Hobi

Jordi Amat Soroti Kualitas JIS, Lebih Betah Bermarkas di SUGBK?

Jordi Amat Soroti Kualitas JIS, Lebih Betah Bermarkas di SUGBK?
Jordi Amat. (Instagram/jordiamat5)

Pemain bertahan Persija Jakarta, Jordi Amat, secara terbuka memberikan sorotan tajam terkait kualitas lapangan yang ada di Jakarta International Stadium (JIS). Ia mengungkapkan harapannya agar tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut bisa kembali bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Menurutnya, performa tim jauh lebih optimal saat mereka berlaga di stadion bersejarah tersebut.

Kritik ini muncul setelah Jordi merasakan langsung bagaimana kondisi rumput di JIS yang dianggap belum ideal. Baginya, infrastruktur lapangan sangat memengaruhi bagaimana skema permainan tim bisa berkembang secara maksimal di atas lapangan hijau.

Hal tersebut tentu bukan tanpa alasan, sebab rekam jejak Persija di JIS belakangan ini memang kurang memuaskan. Dari dua laga kandang terakhir saat menjamu Borneo FC dan Dewa United, Macan Kemayoran terpaksa harus puas mengakhiri pertandingan tanpa satu pun kemenangan.

Catatan tersebut terlihat sangat kontras jika dibandingkan dengan pencapaian Persija saat merumput di SUGBK. Dari lima pertandingan kandang yang digelar di stadion kebanggaan ibu kota itu, Jordi Amat dan kawan-kawan berhasil menyapu bersih empat kemenangan dan hanya menelan satu kali kekalahan.

Sebaliknya, statistik di JIS justru menunjukkan tren yang kurang menggembirakan bagi tim asuhan John Herdman di level klub ini. Dari enam laga kandang yang dijalani di sana, mereka lebih sering kehilangan poin penting dengan total empat hasil imbang.

Kondisi lapangan yang tidak menentu menjadi alasan utama kekecewaan pemain naturalisasi tersebut. Jordi merasa aliran bola menjadi sulit diprediksi, yang pada akhirnya merugikan gaya permainan sepak bola yang ingin mereka terapkan.

"(Lapangan) sangat buruk. Bola memantul terus-menerus. Kadang melaju cepat, kadang sangat lambat. Bola tidak bergulir lurus. Bisa dilihat sendiri, rasanya seperti sedang memainkan olahraga lain," kata Jordi Amat saat memberikan keterangan kepada awak media, dikutip dari suara.com pada Rabu (18/3/2026).

Ia pun mempertanyakan keputusan tim untuk terus bermain di lokasi tersebut jika kondisi lapangan menghambat performa mereka.

"Jadi saya tidak tahu kenapa kami main di sini. Saya rasa ini merugikan kami. Kami memainkan sepak bola yang bagus, tapi ini bukan alasan," tuturnya menambahkan.

Jordi menekankan bahwa meski tim sudah mencoba memberikan yang terbaik dan memahami risiko yang ada, bermain di SUGBK tetap menjadi pilihan yang jauh lebih baik. "Saya harap kami bisa bermain di GBK, itu akan lebih baik bagi kami," tegasnya.

Ambisi Jordi Amat Bersama Timnas di FIFA Series 2026

Di luar persoalan stadion untuk klubnya, Jordi Amat kini tengah bersiap menyambut agenda besar bersama Timnas Indonesia. Ia masuk dalam daftar skuad sementara 41 pemain yang dipanggil pelatih John Herdman untuk ajang FIFA Series 2026 yang dijadwalkan berlangsung 27-30 Maret mendatang.

Menariknya, turnamen mini tersebut akan digelar di SUGBK, tempat yang memang sangat diidamkan Jordi. Peluang pemain berusia 33 tahun ini untuk mendapatkan menit bermain tergolong cukup tinggi, mengingat rekam jejaknya yang solid dengan koleksi 19 caps dan 2 gol.

John Herdman tampaknya memiliki rencana khusus bagi Jordi di skuad Garuda. Meski posisi aslinya adalah bek tengah, Herdman menyukai gaya mainnya di lini tengah saat membela Persija, sehingga ada potensi Jordi akan diplot sebagai gelandang bertahan.

Persaingan di posisi tersebut memang tidak mudah karena ia harus bersaing dengan nama-nama seperti Marc Klok, Nathan Tjoe-A-On, hingga Joey Pelupessy. Namun, dengan pengalaman dan loyalitasnya sejak tahun 2022, Jordi diprediksi akan menjadi figur penting baik sebagai starter maupun dalam skema rotasi.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda