Induk sepak bola dunia, FIFA pada akhirnya mengonfirmasikan para penghuni masing-masing grup di gelaran FIFA Series 2026. Seperti yang telah dirilis oleh FIFA, delapan negara yang bertindak menjadi tuan rumah di guliran resmi dari mereka tahun ini telah mendapatkan masing-masing tiga lawan, termasuk Indonesia.
Berdasarkan informasi yang telah dirilis, Indonesia yang bertindak sebagai tuan rumah, bakal bersaing dengan tiga negara lainnya, yakni Bulgaria dari konfederasi UEFA, kemudian Saint Kitts and Nevis dari konfederasi CONCACAF dan Kepulauan Solomon yang berasal dari konfederasi OFC.
Jika melihat konstelasi grup tempat Indonesia berada, tentunya ada di antara kita sebagai penggemar setia Timnas Indonesia yang merasa kecewa.
Pasalnya, negara-negara yang hadir dan mengisi grup Indonesia di ajang FIFA Series yang digelar pada bulan Maret mendatang, bukanlah negara-negara kelas satu dalam persepakbolaan dunia. Bahkan, mungkin negara-negara tersebut juga bukan termasuk kelas dua dalam hierarki dunia sepak bola saat ini.
Tentunya hal tersebut cukup mengecewakan. Karena pasti, ketika kita mengetahui Indonesia ditunjuk oleh FIFA untuk menjadi tuan rumah edisi kedua FIFA Series pada tahun lalu, bayangan kita adalah bisa menyaksikan tim-tim kelas wahid bertarung melawan kekuatan terbaik Pasukan Garuda.
Tak bisa munafik, dalam bayangan kita sebagai penggemar sepak bola nasional, tentunya kita berharap tim-tim sekelas Argentina, Brazil, Prancis, Inggris, Spanyol, Portugal, Belanda dan selevelnya yang akan hadir ke Tanah Air dua bulan mendatang.
Dengan label "Anak Emas FIFA" yang kerap digembar-gemborkan oleh para petinggi federasi, ekspektasi untuk melihat grup Indonesia dipenuhi dengan kekuatan-kekuatan utama di dunia sepak bola saat ini tentunya tak berlebihan.
Atau bahkan jika harapan untuk melihat kedatangan tim-tim sekelas mereka dianggap terlalu berlebihan, kehadiran tim kelas kedua pun tak masalah dan masih cukup masuk akal karena embel-embel Anak Emas FIFA yang diklaim tersemat di tubuh PSSI.
Sehingga, meskipun harapan untuk menyaksikan Pasukan Garuda bertarung melawan tim sekelas Argentina, Brazil dan selevelnya tak bisa terlaksana, setidaknya para pendukung Timnas Indonesia masih bisa menyaksikan tim kelas dua di persepakbolaan dunia seperti Uruguay, Denmark, Turkiye, Ukraina atau tim-tim kelas atas dari benua Afrika seperti Mesir, Kamerun, Aljazair dan tim-tim selevel mereka.
Namun sayangnya, seiring dengan resminya nama-nama kontestan di grup yang dihuni oleh Indonesia, harapan besar nan tinggi yang sebelumnya menghinggapi benak para pendukung, sontak terbanting.
Bukan hanya karena lawan-lawan yang dihadapi Indonesia nantinya di luar harapan yang sempat tersemat, namun juga karena lawan yang datang kualitasnya benar-benar jauh di luar janji dan komentar dari para petinggi federasi.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
Artikel Terkait
-
Amar Brkic Tembus Tim Utama Darmstadt U-19, Begini Karier Moncer di Luar Timnas Indonesia
-
Waspada! 3 Bintang Eropa Milik Bulgaria Siap Acak-acak Pertahanan Timnas Indonesia di Jakarta
-
Mengenal Kelme, Brand Legendaris Spanyol yang Dikabarkan Jadi Apparel Baru Timnas Indonesia
-
Selamat Tinggal Erspo? Timnas Indonesia Segera Punya Jersey Baru
-
Blak-blakan, Erick Thohir Ungkap Misi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
Hobi
-
Prediksi Barcelona vs Real Madrid, Duel Sengit Ditengah Badai Cedera!
-
Motor MotoGP akan Ikut Tampil di Ajang F1 Amerika 2026, Balapan Bareng?
-
Pola Pikir Baru Marc Marquez: Tak Ada Lagi Beban Juara, Siap Pensiun Kapan Saja
-
Menyelami Dunia Filateli, Saat Sejarah dan Kisah Dunia Tersimpan dalam Prangko
-
Dean Zandbergen Batal Jadi WNI, Duo Striker Brazil Justru Bisa Bela Timnas!
Terkini
-
Bahasa Daerah Vs Slang Internet: Apakah Identitas Lokal Gen Z Mulai Punah?
-
Dampak Bahaya Tone Deaf, saat Ucapan Merusak Empati dan Pertemanan
-
The Blue Road Rilis Teaser, Son Suk Ku dan Eita Nagayama Siap Buru Pembunuh
-
Muka Glowing tapi Rekening Kering: Saatnya Sadar Pentingnya Dana Darurat
-
Hak Guru Terlambat Dibayar, Sampai Kapan Pendidikan Harus Menunggu?