Pemain bertahan Persija Jakarta, Jordi Amat, secara terbuka memberikan sorotan tajam terkait kualitas lapangan yang ada di Jakarta International Stadium (JIS). Ia mengungkapkan harapannya agar tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut bisa kembali bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Menurutnya, performa tim jauh lebih optimal saat mereka berlaga di stadion bersejarah tersebut.
Kritik ini muncul setelah Jordi merasakan langsung bagaimana kondisi rumput di JIS yang dianggap belum ideal. Baginya, infrastruktur lapangan sangat memengaruhi bagaimana skema permainan tim bisa berkembang secara maksimal di atas lapangan hijau.
Hal tersebut tentu bukan tanpa alasan, sebab rekam jejak Persija di JIS belakangan ini memang kurang memuaskan. Dari dua laga kandang terakhir saat menjamu Borneo FC dan Dewa United, Macan Kemayoran terpaksa harus puas mengakhiri pertandingan tanpa satu pun kemenangan.
Catatan tersebut terlihat sangat kontras jika dibandingkan dengan pencapaian Persija saat merumput di SUGBK. Dari lima pertandingan kandang yang digelar di stadion kebanggaan ibu kota itu, Jordi Amat dan kawan-kawan berhasil menyapu bersih empat kemenangan dan hanya menelan satu kali kekalahan.
Sebaliknya, statistik di JIS justru menunjukkan tren yang kurang menggembirakan bagi tim asuhan John Herdman di level klub ini. Dari enam laga kandang yang dijalani di sana, mereka lebih sering kehilangan poin penting dengan total empat hasil imbang.
Kondisi lapangan yang tidak menentu menjadi alasan utama kekecewaan pemain naturalisasi tersebut. Jordi merasa aliran bola menjadi sulit diprediksi, yang pada akhirnya merugikan gaya permainan sepak bola yang ingin mereka terapkan.
"(Lapangan) sangat buruk. Bola memantul terus-menerus. Kadang melaju cepat, kadang sangat lambat. Bola tidak bergulir lurus. Bisa dilihat sendiri, rasanya seperti sedang memainkan olahraga lain," kata Jordi Amat saat memberikan keterangan kepada awak media, dikutip dari suara.com pada Rabu (18/3/2026).
Ia pun mempertanyakan keputusan tim untuk terus bermain di lokasi tersebut jika kondisi lapangan menghambat performa mereka.
"Jadi saya tidak tahu kenapa kami main di sini. Saya rasa ini merugikan kami. Kami memainkan sepak bola yang bagus, tapi ini bukan alasan," tuturnya menambahkan.
Jordi menekankan bahwa meski tim sudah mencoba memberikan yang terbaik dan memahami risiko yang ada, bermain di SUGBK tetap menjadi pilihan yang jauh lebih baik. "Saya harap kami bisa bermain di GBK, itu akan lebih baik bagi kami," tegasnya.
Ambisi Jordi Amat Bersama Timnas di FIFA Series 2026
Di luar persoalan stadion untuk klubnya, Jordi Amat kini tengah bersiap menyambut agenda besar bersama Timnas Indonesia. Ia masuk dalam daftar skuad sementara 41 pemain yang dipanggil pelatih John Herdman untuk ajang FIFA Series 2026 yang dijadwalkan berlangsung 27-30 Maret mendatang.
Menariknya, turnamen mini tersebut akan digelar di SUGBK, tempat yang memang sangat diidamkan Jordi. Peluang pemain berusia 33 tahun ini untuk mendapatkan menit bermain tergolong cukup tinggi, mengingat rekam jejaknya yang solid dengan koleksi 19 caps dan 2 gol.
John Herdman tampaknya memiliki rencana khusus bagi Jordi di skuad Garuda. Meski posisi aslinya adalah bek tengah, Herdman menyukai gaya mainnya di lini tengah saat membela Persija, sehingga ada potensi Jordi akan diplot sebagai gelandang bertahan.
Persaingan di posisi tersebut memang tidak mudah karena ia harus bersaing dengan nama-nama seperti Marc Klok, Nathan Tjoe-A-On, hingga Joey Pelupessy. Namun, dengan pengalaman dan loyalitasnya sejak tahun 2022, Jordi diprediksi akan menjadi figur penting baik sebagai starter maupun dalam skema rotasi.
Baca Juga
-
Final ASEAN Futsal: Suoto Jamin Timnas Indonesia Tak Minder Hadapi Thailand
-
Akui Kelalaian, Fantagio dan Cha Eun Woo Minta Maaf soal Kontroversi Pajak
-
Penuh Visi, John Herdman Dorong Transformasi Sistem Pembinaan Usia Dini
-
PSSI Buka Suara soal Kasus 'Paspor Gate', Naturalisasi Pemain Tetap Sah?
-
John Herdman Dinilai Terapkan Gaya Baru untuk Timnas Indonesia
Artikel Terkait
-
Harita Nickel Tingkatkan Kualitas Pendidikan Pulau Obi Melalui Revitalisasi Sekolah
-
Persija Dua Laga Tanpa Kemenangan, Jordi Amat Berharap Macan Kemayoran Pindah Kandang
-
Telkom Akses Kerahkan Lebih Dari 20 Ribu Teknisi untuk Jaga Kualitas Jaringan Jelang Idulfitri
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Jordi Amat Bangga! Persija Jadi Penyumbang Terbanyak ke Timnas Indonesia Era John Herdman
Hobi
-
Jadwal MotoGP Prancis 2026: Ducati Masih Berupaya, Aprilia dalam Bahaya
-
Rekornya Terputus, Marco Bezzecchi Akui Tak Mudah Lawan Alex Marquez
-
Piala Presiden 2026: PSSI Rajin Garap Turnamen "Hura-Hura", Lupa Prioritas Piala Indonesia
-
Kesulitan Pakai Motor GP26, Marc Marquez Enggan Kembali Gunakan Motor Lama
-
GILA! Mesin Ferrari F355 Dipasang ke Motor, Tenaganya 375 HP Brutal!
Terkini
-
Belajar Bukan Sekadar Sekolah: Cara Perempuan Kembangkan Diri di Era Modern
-
Lee Jae Wook Jalani Wajib Militer pada 18 Mei, Ini Proyek Terakhirnya!
-
Bye Kulit Kering! Ini 4 Sunscreen Squalane Jaga Wajah tetap Lembap Seharian
-
Jun Shison Perankan Slur, Antagonis Ikonik di Live Action Sakamoto Days
-
Wangi Manis yang Bikin Candu! 5 Rekomendasi Parfum Aroma Cokelat Paling Awet