Pelatih timnas Indonesia senior yang baru, yakni John Herdman resmi diperkenalkan kepada publik beberapa waktu yang lalu. Melansir dari laman resmi PSSI (pssi.org), pelatih asal Inggris tersebut ditunjuk oleh PSSI menjadi arsitek kepala timnas Indonesia senior setelah sebelumnya posisi tersebut mengalami kekosongan selama beberapa waktu.
Ditunjuknya nama John Herdman sebagai pelatih kepala timnas Indonesia tentunya tak lain dan tak bukan karena misi PSSI yang menargetkan timnas Indonesia mampu berlaga di ajang Piala Dunia 2030 mendatang. Rekam jejak John Herdman yang cukup berpengalaman dan berprestasi bersama timnas Selandia Baru dan Kanada juga menjadi salah satu faktor ditunjuknya pelatih berusia 50 tahun tersebut menjadi pelatih kepala timnas Indonesia.
Lebih lanjut lagi, John Herdman sendiri juga mengakui jika visi misi yang diinginkan oleh PSSI cukup sejalan dengan apa yang dia kehendaki saat ini, khususnya mengenai keberlanjutan program naturalisasi pemain keturunan di skuad Indonesia. Program naturalisasi yang dilakukan oleh PSSI dan menuai kesuksesan dalam beberapa tahun terakhir turut mempengaruhi keputusan John Herdman memilih timnas Indonesia sebagai tempat berkarir selanjutnya.
Bahkan, John Herdman sendiri secara langsung ingin segera melalukan evaluasi dan pemantauan para pemain diaspora dan keturunan di Eropa. Melansir dari laman berita suara.com (14/01/2026), John Herdman bahkan sudah menetapkan kriteria dan persyaratan mutlak bagi para calon pemain naturalisasi timnas Indonesia, yakni bermain di liga teratas di benua Eropa.
“Ya, saya rasa kalau Anda melihat perjalanan saya bersama Kanada, saya punya filosofi yang sangat jelas. Untuk bisa bersaing di panggung dunia, Anda membutuhkan pemain level satu dan dua, pemain yang bermain di lima liga top dunia,” ujar John Herdman.
Terdengar gila bukan syarat tersebut? bagi sebagian orang, mungkin persyaratan yang ditetapkan oleh John Herdman tersebut sedikit susah untuk dipenuhi. Namun, sejatinya syarat tersebut masih bisa dipenuhi oleh beberapa pemain diaspora atau calon pemain naturalisasi timnas Indonesia.
Peluang Tambah Naturalisasi di Timnas Indonesia Masih Terbuka Lebar
Melihat syarat yang ditetapkan oleh John Herdman terkait calon pemain naturalisasi timnas Indonesia memang terlihat cukup sulit dipenuhi. Namun, sejatinya tak sesulit yang dikira banyak orang.
Melansir dari laman transfermarkt.com, saat ini ada beberapa nam punggawa pemain naturalisasi timnas Indonesia yang merumput di kasta tertinggi atau liga papan atas Eropa. Contohnya, ada nama Jay Idzes dan Emil Audero di Serie A liga Italia, Dean James, Miliano Jonathans dan Justin Hubner di kasta Eredivisie liga Belanda dan Kevin Diks yang bermain di kasta Bundesliga liga Jerman.
Lalu, bagi calon pemain naturalisasi timnas Indonesia ada beberapa pemain yang bisa diproyeksikan menjadi punggawa baru timnas Indonesia. Ada nama Tristan Gooijer yang bermain di kasta Eredivisie liga Belanda. Lalu, ada nama Lauren Ulrich yang kini bermain di kasta Bundesliga Jerman dan beberapa nama lainnya yang bisa diproyeksikan menjadi pemain naturalisasi timns Indonesia.
Selain itu, John Herdman juga mensyaratkan para pemain memiliki kecapakan dan pemahaman strategi yang cukup baik sebelum dinaturalisasi. Tak hanya itu, jam terbang pemain juga akan jadi acuan dari proses naturalisasi tersebut kedepannya.
“Anda butuh pemain yang sudah merasakan intensitas dan kecerdasan taktik sepak bola dunia dan sepak bola internasional. Jadi saya akan terus merekrut pemain yang kariernya menceritakan kisah terbaik. Dan karier sepak bola seseorang tidak berbohong, kalau Anda pemain top, Anda bermain di level tertinggi,” imbuh John Herdman.
Meskipun syarat yang ditetapkan John Herdman tersebut terdengan cukup sulit dan gila. Akan tetapi, sejatinya masih bisa dipenuhi jika para scouting dan pemandu bakat PSSI bisa jeli mencari pemain dengan kriteria tersebut.
Kini, kita akan menunggu siapakah pemain naturalisasi baru yang akan bergabung dengan skuad garud kedepannya.
Baca Juga
-
Dua Lawan Berat Menanti, Ini Target Utama Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026
-
Mengukur Kekuatan Lini Belakang Timnas Indonesia saat Tanpa Nama Jay Idzes
-
Performa Kian Gacor, Dean Zandbergen Disetarakan dengan Cristian Gonzales?
-
Ironi Super League: Liga Tertinggi yang Jauh dari Kata Profesional!
-
Membongkar Peluang Skuad Garuda di Grup F Piala Asia 2027: Ujian Mental Menuju Pentas Dunia
Artikel Terkait
Hobi
-
Dua Lawan Berat Menanti, Ini Target Utama Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026
-
Mengukur Kekuatan Lini Belakang Timnas Indonesia saat Tanpa Nama Jay Idzes
-
Resmi! Cal Crutchlow Gantikan Johann Zarco di GP Mugello 2026
-
Angka 61 yang Ikonik: Menilik Statistik Gila Rivalitas Lewis Hamilton dan Max Verstappen
-
Forza Horizon 6 Belum Lama Rilis, Mobil MBG Sudah Nongol di Jalanan Tokyo
Terkini
-
Writing with Fire Bukan Film, Mengulik Orang-Orang yang Menolak Dibungkam
-
Sulitnya Cari Parkir di Malang, Siapa yang Harus Berbenah?
-
Belajar Less Waste dari Selembar Tisu, Kenapa Perlu Stop Ambil Berlebihan?
-
Tanpa Layar dan Tanpa Langganan, Google Fitbit Air Tantang Dominasi Whoop?
-
Sidang Nadiem Mati Lampu Pas Buka Bukti Kunci, Netizen Cium Sabotase