Tanda-tanda bakal terungkapnya pelatih anyar Timnas Indonesia senior dalam waktu dekat belakangan ini kian menguat. Setelah kurang lebih dua bulan pasca pemecatan Patrick Kluivert dari kursi nakhoda Skuat Garuda, induk sepak bola Indonesia mulai memberikan tanda-tanda bakal merilis nama pengganti.
Memang, jika dibandingkan dengan sebelumnya, penentuan pelatih Timnas Indonesia senior kali ini terbilang cukup lama. Pasalnya, sepertimana informasi yang diunggah oleh kanal YouTube Suara.com, PSSI sendiri tak ingin mengulang tragedi "beli kucing dalam karung" yang sempat mereka lakukan ketika menunjuk Kluivert di bulan Januari 2025 lalu.
Sejatinya, langkah yang dilakukan oleh federasi pada penentuan kali ini terbilang sangat berhati-hati. Meskipun terkesan lamban, namun faktor ingin mendapatkan pelatih yang tepat bagi Pasukan Garuda menjadi sebuah pertimbangan tersendiri yang mana menempati porsi terbesar dalam menentukan hasil akhir.
Terlebih lagi, dalam beberapa tahun belakangan ini, PSSI sudah mendapatkan dua bukti nyata yang saling bertolak belakang dalam diri Shin Tae-yong dan Indra Sjafri.
Sebuah pengalaman yang sangat berharga di mana peningkatan prestasi yang didapatkan oleh sebuah tim tak sepenuhnya bergantung pada materi pemain yang dimiliki, namun juga dikarenakan kualitas melatih dari sang nakhoda.
Perbandingannya seperti ini: Ketika Timnas Indonesia dengan materi pas-pasan diserahkan kepada Shin Tae-yong, Pasukan Garuda berhasil bertransformasi menjadi tim militan yang cukup disegani. Bukan hanya di level regional Asia Tenggara, namun juga di tingkatan benua Asia.
Seperti misal, di babak kualifikasi Piala Asia 2023 lalu, Timnas Indonesia asuhan STY hanya bermodalkan pemain berdarah campuran yang jumlah totalnya bisa dihitung dengan jari satu tangan yakni Elkan Baggott dan Marc Klok. Namun pada kenyataannya, tim itu berhasil lolos ke putaran final Piala Asia 2023 dan mempermalukan Kuwait yang bertindak sebagai tuan rumah babak kualifikasi.
Sementara di sisi lain, Indra Sjafri justru memberikan pengalaman yang sangat berbeda. Dibekali dengan barisan pemain mewah, pelatih asal Sumatra Barat tersebut justru tak mampu menaklukkan gelaran berlevel regional sekelas SEA Games yang dilangsungkan di Thailand.
Alih-alih mempertahankan medali emas yang digapainya dua tahun lalu, Indra Sjafri yang membawa sejumlah nama mewah sekelas Muhammad Ferarri, Ivar Jenner, Rafael Struick, Jens Raven hingga Mauro Zijlstra justru pulang cepat dan tak mampu lolos ke fase gugur.
Dari dua kasus ini, PSSI harus benar-benar belajar agar nantinya tak kembali mengambil keputusan yang salah. Dari STY dan Indra Sjafri, mereka bisa belajar bahwa sejatinya kumpulan pemain yang berkualitas tak serta merta membuat mereka menjadi kekuatan yang disegani jika tak disertai polesan pelatih yang tepat.
Dengan kata lain, ketika sebuah tim diserahkan kepada pelatih yang berkualitas, komposisi pemain dengan kualitas yang biasa-biasa saja pun bisa menjadi sebuah monster yang mengerikan bagi lawan-lawannya. Sementara kebalikannya, jika kumpulan pemain berkualitas diserahkan kepada pelatih yang tak berpengalaman, maka kehadiran mereka dalam sebuah event atau turnamen bisa jadi hanya sebagai pelengkap semata.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Bagi Seorang Ayah seperti Saya, Bulan Ramadan Justru Datangkan Perasaan Ngenes yang Berganda
-
Dapat Pekerjaan Baru, Patrick Kluivert Bakal Bikin Timnas Suriname Melesat Tajam! Tapi ke Mana?
-
Elkan Baggott Nyatakan Siap Comeback, Justin Hubner Harus Siap Jadi Tumbal The Big Elk!
-
Bagi LOSC Lille, Calvin Verdonk Belakangan Ini Tak Ubahnya Penjelmaan Dewi Fortuna Versi Lite
-
Sepertiga Akhir Ramadan dan Muslim Indonesia yang Harus Berjuang Lebih Keras Berburu Lailatul Qadar
Artikel Terkait
-
Statistik Suram Elkan Baggott Sepanjang 2025, Cuma Main 360 Menit
-
Justin Hubner Berduka Atas Kepergian Tragis Mantan Rekan Setimnya
-
Bukti Kuat PSSI Bakal Pilih John Herdman Jadi Pelatih Timnas Indonesia
-
Sisi Kelam John Herdman, Timnas Indonesia Pikir-pikir Lagi Deh
-
Mengulang Jejak Peter Withe, John Herdman Pelatih Inggris Kedua di Timnas Indonesia
Hobi
-
Awalnya Cuma Lelucon April Mop, BMW Sulap M3 Touring Jadi Mobil Balap
-
Gagal Finish di GP China 2026, Max Verstappen: Saya dan Tim Frustrasi!
-
Timnas Indonesia Krisis Ketajaman, Ole Romeny Jadi 'Tulang Punggung' Lagi?
-
Dapat Pekerjaan Baru, Patrick Kluivert Bakal Bikin Timnas Suriname Melesat Tajam! Tapi ke Mana?
-
Tanpa Matthew Baker dan Mierza? Bongkar Alasan Dua Pilar Utama Absen di Timnas U-19 Jelang AFF 2026!
Terkini
-
Shozen, Anime Adaptasi Komik Tiongkok Shang Shan, Dijadwalkan Tayang 2027
-
Bagi Saya Zakat Bukan Sekadar Ibadah, Tapi Solusi Sosial yang Butuh Dikelola Profesional
-
Dilema Gudang vs Lebaran: Mengapa Kita Terobsesi Bersih-Bersih Total?
-
Sony WF-1000XM6: TWS Bentuk Kacang dengan ANC Paling Nyaman
-
Budget Tipis? Ini 5 Headset Wireless Gaming Terbaik di Bawah 1 Juta