Hubungan Ducati dengan Pecco Bagnaia kini tampak semakin buruk, ini adalah buntut dari performa angin-anginan yang dialami sang pembalap musim lalu. Pecco untuk pertama kalinya dalam 4 musim terakhir finis di urutan kelima klasemen akhir, dengan performa sepanjang musim yang mengkhawatirkan.
Sebelumnya, Pecco adalah pembalap andalan Ducati. Bagaimana tidak? Pembalap jebolan akademi VR46 tersebutlah yang berhasil membuat Ducati kembali merasakan euforia juara dunia setelah 15 musim lamanya.
Tahun 2022 dan 2023 menjadi tahun yang manis bagi tim Ducati Corse dan Pecco sebelum gelar tersebut terpatahkan oleh Jorge Martin pada 2024. Kemudian, di tahun 2025, Pecco mengalami kesulitan dengan motor Desmosedici GP25 yang tak kunjung usai hingga akhir musim.
Hal ini membuat Pecco tak hanya kehilangan gelar juara dunia lagi, tapi juga tersingkir dari deretan pembalap yang bersaing untuk kejuaraan. Dia kalah telak dari 2 pembalap Ducati lainnya, Marc dan Alex Marquez, Marco Bezzecchi dari Aprilia, bahkan Pedro Acosta dari KTM.
Keluhan yang terus dilontarkan Pecco kepada insinyur Ducati tentang motor GP25 ternyata menimbulkan percikan konflik di antara mereka, karena meskipun sudah mengadu dan tim juga mencoba menemukan solusi, performa Pecco tak kunjung membaik. Gigi Dall'igna mengaku sempat frustrasi dengan keadaan ini.
“Saya rasa semua orang pernah mengalaminya. Saya pernah kehilangan kesabaran, bahkan penggemar Pecco pun juga pernah. Menurut saya cukup wajar jika seseorang mengatakan hal-hal seperti ini ketika hasil tidak kunjung datang, karena kita semua manusia,” ujar Dall'igna, dilansir dari laman MotoGP News.
Berdasarkan rumor yang terdengar saat ini, Ducati dan Pecco sepertinya tak akan melanjutkan kerja sama tahun depan dan keberadaan Marc Marquez disinyalir menjadi faktor pendukung berpalingnya Ducati.
Untuk saat ini, Marc telah memenuhi semua standar yang ditetapkan tim merah tersebut. Seperti yang kita ketahui, sejak pindah ke tim pabrikan tahun lalu, dia berhasil mendominasi kompetisi sejak awal musim hingga meraih gelar juara dunia. Ini terlihat lebih menjanjikan dibandingkan Pecco.
Sebagai pendampingnya, pabrikan asal Borgo Panigale tersebut memiliki banyak opsi yang bisa dipilih. Di MotoGP, ada Pedro Acosta yang kabarnya sudah dekat dengan mereka. Kemudian, ada juga pembalap World Superbike, Nicolo Bulega.
Menterengnya pamor dan prestasi Ducati sekarang ini cukup menguntungkan bagi mereka karena siapa pembalap yang tak tertarik bergabung dengan tim terbaik?
Pada kenyataannya, Ducati lebih memprioritaskan kontrak dengan Marc Marquez, Marc dikabarkan telah masuk dalam negosiasi untuk tahun 2027. Lain halnya dengan Bagnaia yang belum sampai ke tahap ini, inilah yang menimbulkan spekulasi bahwa Pecco 'diabaikan' oleh timnya.
Terlepas dari itu semua, pantaskah Pecco Bagnaia langsung kehilangan kursinya di Ducati setelah gagal musim lalu? Sejatinya, kita tidak pernah tahu apa tujuan dan strategi Ducati, mereka bisa saja tetap mempertahankan Bagnaia dengan alasan tertentu.
Perlu diingat lagi bahwa Pecco juga bukan pembalap biasa, dia memiliki 2 gelar juara dunia yang berarti dia memiliki mental yang sudah terlatih. Menurunnya performa musim lalu tidak bisa dijadikan satu-satunya tolok ukur, bukan berarti juga dia tidak bisa memperbaiki keadaan.
Untuk itu, mari kita lihat penampilan Pecco Bagnaia musim ini. Akankah di musim terakhirnya bersama Ducati dia bisa menampilkan yang terbaik untuk meyakinkan timnya untuk bekerja sama musim depan.
Nah, kalau menurut kalian, apakah seorang Pecco Bagnaia bisa melakukannya, atau justru dia semakin terpuruk dan harus pindah ke tim lain?
Baca Juga
-
Geser Status Calon Juara ke Marco Bezzecchi, Marc Marquez Atur Strategi?
-
Skincare Bisa 'Basi'? Kenali Oksidasi, Ciri, dan Cara Mencegahnya!
-
Mampir ke Warung Brodin Nganjuk: Menu Beragam, Rasa Tak Asal-asalan
-
Pedas! Fabio Quartararo Sebut Yamaha Tak Tau Cara Atasi Masalah Yamaha V4
-
Bak Siang dan Malam: Marco Bezzecchi Cetak Hattrick, Ducati Tak Berkutik
Artikel Terkait
-
Transfer Pembalap Terlalu Cepat, Joan Mir Takut Salah Ambil Keputusan
-
MotoGP Tes Buriram 2026: Fabio Quartararo Frustrasi dengan Mesin V4 Yamaha
-
Jelang MotoGP 2026: Jorge Martin Ingin Pulih dan Adaptasi dengan Cepat
-
Sirkuit Mandalika Dipastikan Masuk Kalender Event GT World Challenge Asia 2026
-
Pedro Acosta Dekat dengan Ducati, Yakin Mau Bersanding dengan Marc Marquez?
Hobi
-
Final ASEAN Futsal: Suoto Jamin Timnas Indonesia Tak Minder Hadapi Thailand
-
3 Motor Touring Segala Medan Paling Canggih, Siap Taklukkan Jalan Apa Pun
-
Usai 4 Kali Juara bersama Verstappen, Gianpiero Tinggalkan Red Bull ke McLaren
-
Geser Status Calon Juara ke Marco Bezzecchi, Marc Marquez Atur Strategi?
-
Mengapa Toyota Supra MK4 dan Nissan GT-R R34 Jadi Mobil Favorit Banyak Orang?
Terkini
-
Momen Haru Irene Red Velvet Raih Kemenangan Solo Perdana, Kalahkan BTS!
-
Bahaya Mikroplastik di Kamar Tidur: Lakukan 7 Hal Ini Malam Ini Sebelum Terlambat!
-
Pesan Kuat di Balik Film 'David': Mengalahkan 'Raksasa' dalam Hidup Kita Sehari-hari
-
4 Sunscreen Peptide, Bikin Kulit Plumpy dan Terhidrasi Sepanjang Hari!
-
Antara Keberanian dan Shock Value: Kritik Atas Promosi Film Aku Harus Mati