Timnas Indonesia usia muda harus kembali menelan kenyataan pahit karena perubahan kebijakan. Seperti yang diinformasikan oleh laman Suara.com (11/2/2026), Timnas Indonesia U-23 dipastikan gagal tampil di ajang Asian Games tahun 2026 ini.
Dari informasi yang beredar disampaikan, Konfederasi Sepak Bola Benua Asia alias AFC dan Komite Olimpiade Asia (OCA) menyetujui format baru bagi para kontestan Asian Games 2026 ini.
Dalam kesepakatan kedua pihak disebutkan, peserta Asian Games 2026 ini nantinya akan lebih ekslusif dan terbatas, di mana para kontestan akan diambil dari 16 tim yang lolos ke putaran final Piala Asia U-23 yang bergulir di awal tahun kemarin.
Itu artinya, Pasukan Garuda Muda yang gagal lolos ke putaran final Piala Asia U-23 di Arab Saudi kemarin, dipastikan urung untuk tampil di Asian Games 2026 ini karena ganjalan aturan baru tersebut.
Keputusan yang diambil oleh AFC dan OCA ini tentunya sangat mengecewakan dan membuat blunder yang dilakukan oleh pemangku kebijakan alias Erick Thohir maupun PSSI kembali memakan tumbal.
Pasalnya, setelah kegagalan berbagai level Timnas Indonesia di babak kualifikasi Piala Dunia 2026, SEA Games maupun babak kualifikasi Piala Asia U-23 beberapa waktu lalu, keputusan yang tak populis dari Erick Thohir dan PSSI tersebut juga berimbas kepada keikutsertaan Timnas Indonesia di ajang Asian Games.
Sumbu utamanya tentu saja karena Indonesia gagal lolos ke Piala Asia U-23 karena mengalami downgrade permainan di tangan pelatih baru, Gerald Vanenburg.
Jika dibandingkan dengan konsep permainan yang dikembangkan oleh STY, tentu kita sepakat apa yang diimplementasikan oleh coach Gerald masih berada di bawah permainan yang dipertontonkan oleh pelatih berkebangsaang Korea Selatan tersebut.
Bahka, berkaca dari data yang ada di laman AFC, perjalanan Indonesia di babak kualifikasi Piala Asia U-23 kemarin terbilang sangat mengecewakan. Bagaimana tidak, jika di tangan STY tim sekelas Australia, Yordania hingga Korea Selatan saja dibuat "ayam-ayaman" oleh tim asuhannya, di bawah asuhan coach Gerald, Timnas U-23 bahkan hanya mampu bermain imbang ketika bersua dengan Laos.
Padahal, berdasarkan lansiran laman Suara.com (26/12/2025), Timnas Indonesia U-23 yang diangkut oleh coach Gerald adalah tim yang sudah dipersiapkan oleh Shin Tae-yong untuk bersaing memperebutkan tiket gelaran sekelas Olimpiade.
Termasuk dalam persiapannya, mengerahkan Timnas Indonesia U-23 untuk turun di ajang Piala AFF 2024 yang notabene merupakan turnamen sepak bola paling prestisius di kawasan Asia Tenggara.
Namun sayangnya, ketika STY diganti oleh Erick Thohir dan PSSI, program jangka panjang yang telah disusun rapi itu harus ambyar di tengah jalan, dan berimbas pada banyak kegagalan termasuk meminta tumbal keikutsertaan Indonesia di ajang Asian Games edisi tahun ini.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
LCC 4 Pilar MPR dan Relasi Kuasa yang Menjadi Penyakit Akut Pemilik Kewenangan di Indonesia
-
Kampanye Less Waste More Future dan Cara Yoursay Kirimkan Paket yang Bikin Saya Pengin Meniru
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
-
Cerita Bapak-Bapak PP Rembang-Tuban: Mengapa Saya Selalu Mengelus Dada Setiap Melintas di Jalur Ini?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
Artikel Terkait
Hobi
-
Sedih, Marc Marquez Menangis saat Jelaskan Kondisi Fisiknya pada Tim Ducati
-
Verstappen Effect? Nrburgring 24H Ludes untuk Pertama Kali dalam Sejarah
-
Jadwal MotoGP Catalunya 2026: Marc Marquez Absen, Aprilia Berkuasa Lagi?
-
Strategi Rockstar "Menganaktirikan" Gamer PC? GTA 6 Rilis di Console Dulu!
-
4 Hal Menarik di MotoGP Prancis 2026: Jorge Martin Tampil Sempurna!
Terkini
-
Tuntutan 18 Tahun Nadiem: Angka Keadilan atau Pesan Politik yang Brutal?
-
Winnetou: Persahabatan Old Shatterhand dan Kepala Suku Apache yang Heroik
-
Ketika Demokrasi Dipimpin Satu Komando: Nasib Politik Islam Tahun 1959-1965
-
Film Animasi Bong Joon Ho Ungkap Pengisi Suara Bertabur Bintang Hollywood
-
Biaya Penjara Koruptor Mahal? Rampas Asetnya, Bukan Kurangi Penindakan!