Rumor keinginan federasi sepakbola Jepang untuk hengkang dari induk sepakbola Asia atau AFC menjadi sorotan dari publik sepakbola dunia. Pasalnya, Jepang yang merupakan kekuatan klasik di dunia sepakbola, khususnya di kawasan Asia menujukkan ketidakpuasannya kepada AFC yang dianggap terlalu berpihak kepada negara-negara asal Timur Tengah.
Melansir dari media asal Irak, yakni UTV yang dikutip oleh akun instagram @arsiptimnas, bahkan, Jepang berencana tak hanya hengkang dari AFC, tetapi memiliki keinginan untuk membentuk sub-konfederasi sendiri yang tetap berada di naungan FIFA. Tak hanya Jepang saja, negara rivalnya, yakni Korea Selatan juga memiliki keresahan yang sama dan berniat mengikuti langkah Jepang untuk hengkan dari AFC.
“Asosiasi Sepak Bola Jepang dan Korea secara resmi mengumumkan niat mereka untuk menarik diri dari Konfederasi Sepak Bola Asia setelah lelucon yang sedang berlangsung.” tulis media UTV.
Kondisi ini disinyalir dari ketidakpuasan Jepang dan beberapa negara di Asia Timur yang menganggap AFC terlalu berpihak kepada tim-tim asal Timur Tengah, baik di level tim nasional maupun negara. Melansir dari laman berita suara.com (20/10/2025), AFC dalam beberapa tahun terakhir memang terlihat lebih berpihak kepada negara asal Timur Tengah. Salah satu contohnya adalah penunjukkan Qatar sebagai tuan rumah Piala Asia 2019 dan 2023 silam. Lalu, Arab Saudi yang ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Asia 2027 mendatang.
Kondisi ini sendiri kian menimbulkan polemik jika Jepang dan Korea Selatan benar-benar ingin hengkang dari AFC dan membentuk sub-konfederasi baru di bawah naungan FIFA. Pasalnya, negara-negara lainnya di kawasan tersebut seperti Cina, Korea Utara, Mongolia dan Guam diprediksi juga ikut serta.
Bahkan, beberapa negara di kawasan Asia tenggara diprediksi pula akan keluar dari AFC dan mengikuti langkah Jepang dan Korea Selatan. Lalu, bagaimanakah dengan Indonesia? seperti yang diketahui, Indonesia kerap kali dirugikan dengan keputusan AFC dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, ada seruan jika PSSI keluar saja dari AFC dan bergabung ke sub-federasi lainnya semacam OFC.
Lalu, apakah ada keuntungan bagi Indonesia jika nantinya benar-benar keluar dari AFC dan bergabung dengan Jepang?
Jika Ikut Pindah Sub-Federasi, Timnas Indonesia Bisa Diuntungkan Sekaligus Dirugikan
Jika nantinya timnas Indonesia benar-benar hengkang dari AFC dan bergabung dengan federasi bentukan Jepang dan negara-negara Asia Timur lainnya, hal ini bisa memberikan dampak positif bagi timnas Indonesia. Pasalnya, sejauh ini memang timnas Indonesia kerap kali dirugikan saat bertemu dengan tim-tim asal Timur Tengah di ajang resmi.
Mulai dari penunjukkan wasit yang cukup kontroversial, pembatasan suporter yang datang ke stadion dan juga penunjukkan drawing tuan rumah yang dinilai merugikan skuad garuda. Dengan adanya rumor hengkangnya Jepang dari AFC dan berniat membentuk sub-konfederasi sendiri, maka jika Indonesia bergabung dengan sub-konfederasi tersebut nantinya akan meminimalisir adanya kecurangan-kecurangan terstruktur.
Namun, apakah tidak ada kerugian jika nantinya Indonesia ikut hengkang dari AFC dan gabung ke sub-federasi bentuka Jepang? Tentunya ada. Saat ini, jatah lolos Piala Dunia untuk kawasan Asia berjumlah 8+1 yang dimana delapan tim lolos langsung dan satu tim berpeluang melalui jalur play-off.
Jika nantinya Asia terbelah dua dan FIFA merestuinya, kemungkinan jatah tersebut akan terbagi menjadi 4+1 yang dimana empat tim lolos langsung dan satu tim melalui jalur play-off. Kondisi ini tentunya bisa merugikan timnas Indonesia dalam aspek persaingan yang dimana dua tiket lolos otomatis diprediksi akan diraih oleh Jepang dan Korea Selatan.
Lalu, dua tiket sisanya dipastikan akan diperebutkan oleh negara-negara lainnya semacam Korea Utara, Cina, Vietnam, Thailand, Malaysia dan Indonesia. Hal itu belum termasuk federasi Australia yang juga masih bagian dari AFF dan bisa saja ikut hengkang dari AFC yang bisa membuat persaingan kian ketat.
Jadi bagaimana menurutmu mengenai rencana Jepang hengkang dari AFC dan membetuk federasi baru? Apakah hal ini menjadi keuntungan bagi Indonesia atau justru kerugian jika ikut bergabung?
Baca Juga
-
Lamine Yamal Raih Gelar Piala Dunia, Era Baru Dunia Sepak Bola Telah Dimulai
-
Serba-serbi Piala Dunia 2026: Kiprah Fenomenal Vozinha hingga Drama Intervensi Aturan
-
Prancis Tersingkir, Taktik Individualis Didier Deschamps Resmi Gagal Total?
-
Lebih dari Sepak Bola, Inggris vs Argentina Jadi Laga Sarat Muatan Politik
-
Skandal Kartu Merah Piala Dunia: Bom Waktu yang Dipasang Sendiri oleh FIFA?
Artikel Terkait
-
Siapa Dean Fujioka? Resmi Cerai dengan Putri Bos Sido Muncul Vanina Amalia Hidayat
-
Akhirnya Buka Suara Usai Dipecat, Alex Pastoor Sebut Timnas Indonesia Tak Logis Punya Target
-
Jeleknya Taktik Akira Nishino Terbongkar saat Lawan Shin Tae-yong, Fakta Terungkap Lebar Ternyata...
-
Soal Rumor Keluar dari AFC, Jepang Akhirnya Beri Respons
-
SEA Games 2025, Masih Perlukah Timnas Indonesia Turunkan Pemain Diaspora?
Hobi
-
Gabung Aprilia, Pecco Bagnaia Balas Dendam pada Marc Marquez dan Ducati?
-
Tak Gentar! Davide Tardozzi Yakin Ducati Bisa Raih Gelar Juara Dunia
-
Toprak Razgatlioglu Masih Terpuruk sampai Paruh Musim MotoGP, Salah Jalan?
-
FC Barcelona 4-1 CE Europa: Sinyal Era Baru Hansi Flick Mulai Terlihat
-
Preview Semifinal VNL Putri 2026: 4 Tim Terbaik Berebut Tiket Final
Terkini
-
Memahami Zeus's Law dalam Film The Odyssey, Penyederhanaan Xenia Epos Homer
-
4 Micellar Water Probiotic Jaga Keseimbangan Skin Barrier pada Kulit Kering
-
Berhenti Menggosok Dudukan Toilet Umum dengan Tisu, Ini Cara Membersihkan yang Benar
-
Manga Sometimes Even Reality Is a Lie! Diadaptasi Jadi Anime, Tayang 2027
-
Bekerja untuk Hidup atau Hidup untuk Bekerja? Menggugat Obsesi pada Produktivitas