Beberapa waktu lalu, Induk Sepak Bola Indonesia, PSSI memperkenalkan secara resmi John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia. Berdasarkan informasi yang dirilis oleh lama resmi federasi, perkenalan tersebut berlangsung di Hotel Mulia, Jakarta pada tanggal 13 Januari 2026.
Sebagai orang nomor satu di tubuh federasi, tentu saja Erick Thohir turut serta dalam kegiatan tersebut. Bukan hanya hadir, pria yang juga menjabat sebagai Menpora RI itu juga menjadi salah satu sosok penting dalam prosesi perkenalan tersebut.
Bahkan, dalam momen perkenalan John Herdman itu, Erick Thohir juga memberikan sedikit prakata.
"Saya mengharapkan dukungan maksimal dari para pemain, pengurus, dan juga pecinta sepak bola nasional yang mau menghargai proses pembentukan Timnas agar makin kompetitif,” ujar Erick Thohir dikutip dari laman PSSI.
Namun sayangnya, pernyataan dari Erick Thohir tersebut justru terkesan berbalik dengan kenyataan yang ada. Pasalnya, dalam pernyataan yang terlontar dari eks Presiden Inter Milan tersebut, dirinya mengharapkan adanya dukungan untuk menghargai proses.
Sebuah pernyataan yang tentunya dirasakan oleh para pendukung setia Timnas Indonesia sangat kontradiktif dengan apa yang telah diperbuatnya beberapa waktu lalu.
Alasannya cukup logis, karena ketika dirinya meminta seluruh elemen untuk mendukung adanya penghargaan terhadap proses pembangunan Timnas, namun Erick Thohir sendiri telah melakukan tindakan yang menghancurkan hal itu.
Bukti paling kentara tentu saja terlihat jelas ketika dirinya memecat Shin Tae-yong dari kursi kepelatihan Timnas Indonesia pada bulan Januari 2025 lalu. Saat itu, banyak pihak yang mengakui bahwa proses yang dilakukan oleh coach Shin semenjak akhir tahun 2019, sudah sangat nampak di Timnas Indonesia.
Meskipun belum memberikan gelar, namun dari segi kualitas permainan, tim yang berproses bersama pelatiha berkebangsaan Korea Selatan tersebut sudah sangat mampu untuk bersaing di level benua, bukan hanya di tingkatan regional.
Namun sayangnya, ketika Timnas Indonesia bersama Shin Tae-yong ibarat kata hanya tinggal selangkah saja untuk memetik hasil proses yang sudah dilakukan selama beberapa waktu, semuanya hancur seiring dengan tindakan Erick Thohir yang mengempaskan pelatih Korea Selatan di Piala Dunia Rusia tahun 2018 tersebut.
Alhasil, hasil dari proses panjang yang sudah ditempuh oleh STY beserta anak asuhnya itu pun pada akhirnya musnah dan membuat Timnas Indonesia harus kembali mengulanginya ke titik nol.
Sehingga, ketika di momen penyambutan John Herdman beberapa waktu lalu mengharapkan adanya dukungan terhadap proses pembangunan Timnas Indonesia, sepertinya hal itu cukup sulit untuk diterima oleh akal sehat para pendukung Skuat Garuda yang masih ingat betul dengan sepak terjang Erick Thohir beberapa waktu lalu.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Bukan Kebetulan! Ternyata Ini Bukti 'Semesta' Sudah Mengatur Spanyol Juara Piala Dunia 2026
-
Final Piala Dunia 2026 dan Lionel Messi: Akhir yang Penuh Nestapa bagi sang Legenda
-
Piala Dunia 2026: 4 Alasan Pertarungan Spanyol vs Argentina Patut Disebut Final Ideal
-
Tak Perlu Jadi Juara Dunia, Raih Peringkat Ketiga Sudah Cukup Bikin Inggris Catat Sejarah Besar!
-
Inggris vs Prancis: Konsistensi Penyerangan Prancis Berjumpa dengan Permainan Pragmatis Inggris
Artikel Terkait
-
Eks-Timnas Sebut Hadirnya John Herdman Bisa Dukung Pemain Lokal, Mengapa?
-
Sikap Erick Thohir Tak Banyak Bicara di Tengah Penunjukkan John Herdman Dipertanyakan
-
Miliano Jonathans Pamer Kelebihan Khusus Usai Resmi ke Excelsior Rotterdam
-
Dirumorkan Diangkut Persija Jakarta, Begini Statistik Lengkap Ivar Jenner
-
Maarten Paes Hampir Hattrick Tanggapi Isu ke Persib Bandung
Hobi
-
6 Daftar Negara yang Lolos Piala Dunia 2030, Spanyol hingga Argentina
-
7 Catatan Miris Argentina di Final Piala Dunia 2026: Nol Peluang dan Target
-
Bukan Kebetulan! Ternyata Ini Bukti 'Semesta' Sudah Mengatur Spanyol Juara Piala Dunia 2026
-
Siapa Keyne Yamal? Tingkah Gemas Adik Lamine Yamal di Piala Dunia 2026
-
Kisah Marc Cucurella: Cobaan Keluarga, Putra Autisme hingga Juara Dunia
Terkini
-
Bukan Sekadar Transportasi, KRL Mengubah Cara Saya Melihat Perjalanan Harian
-
Kebencian Salah Sasaran: Mengapa Perempuan Memusuhi Perempuan Lain?
-
Jatuh Cinta pada MRT Jakarta dan Semangat Baru Bertransportasi Umum
-
Berangkat Cerdas: Mengubah Lelah Menjadi Faedah di Bangku Transportasi Umum
-
Ulasan Novel Perundungan Maut, Pembalasan Dendam Para Korban Perundungan