Glory Glory Man United! Manchester United kembali bikin atmosfer papan atas Liga Inggris makin panas setelah menumbangkan Everton dengan skor tipis 1-0 di Goodison Park. Kemenangan ini langsung mengantar Setan Merah naik ke peringkat 4 klasemen sementara dan menghidupkan lagi euforia “Manchester Is Red”.
Gol penentu kemenangan tercipta di menit ke-71 lewat skema serangan cepat yang dieksekusi dengan dingin dan presisi. Laga berjalan ketat, minim ruang, dan penuh duel, tetapi MU tampil sabar menunggu momen yang tepat untuk menusuk pertahanan tuan rumah.
Tambahan tiga poin ini terasa makin spesial karena datang di tengah narasi lama yang sering meremehkan MU. Dalam beberapa musim terakhir, Setan Merah kerap dicap inkonsisten, mudah goyah, bahkan disebut lebih sering jadi bahan candaan ketimbang ancaman serius.
Namun musim ini, ceritanya mulai berubah pelan-pelan tapi nyata. MU justru tampil stabil, lebih tenang dalam membaca pertandingan, dan konsisten mengumpulkan poin di momen-momen krusial.
Bagi banyak fans bola yang sempat meremehkan, hasil ini jelas jadi tamparan halus. Tim yang dianggap “biasa saja” justru pelan-pelan naik ke papan atas, sementara komentar nyinyir tinggal jadi arsip di linimasa.
Secara permainan, MU memang tidak selalu dominan dalam penguasaan bola, tetapi mereka jauh lebih matang secara taktik. Lini belakang tampil disiplin, lini tengah lebih rapi dalam transisi, dan lini depan lebih sabar dalam mengambil keputusan.
Kemenangan atas Everton membuat Manchester United kini mengoleksi 48 poin dari 27 pertandingan. Posisi keempat ini sangat krusial karena menjaga peluang mereka untuk mengamankan tiket Liga Champions tetap terbuka lebar.
Everton sendiri harus kembali gigit jari di kandang, meski sempat memberikan tekanan sepanjang laga. Beberapa peluang tercipta, tetapi rapatnya pertahanan MU membuat semua usaha itu mentok sebelum jadi gol.
Momentum ini membuat kepercayaan diri skuad MU terus naik jelang laga-laga berikutnya. Dari tim yang sempat diremehkan, kini berubah jadi penantang serius di papan atas dan mulai kembali ditakuti lawan.
Di tengah persaingan liga yang makin ketat, kebangkitan Manchester United memberi warna baru dalam perebutan posisi empat besar. Dan untuk sekarang, satu kalimat kembali relevan terdengar di mana-mana: Manchester Is Red.
Baca Juga
-
Kartu Pokemon Milik Logan Paul Laku Fantastis, Tembus Rp277 Miliar
-
Emas Lagi Gila, Dunia Lagi Takut: Safe Haven atau FOMO Massal?
-
Bukan Dalang, tapi Jadi Tumbal? Drama Jeratan Hukum untuk ABK Fandi Ramadhan
-
Blacklist hingga Denda! Purbaya Tegaskan Sanksi Bagi Penerima LPDP yang Hina Negara
-
Setelah Affan Kurniawan, Pelajar Ini Menyusul Gugur di Tangan Aparat: Kapan Trauma Ini Berakhir?
Artikel Terkait
-
Senyum-senyum Wayne Rooney Diwawancara Reporter Cantik Ini dengan Telanjang Kaki
-
Pertama dalam Sejarah, Adzan Berkumandang di Old Trafford Kandang Manchester United
-
Benjamin Sesko Mulai Gacor, tapi Maaf Belum akan Jadi Pilihan Utama
-
Everton Ditekuk Manchester United, David Moyes Puji Setinggi Langit Senne Lammens
-
Bruno Fernandes di Ambang Pecahkan Rekor 24 Tahun Ryan Giggs di Manchester United
Hobi
-
John Herdman dan Timnas Indonesia yang Terancam Minim Kreasi di Guliran FIFA Series 2026
-
Resmi Dapat Menit Bermain, Debut Maarten Paes di Ajax Diselimuti Beragam Keistimewaan
-
2 Alasan Kita Harus Berterima Kasih kepada Persib Meski Perjuangannya di Asia Berakhir Ricuh
-
Jadwal MotoGP Thailand 2026: Siapa yang akan Bersinar di Seri Pembuka?
-
Luke Vickery Sudah Komunikasi dengan PSSI, Segera Bela Timnas Indonesia?
Terkini
-
Paspor Kuat Itu Bukan Cuma soal Visa: Tentang Privilege dan Martabat Global
-
Kartu Pokemon Milik Logan Paul Laku Fantastis, Tembus Rp277 Miliar
-
Kritik Kebijakan Jadi Pelanggaran HAM? Logika Terbalik Menteri Pigai
-
Pertemuan di Masjid Kota
-
Di Balik Nasi Sisa Sahur: Refleksi Emak-Emak tentang Ramadan dan Kesederhanaan