Perjalanan ajaib Timnas Futsal Indonesia berakhir di luar ekspektasi khalayak. Bertarung di pentas Piala Asia Futsal 2025 di kandang sendiri, anak asuh Hector Souto itu harus mengakui ketangguhan sang raksasa futsal Benua Kuning, Iran.
Dilansir laman Suara.com (8/2/2026), pada partai final yang diwarnai dengan kejar-mengejar angka tersebut, Indonesia harus terempas di ujung adu tendangan penalti dengan skor 4-5.
Dari laman yang sama diinformasikan bahwa pertarungan kedua tim harus diputuskan pemenangnya melalui adu tendangan penalti setelah keduanya bermain sama kuat 5-5 hingga usainya babak perpanjangan waktu.
Jika dilihat-lihat, tentunya kegagalan menyakitkan yang kini dialami oleh Timnas Futsal Indonesia sama sakitnya dengan kegagalan yang dialami oleh Timnas Sepak Bola Indonesia di bulan Oktober 2025 lalu.
Bagaimana tidak, baik Timnas Futsal Indonesia maupun Timnas Sepak Bola Indonesia, keduanya mengalami kegagalan hanya di satu babak saja jelang kesuksesan yang sudah berada di depan mata.
Ketika Timnas Futsal Indonesia mengalami kegagalan di detik-detik terakhir jelang rengkuhan gelar juara futsal Benua Asia yang sudah berada di ambang pintu, Timnas Sepak Bola Indonesia juga mengalami hal serupa, di mana mereka terjegal di ronde terakhir yang berjarak hanya selangkah saja dengan putaran final Piala Dunia 2026.
Namun demikian, meskipun kedua tim ini mengalami kegagalan yang cenderung menyakitkan untuk diingat-ingat, bisa dipastikan bahwa para pendukung relatif lebih ikhlas dengan kegagalan yang dialami oleh Timnas Futsal Indonesia.
Alasannya cukup sederhana, yakni karena Timnas Futsal Indonesia, mengalami kegagalan bersama Hector Souto yang selama ini telah berjuang keras membangun tim dan membuatnya laksana monster garang yang siap mencabik-cabik setiap musuh yang dihadapi.
Sehingga, ketika Timnas Futsal Indonesia gagal di partai final Piala Asia Futsal tahun ini, para pendukung memang sedih namun tak ada rasa kecewa yang berlarut-larut.
Ibarat kata, meskipun gagal, mereka mengalami kegagalan itu bersama Souto yang telah bekerja keras membentuk skuat terbaiknya sejak bulan Agustus 2024 lalu.
Tentunya hal ini berbeda jauh dengan apa yang terjadi di Timnas Sepak Bola Indonesia. Pasalnya, kekecewaan terbesar dari mayoritas pendukung Timnas Indonesia adalah ketika PSSI dan Erick Thohir melakukan pergantian pelatih dari Shin Tae-yong ke Patrick Kluivert.
Coach Shin yang sudah berjuang sedemikian keras membentuk tim dan membawanya di jalan yang lurus menuju kelolosan, justru di tengah jalan ditendang begitu saja oleh federasi. Hal inilah yang hingga saat ini masih terpendam menjadi kesumat di hati para pendukung setia persepakbolaan Indonesia.
Karena akan sangat mungkin, jika Timnas Sepak Bola Indonesia gagal di ronde keempat bersama STY, para pendukung akan jauh lebih ikhlas karena Pasukan Garuda mengalami kegagalan bersama sosok yang berjuang bersama mereka sedari awal perjalanan.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Tak Perlu Branding Berlebihan, Kualitas Herdman Terbukti Lebih Baik Ketimbang Kluivert
-
John Herdman, Timnas Indonesia, dan Formasi Laga Debutnya yang Amat Intimidatif
-
Otak-atik Skuad Timnas di FIFA Series Tanpa Gelandang Serang: Apa Siasat John Herdman?
-
John Herdman, FIFA Series 2026 dan Lini Tengah Skuat Final yang Tak Lagi Jadi Dapur Pacu Serangan
-
Ironisme Skuat Final FIFA Series 2026: Saat Pemain Paling Menjanjikan Harus Ternafikan
Artikel Terkait
-
Era Baru Timnas Indonesia, Siapa yang Bakal Dipilih John Herdman sebagai Kapten Pasukan Garuda?
-
Agenda Menggunung di 2026, PSSI Siapkan Strategi Khusus untuk Timnas Indonesia
-
Bukan Titipan PSSI, Arya Sinulingga Ungkap Alasan Pemain Naturalisasi Banjiri Super League
-
Indonesia Serius Kejar Tuan Rumah Piala Dunia Futsal 2028, FFI Menghadap Kemenpora
-
Chemistry Timnas Indonesia U-17 Belum Matang, Butuh Jam Terbang Lagi?
Hobi
-
Drama Sprint Race MotoGP Amerika 2026: Jorge Martin Taklukkan Austin, Marquez dan Diggia Tergelincir
-
Menolak Jemawa, Marco Bezzecchi Masih Enggan Bicara Soal Gelar Juara Dunia
-
Tak Perlu Branding Berlebihan, Kualitas Herdman Terbukti Lebih Baik Ketimbang Kluivert
-
Mental Baja! John Herdman Optimis Bidik Antar Tiket Piala Dunia 2030
-
Harapan Sederhana Oscar Piastri di F1 GP Jepang 2026: Hanya Ingin Memulai
Terkini
-
Cerita dari Desa Majona
-
Urban Loneliness: Kesepian yang Mengintai Pekerja di Kota Besar
-
Vibes Lebih Seram dan Gelap, Wednesday Season 2 Bongkar Rahasia Willow Hill & Burung Gagak Pembunuh
-
Dikatakan Atau Tidak Dikatakan itu Tetap Cinta: Memahami Rasa Lewat Sajak Tere Liye
-
Makna Daun Palma dalam Minggu Palma, Simbol Iman dan Pengorbanan