Kabar mengejutkan dari ajang SEA Games 2025. Beberapa hari menjelang pelaksanaan, Kamboja menariik diri dari beberapa cabang yang dipertandingkan, termasuk cabang olah raga sepak bola. Hal ini sontak menimbulkan kegaduhan bagi panitia yang telah melakukan drawing.
Berdasarkan drawing yang diadakan pada Rabu (19/11/2025), Kamboja sudah ditempatkan di grup A bersama Thailand dan Timorleste. Sedangkan timnas Indonesia U-22 berada di grup C bersama bersama Singapura, Myanmar,dan Filipina. Sementara unggulan lain, Vietnam berada di grup B bersama Malaysia dan Laos.
Dilansir dari laman suara.com, Kamis (27/11/2025) mundurnya Kamboja tidak lepas dari konflik yang beberapa saat lalu terjadi antara kedua negara. Keduanya sempat baku tembak di perbatasan hingga didamaikan oleh ASEAN dan Donald Trump.
Alasan keamanan bagi para atlet yang digunakan Kamboja untuk menarik para atletnya. Pengunduran diri ini dilakukan secara resmi melalui surat pada Rabu (26/11/2025). Alasan ini memang masuk akal. Dan Kamboja mengonfirmasi mundur dari 8 cabang olah raga.
Dampak Mundurnya Kamboja di Cabang Sepak Bola
Mundurnya Kamboja tak urung menimbulkan masalah besar dalam grup yang ada. Mundurnya Kamboja membuat peserra hanya tersisa 9 tim. Sementara berdasarkan drawing yang telah dilakukan masing-masing grup berisikan 3 tim, kecuali grup C di mana Indonesia berada.
Setelah proses pengunduran diri ini, panitia pelaksana memutuskan tidak akan melakukan drawing lagi mengingat sempitnya waktu. Namun jika tidak dilakukan, hal ini berpotensi merugikan tim yang berada di grup C, dimana mereka harus menjalani 3 pertandingan termasuk Indonesia.
Sementara itu, di grup A yang hanya berisi 2 tim cukup menjalani satu pertandingan saja, karena hanya tersisa Thailand dan Timorleste saja.
Namun setelah dilakukan pengkajian lebih mendalam, panitia memutuskan untuk melakukan drawing ulang. Namun jika langkah ini yang ditempuh dipastikan akan merusak segalanya, termasuk bagi Indonesia sendiri. Sebab drawing yang serampangan memungkinkan Indonesia berhadapandengan lawan yang sulit.
Singapura Dipindahkan ke Grup A
Kepastian tentang kondisi grup akhirnya terkuak saat panitia melakukan pemindahan salah satu tim di grup C. Dilansir dari instagram.com/theaseanfootbaal, Jumat (28/11/2025), paniyia memindahkan Singapura ke grup A. Sehingga grup A kini berisikan Thailand, Timorleste, dan Singapura.
Di sisi lain, grup C hanya menyisakan Indonesia, Myanmar, dan Filipina. Sehingga jatah bertanding masing-masing grup akan sama, yakni 2 pertandingan.
Perubahan ini jelas sangat menguntungkan Indonesia, sebab kini anak asuh Indra Sjafri hanya akan melakoni 2 pertandingan seperti yang lain. Hal ini sangat berguna karena akan lebih menghemat tenaga dan mengurangi kemungkinan cedera saat harus melangkah ke babak semifinal.
Pemindahan Singapura sendiri tentunya telah melalui pertimbangan matang. Sebab Indonesia termasuk unggulan sehingga potensi dipindahkan sangat kecil, sedangkan Singapura berada di pot bawah sehingga tidak akan terlalu berpengaruh jika dipindahkan.
Namun meskipun Indonesia diuntungkan, sebenarnya ada tim lain yang juga diuntungkan. Tim tersebut adalah Singapura. Pertama, Singapura diuntungkan seperti juga Indonesia hanya akan melakoni 2 pertandingan.
Keuntungang kedua, Singapura punya potensi lolos ke babak semifinal meskipun tidak terlalu besar. Perhitungannya adalah di grup C Singapura harus berhadapan dengan tim-tim kuat selain Indonesia, yaitu Myanmar dan Filipina. Filipina yang dahulu tidak begitu bersuara, kini mulai bangkit.
Kini di grup A langkah yang dilakukan Singapura lebih ringan. Pertama harus berusaha kalah sedikit mungkin dari Thailand. Kedua harus dapat menang atass Timorleste dengan jumlah gol yang banyak. Dengan kondisi ini, Singapura berpotensi turut memperebutkan runner up terbaik menuju semifinal.
Baca Juga
-
Tambah 4 Pemain Diaspora, Harusnya PSSI Berani Revisi Target SEA Games 2025
-
Lini Belakang Keropos, Persib Bandung Gagal Raih Poin di Singapura dalam ACL 2
-
Bangkit dari Cedera, Jorji Melaju ke Final Kumamoto Masters 2025!
-
Borong 2 Gol Kemenangan ke Gawang Arema FC, Eksel Runtukahu Penuhi Janjinya
-
Meski Kalah 0-4 dari Brazil, Timnas Indonesia U-17 Masih Punya Peluang
Artikel Terkait
-
Rapor Jay Idzes Usai Sassuolo Tumbang di Markas Como, Kurang Meyakinkan dan Rapuh
-
Timur Kapadze Diisukan Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Sesuai Kriteria PSSI?
-
Jay Idzes Berjuang Mati-matian, Tapi Como Terlalu Kuat untuk Sassuolo
-
Beri Sinyal Datangkan Ivar Jenner, Bos Persija Serahkan Keputusan ke Pelatih
-
Indra Sjafri Wajib Resah Lihat Statistik Penyerang Timnas Indonesia untuk SEA Games 2025
Hobi
-
Peluang Emas! Dua Wakil Muda Indonesia Berebut Tiket Final Syed Modi International 2025
-
Timur Kapadze Diisukan Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Sesuai Kriteria PSSI?
-
SEA Games 2025: Timnas Kamboja Mundur, Jalan Indonesia Pertahankan Emas Makin Terbuka Lebar
-
Absen di SEA Games 2025, Siapa yang Layak Gantikan Posisi Arkhan Fikri di Lini Tengah Garuda Muda?
-
Tambah 4 Pemain Diaspora, Harusnya PSSI Berani Revisi Target SEA Games 2025
Terkini
-
Ulasan Novel Missing Ex Karya Merinda, Misi Mencekam Mencari Mantan Kekasih
-
Inara Rusli Buat Laporan ke Bareskrim, Diduga karena Rekaman CCTV Rumahnya?
-
Yunita Lestari Buka Suara soal Ichal yang Dianggap Bukan Anak Daus Mini
-
Biar Nggak Gitu-Gitu Aja, Ini 3 Aktivitas Ngedate Antimainstream di Jogja
-
Tim Kebut Semalam? Ini Tips Belajar Zahid Ibrahim Biar Nggak Gampang Stres!