Seiring dengan kedatangan John Herdman ke tampuk kursi kepelatihan, Timnas Indonesia memasuki era baru. Kedatangan eks pelatih Timnas Kanada tersebut dipastikan akan mengubah peta permainan Anak-Anak Garuda di lapangan pertarungan.
Bukan hanya itu, perpindahan tongkat estafet kepelatihan dari Shin Tae-yong, ke Patrick Kluivert dan kini ke tangan Herdman, juga sedikit banyak memunculkan pertanyaan mengenai siapa yanga kan didaulat oleh pelatih berkebangsaan Inggris tersebut untuk menjabat sebagai kapten Timnas Indonesia.
Sebuah pertanyaan ringan yang beberapa waktu belakangan ini terus menggelitik, mengingat sejak era kepelatihan STY telah terjadi beberapa kali pergantian skipper di tubuh Pasukan Garuda.
Hingga saat ini, sejatinya para pemain yang pernah menjabat ban kapten di era kepelatihan sebelumnya masih menunjukkan permainan yang cukup impresif.
Baik Asnawi Mangkualam Bahar maupun Jay Idzes yang kerap dipercaya untuk mengemban jabatan kapten tim, masih menunjukkan permainan yang apik bersama klubnya masing-masing.
Asnawi hingga saat ini masih menjadi andalan klubnya, Port FC yang mentas di Liga Thailand, sementara Jay Idzes semakin hari semakin menunjukkan peran vitalnya bersama Sassuolo di pentas Liga Italia Serie A.
Namun, jika kita melihat dinamika permainan yang dialami oleh para penggawa Garuda Muda saat ini, akan sangat mungkin ban kapten di Skuat Garuda masih akan bertahan di lengan Jay Idzes.
Alasannya cukup sederhana, yakni karena Jay Idzes bermain dengan sangat stabil di sepanjang musim ini, dan menunjukkan grafik performa yang cukup meningkat dalam beberapa pekan terakhir ini.
Bukan hanya soal penampilan yang kerap mengundang decak kagum, alasan lain mengapa John Herdman bisa lebih memilih Jay Idzes sebagai kapten tim juga dikarenakan kemiripan budaya yang mereka miliki.
Baik Idzes maupun Herdman, sama-sama tumbuh di lingkungan yang berintikan iklim sepak bola Eropa, sehingga meskipun ada perbedaan, namun valuenya tentu jauh lebih minor ketimbang persamaan yang mereka miliki.
Bahkan, meskipun Herdman dan Jay Idzes belum sekalipun menjalankan perannya sebagai pelatih dan pemain di Timnas Indonesia di sebuah pertandingan, namun keduanya sudah menunjukkan kedekatan yang sangat nyata.
Seperti dilansir laman Suara.com (5/2/2026), Herdman terpantau menemui Jay Idzes dalam lawatannya memantau para pemain abroad yang berkiprah di Eropa.
Bahkan dalam berbagai pemberitaan dikabarkan, Herdman mengaku sudah menjalin komunikasi dengan Idzes meskipun belum ditunjuk sebagai pelatih Pasukan Garuda secara resmi.
Jadi, menurut saya pribadi, meskipun Timnas Indonesia memasuki era baru bersama John Herdman, namun untuk jabatan kapten di Timnas Indonesia, masih tak akan lepas dari lengan Jay Idzes.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
LCC 4 Pilar MPR dan Relasi Kuasa yang Menjadi Penyakit Akut Pemilik Kewenangan di Indonesia
-
Kampanye Less Waste More Future dan Cara Yoursay Kirimkan Paket yang Bikin Saya Pengin Meniru
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
-
Cerita Bapak-Bapak PP Rembang-Tuban: Mengapa Saya Selalu Mengelus Dada Setiap Melintas di Jalur Ini?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
Artikel Terkait
-
NGERI! Fisik Pemain Cape Verde, Calon Lawan Timnas Indonesia FIFA Series 2026
-
Agenda Menggunung di 2026, PSSI Siapkan Strategi Khusus untuk Timnas Indonesia
-
Pilih Gabung ke Liga Indonesia, Cyrus Margono Bisa Segera Debut di Timnas?
-
Timnas Indonesia Diajak Uji Coba Lawan Peserta Piala Dunia 2026, Ini Bocorannya!
-
3 Alasan Wonderkid PSV Sebas Ditmer Layak Jadi Rebutan Timnas Indonesia
Hobi
-
Verstappen Effect? Nrburgring 24H Ludes untuk Pertama Kali dalam Sejarah
-
Jadwal MotoGP Catalunya 2026: Marc Marquez Absen, Aprilia Berkuasa Lagi?
-
Strategi Rockstar "Menganaktirikan" Gamer PC? GTA 6 Rilis di Console Dulu!
-
4 Hal Menarik di MotoGP Prancis 2026: Jorge Martin Tampil Sempurna!
-
Katanya AI Mau Gantiin Manusia? Atlet Excel Ini Buktikan Robot Gak Ada Apa-apanya!
Terkini
-
Review Am I Loving You Alone: Vanesha Prescilla Resmi Jadi Vokalis Trio
-
6 Alasan Mengapa Kamu Suka Menggoyangkan Kaki Saat Duduk, Ada Hubungannya dengan Kepribadian?
-
WHOOP Bukan Sekadar Gelang, Saat Data Tubuh Jadi Bagian Gaya Hidup Modern
-
Pindang Bikcik Way Mayang: Kuah Segar Meresap, Makan Enak Gak Pake Tapi
-
Di Balik Modal Sarjana: Pendidikan Tinggi dan Racun Bernama Prestise Sosial