Hayuning Ratri Hapsari | Desyta Rina Marta Guritno
Jorge Martin (Instagram/@88jorgemartin)
Desyta Rina Marta Guritno

Pembalap Aprilia, Jorge Martin, telah membuktikan pada semua orang bahwa dia masih menjadi pembalap yang kompetitif di MotoGP setelah meraih double podium pada sesi sprint dan main race di MotoGP Brasil 2026.

Dalam sesi sprint race MotoGP Brasil yang dilaksanakan Minggu dini hari lalu, Jorge Martin berhasil menduduki podium 3. Pembalap asal Spanyol ini mengawali balapan dari posisi 5 setelah mengalami kecelakaan di sesi kualifikasi, tapi setelah itu dia mampu melesat ke depan hingga mengamankan P3.

Sesi main race tidak kalah menarik, Jorge Martin mampu memanfaatkan kesempatan yang terjadi di tengah pertarungan Fabio di Giannantonio dan Marc Marquez untuk melesat ke depan, mengambil alih P2 yang juga sedang diperebutkan oleh 2 pembalap tersebut.

Jorge Martin yang finis di posisi runner-up semakin menyempurnakan performa Aprilia karena Marco Bezzecchi berdiri di podium 1. Menurut Martin, dia sempat berpikir untuk mengejar Bezzecchi, tapi hal tersebut tak sempat terjadi.

"Pada satu titik, saya bahkan berpikir mungkin bisa mengejar Marco, tetapi saya mengambil risiko di Tikungan 10, dan rival saya memanfaatkannya. Saya rasa secara keseluruhan ini adalah akhir pekan yang sempurna," ujar Martin, dilansir dari laman GPOne.

Martin menilai musim ini akan menjadi musim yang penuh dengan kejutan di seri-seri yang akan datang. Dia berharap bisa menjadi kontender juara dunia, tapi enggan membuat ekspektasi yang terlalu tinggi.

"Ini akan menjadi musim yang panjang; ada Marc dan, tentu saja, Bez, tetapi saya pikir saya bisa menjadi bagian dari pertarungan. Jelas, saya masih butuh waktu; saya tidak ingin menetapkan ekspektasi terlalu tinggi, tetapi saya adalah juara dunia dan saya akan mencoba untuk mendapatkan hasil," tambahnya.

Tentu ini menjadi momen yang berharga sekaligus mengharukan bagi Martin karena mampu berdiri di podium lagi setelah terakhir kali P3 di GP Valencia 2024, bersamaan dengan momen diraihnya gelar juara dunia oleh Martin.

Martinator terpuruk di musim 2025 setelah mengalami sederet kecelakaan yang membuat tubuhnya harus dioperasi berkali-kali karena cedera.

Kabar baiknya, Martin memiliki mental juara yang membuatnya tidak menyerah begitu saja, dia terus berusaha hingga perlahan bisa menyesuaikan diri dengan motor Aprilia dan kembali ke performa terbaik.

"Rasanya sangat menyenangkan setelah semua yang telah saya lalui. Jelas, tahun lalu sudah berlalu, tetapi saya bisa belajar banyak darinya," ujar Martin.

Martin diketahui pindah dari Ducati ke Aprilia di awal tahun lalu. Namun, penyesuaiannya dengan RS-GP belum berjalan sempurna di tahun 2025 akibat cedera yang dia alami. Dan sekarang, di saat kondisi fisiknya mulai membaik dia baru bisa memaksimalkan performanya.

Hingga saat ini Martin masih terus berupaya untuk mengenali motor Aprilia yang belum lama dia kenal. Martin merasa memiliki kekurangan dengan motornya, tapi tim Aprilia selalu memberi dukungan seratus persen untuk membantunya menemukan feeling terbaik.

"Jelas bahwa saya masih kekurangan sesuatu dengan motor ini, tetapi setiap kali saya berada di lintasan, saya semakin memahami apa yang saya butuhkan untuk mengendarainya dan apa yang saya butuhkan dari motor dan tim untuk membantu saya," kata Martin.

Jorge Martin kini berada di peringkat 2 klasemen sementara dengan koleksi 45 poin, berada di bawah rekan setimnya, Marco Bezzecchi yang memimpin dengan 56 poin.

Selanjutnya, mari kita simak perjalanan Jorge Martin dalam setiap seri yang akan datang. Menurut kalian, apakah Martin akan bersaing dengan rekan setimnya sendiri untuk kejuaraan dunia?