Setelah berdiam diri cukup lama pasca tersingkirnya Timnas Indonesia di ronde keempat babak kualifikasi Piala Dunia 2026, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir akhirnya muncul ke depan khalayak dan melakukan konferensi pers.
Alih-alih meminta maaf atas kegagalan Timnas Indonesia imbas keputusan sepihaknya mengganti Shin Tae-yong dari posisi pelatih di bulan Januari lalu, mantan presiden klub Inter Milan tersebut justru hadir dengan agenda utama membahas informasi terkait lowongnya jabatan pelatih Timnas Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, sepertimana dilansir laman Suara.com (26/10/2025) Erick Thohir juga menyampaikan target-target yang harus dicapai oleh pelatih Skuat Garuda yang baru nanti.
Uniknya, menurut Erick, salah satu kriteria kesuksesan bagi pelatih Timnas Indonesia yang baru nanti adalah, sang pelatih mampu membawa Timnas Indonesia melaju ke babak 16 besar Piala Asia edisi 2027 mendatang.
Iya, sobat bola Yoursay tak salah baca, target kesuksesan pelatih Timnas Indonesia menurut PSSI dan Erick Thohir adalah lolos ke babak 16 besar Piala Asia 2027!
Sebuah target yang tentu saja akan membuat kita semua selaku pendukung Timnas Indonesia akan mengernyitkan dahi rapat-rapat karena pencapaian tersebut sejatinya sudah pernah terlampaui di era Shin Tae-yong di Piala Asia tahun lalu.
Wajarnya, sebuah target yang dicanangkan dari akan berjenjang dan selalu meningkat derajatnya dari waktu ke waktu. Jika sebelumnya sebuah tim sudah pernah menggenapi pencapaiannya melaju ke babak 16 besar gelaran, maka seyogyanya target selanjutnya yang dibebankan kepada mereka adalah mencapai level berikutnya, atau dalam hal ini adalah babak 8 besar.
Karena jika penetapan target tak berubah dari waktu-waktu sebelumnya, atau dengan kata lain target tersebut sudah pernah didapatkan di periode sebelumnya, maka tentu kondisi tersebut tak bisa dikatakan sebagai peningkatan, atau bahkan jika kita tega, bisa menyebutnya sebagai downgrade target.
Dan lagi, jika babak 16 besar Piala Asia merupakan ukuran kesuksesan seorang pelatih Timnas Indonesia versi Erick Thohir dan PSSI, maka seharusnya Shin Tae-yong sudah memenuhi kriteria itu bukan?
Lantas, jika indikator kesuksesan seorang pelatih versi Erick Thohir dan PSSI sudah pernah direalisasikan oleh Shin Tae-yong, mengapa STY harus diberhentikan dari jabatannya? Dengan cara yang tak manusiawi pula!
Terlebih lagi, sebuah pertanyaan mendasar akan kembali muncul, jika pelatih anyar nanti hanya dibebani dengan target babak 16 besar Piala Asia yang sejatinya sudah dicapai oleh STY, lantas apa urgensinya menggantinya dari posisi sebagai pelatih Timnas Indonesia?
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
-
Cerita Bapak-Bapak PP Rembang-Tuban: Mengapa Saya Selalu Mengelus Dada Setiap Melintas di Jalur Ini?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
Artikel Terkait
-
Penyebab Timnas Indonesia Minim Pemain Diaspora di Piala Dunia U-17 2025, PSSI Terhalang Aturan
-
Siapa Jude Soonsup-Bell? Jebolan Chelsea, Ancaman Serius Timnas Indonesia
-
Tunjuk Timnas U-23 di Ajang FIFA Matchday, Langkah Bijak atau Blunder PSSI?
-
Nasib Terkini Marselino Ferdinan di AS Trencin, 2 Laga Tidak Dimainkan
-
Bukti Jay Idzes Jadi Inti dari Pertahanan Sassuolo, Apa Itu?
Hobi
-
Bukan Hanya Pembalap, Tim Tech3 Juga Tentukan Nasib untuk Tahun 2027
-
Kepala Pundak Kerja Lagi, Karya Sal Priadi Jadi OST Monster Pabrik Rambut
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
-
Atenx Katros Ubah Mio 2003 Jadi Motor Listrik, Tenaga Setara Motor 400 cc!
-
Marc Marquez Terpuruk, Aprilia Berpesta: Hanya Sementara atau Seterusnya?
Terkini
-
Tak Semua Cinta Bisa Diselamatkan: Tragedi Nara dan Jindo dalam Eye Shadow
-
Bocoran Samsung Galaxy S27 Ultra: Kamera Dipangkas, Teknologi Makin Cerdas
-
Dosa Lingkungan di Balik Label 'Ramah Bumi' yang Estetik
-
Bawa Identitas Neo! Taeyong NCT Perluas Genre Musik di Comeback Album WYLD
-
Memahami Dunia Anak Spesial: Review Novel Ikan Kecil yang Mengajarkan Empati Tanpa Menggurui