribadi bersama Era Baru Persija Jakarta
-
Bali United Bertekad Dominasi Laga Kandang di BRI Super League 2026/2027
-
Jakarta Mulai Bersiap, 2 Lapangan Disiapkan untuk FIFA ASEAN Cup 2026
Terkini
-
4 Micellar Water Formula Low pH, Angkat Kotoran Kulit Kering Tanpa Ketarik
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Bukan Hanya di Lapangan, Ini Cara Komunitas Digital Rayakan 17-an
-
Huawei MatePad Pro Max (2026): Tablet Super Tipis yang Serius Mengajak Laptop Pensiun
-
Chiikawa The Movie Sukses Raup 6 Miliar Yen, Tayang di Indonesia 28 Agustus