Dinamika naturalisasi pemain di tubuh timnas Indonesia mulai menunjukkan geliat di awal tahun 2026 ini. Melansir dari akun Instagram @arsiptimnas, setelah sebelumnya PSSI resmi memproses naturalisasi gelandang keturunan Belanda, Jordy Werhmann yang bermain di klub Madura United, kini, PSSI juga dikabarkan tengah mendekati pemain keturunan Belanda-Indonesia yang membela timnas Jerman, yakni Laurin Ulrich.
Kabar diincarnya mantan punggawa timnas Jerman U-17 dan U-20 tersebut bermula saat John Herdman selaku pelatih baru timnas Indonesia senior akan terbang ke Eropa guna memantau beberapa pemain keturunan yang bisa berpeluang dinaturalisasi dan membela timnas Indonesia. Usut punya usut, nama Laurin Ulrich disebut-sebut menjadi salah satu prioritas untuk dinaturalisasi saat ini.
Melansir dari laman resmi transfermarkt, gelandang berusia 20 tahun tersebut memang memiliki darah Indonesia dari kakeknya yang diketahui merupakan warga negara Belanda yang memiliki darah Indonesia. Namun, dirinya bisa membela timnas Jerman dikarenakan dirinya memang lahir di kota Heidenheim an der Brenz, Jerman.
Hal inilah yang membuat dirinya bisa membela tiga tim nasional sekaligus, yakni Jerman, Belanda dan juga Indonesia. Selain itu, dirinya juga disebut-sebut tengah diincar oleh beberapa klub raksasa kasta tertinggi sepakbola Jerman seperti Bayern Munchen, RB Leipzig dan juga Borussia Dortumund.
Melansir dari laman berita Suara.com pada Sabtu (31/01/2026), Laurin Ulrich juga mengakui jika dirinya memang memiliki garis keturunan Indonesia dari kakeknya. Dirinya juga mengaku memang memiliki kesempatan membela negara leluhurnya tersebut. Namun, saat ini dirinya masih dengan tegas menolak tawaran membela timnas Indonesia dan masih berharap masuk tim nasional Jerman.
“Kakekku memiliki leluhur dan akar keturunan Indonesia. Itulah mengapa saya punya akar keturunan Indonesia, dari Belanda dan Indonesia. Seringkali orang Belanda memiliki leluhur tertentu dari Indonesia dan begitulah saya. Tentu saja saya melihat setiap hari di media sosial bahwa saya di dukung di sana (Indonesia) dan itu membuatkan senang dan bangga bahwa mereka mengenalku. Mereka ingin meyakinkanku (bela Indonesia). Tapi kurasa saya sudah mengatakan itu terakhir kali. Saya tahu bahwa memiliki kesempatan, tapi saat ini masih relatif awal,” ujar Laurim Ulrich.
Pernyataan pemain klub FC Magdeburg ini memang menyiratkan jika dirinya dengan tegas menolak tawaran membela timnas Indonesia. Namun, hal itu berlaku saat ini dikarenakan usianya yang terbilang masih cukup muda dan masih bisa berkembang serta berpeluang masuk timnas Jerman atau Belanda nantinya.
Lantas, apakah kesempatan Laurin Ulrich membela timnas Indonesia sudah tertutup?
Meski Menolak, Peluang Laurin Ulrich Bela Indonesia Masih Tetap Terbuka Lebar
Jika melihat pernyataan dari Laurin Ulrich terkait peluangnya membela timnas Indonesia, memang sebagian besar orang akan beranggapan jika peluang gelandang muda tersebut membela skuad garuda sudah tertutup. Namun, hal ini sejatinya tidaklah benar mengingat beberapa rekam jejak pemain timnas Indonesia lainnya.
Melansir dari beberapa sumber di laman berita Suara.com, beberapa nama seperti Emil Audero Mulyadi, Kevin Diks hingga Mees Hilgers sebelumnya memang mengaku jika dirinya tak mempertimbangkan membela timnas Indonesia dengan berbagai alasan. Bahkan, nama Emil Audero Mulyadi juga sempat secara terang-terangan menolak membela timnas Indonesia dan berharap dipanggil timnas Italia.
Namun, kini nama-nama pemain tersebut justru setuju dinaturalisasi dan telah mencatatkan caps bersama skuad garuda. Terlebih lagi, Laurin Ulrich saat ini juga masih belum membela timnas senior Jerman dan masih berkesempatan membela timnas Indonesia di kemudian hari.
Tentunya jika PSSI benar-benar ingin Laurin Ulrich dinaturalisasi dan membela timnas Indonesia, maka harus bersabar dan membiarkan sang pemain berkembang dan menjadi lebih matang kedepannya. Selain itu, PSSI tetap harus memantau sang pemain jika menjadikan dirinya sebagai prioritas program naturalisasi.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Rekor Shin Tae-yong Jadi Hantu, John Herdman Dituntut Buktikan Kualitas di ASEAN Cup
-
Lamine Yamal Raih Gelar Piala Dunia, Era Baru Dunia Sepak Bola Telah Dimulai
-
Serba-serbi Piala Dunia 2026: Kiprah Fenomenal Vozinha hingga Drama Intervensi Aturan
-
Prancis Tersingkir, Taktik Individualis Didier Deschamps Resmi Gagal Total?
-
Lebih dari Sepak Bola, Inggris vs Argentina Jadi Laga Sarat Muatan Politik
Artikel Terkait
-
Polemik Transfer Maarten Paes: Dianggap Mahal untuk Seorang Kiper Pelapis!
-
Satu Nama Berpengalaman Eropa Menguat Jadi Asisten Pelatih John Herdman di Timnas Indonesia
-
Cerita Adik Pemain Persib Dion Markx, Xavier Markx Jadi Kapten di Tim Vitesse Arnhem
-
Bukan Cuma Piala Dunia, John Herdman Tantang Skuad Garuda Pecahkan Rekor Lawan Tim Eropa
-
John Herdman Hapus Debat Lokal vs Diaspora: Kita Melawan Musuh, Bukan Diri Sendiri
Hobi
-
Hasil Piala AFF: Kecerdikan John Herdman Antar Indonesia Libas Timor Leste
-
Bawa Garnacho dan Abraham, Aston Villa Siap Uji Mental Indonesia All Stars
-
Piala Presiden 2026: Persebaya Pastikan Tiket Semifinal usai Tekuk PSMS
-
Piala Presiden 2026 Hari Ini: Persebaya Tantang PSMS demi Tiket Semifinal
-
Jadwal Perempat Final VNL Putra 2026 Hari Ini: Jepang Hadapi China, Slovenia Ditantang Turki!
Terkini
-
Portofolio Digital Jadi Ijazah Baru, Senjata Gen Z Tembus Dunia Kerja?
-
Review Serafina Makes Waves: Buku Bergambar Penuh Tawa dan Pelajaran Hidup
-
4 Rekomendasi Parfum Lokal Aroma Teh, Cocok untuk relaksasi!
-
Budaya Menghakimi Era Digital: di Balik Layar, Dia Tetaplah Seorang Manusia
-
Cermin Politik Hari Ini: Ketika Fanatisme Memaklumi Etika yang Terabaikan