Pembalap asal Italia, Marco Bezzecchi, kini berada pada performa terbaik dalam kariernya di ajang balap motor paling bergengsi di dunia, MotoGP. Bezzecchi berhasil meraih 2 kemenangan dalam 2 seri perdana musim ini, yakni di GP Thailand dan GP Brasil.
Sebelumnya, dalam 2 seri terakhir MotoGP 2025 pembalap Aprilia ini juga sudah berdiri di podium teratas sehingga kini dia mengantongi 4 kemenangan berturut-turut.
Pencapaiannya yang apik di awal musim tentu tidak terlepas dari peran motor yang dikendarainya, yakni Aprilia RS-GP. Saat ini, motor tersebut seperti sudah lebih matang dan siap mematahkan dominasi Ducati yang telah berlangsung selama beberapa musim terakhir.
Di samping mengapresiasi kinerja timnya yang membuahkan hasil, Bezzecchi tak ingin dia dan timnya berpuas diri dengan apa yang mereka raih.
"Aprilia melakukan pekerjaan hebat selama musim dingin untuk menghadirkan material penting, tetapi kami baru balapan satu kali. Kejuaraan ini panjang, dan selalu mustahil untuk membuat perbandingan. Mari tetap tenang, tetap fokus, dan tetap bersemangat untuk melakukan yang terbaik," ujar Bezzecchi, dilansir dari laman GPOne.
Selain itu, pembalap jebolan VR46 Academy ini tampaknya juga enggan menyebut motornya sebagai motor terbaik di grid, yakni dengan membandingkan RS-GP 2026 dengan Desmosedici GP26 yang versi sebelumnya telah memenangkan gelar juara dunia.
"Saya mengendarai Aprilia dan saya tidak tahu bagaimana performa Ducati, jadi tidak mungkin bagi saya membandingkan kedua motor tersebut," kata Bezzecchi, dilansir dari laman Crash.
Penampilan Marco Bezzecchi dan Aprilia saat ini tidak bisa dipungkiri memang banyak mencuri perhatian, jika mereka bisa mempertahankan performa ini sampai akhir musim, bukan tidak mungkin Bezzecchi yang tahun lalu menduduki peringkat 3 klasemen akhir, bisa tampil menjadi juara dunia di penghujung tahun 2026 ini.
Kendati demikian, Bezzecchi sendiri tidak ingin membicarakan soal gelar juara dunia saat ini. Musim 2026 baru berjalan 2 seri dan masih ada sekitar 40 balapan lagi (beserta sprint) untuk dijalani. Bezz hanya ingin fokus untuk menampilkan yang terbaik di setiap seri.
“Pada akhirnya, masih terlalu awal dalam kejuaraan untuk mengatakan hal-hal seperti ini. Yang terpenting bagi saya adalah tim saya bekerja sama dengan baik, saya merasa sangat nyaman, saya merasa sangat dicintai di dalam kotak penalti, dan bagi saya inilah yang benar-benar penting," tambahnya.
Jelang MotoGP Amerika yang akan dilaksanakan akhir pekan ini, tentu Bezzecchi mendapatkan banyak sorotan dari pencinta MotoGP yang menantikan penampilannya. Apakah dia mampu mempertahankan performa baiknya atau kalah dari pembalap lain?
Pasalnya, menurut riwayat tahun-tahun sebelumnya, Bezzecchi belum pernah finis lebih tinggi dari P6 di COTA. Belum lagi, dia harus berhadapan dengan pembalap-pembalap lain yang belakangan ini juga tampil sangat kompetitif.
Melawan Marc Marquez, diakuinya sebagai salah satu tantangan yang harus ditaklukkan di Austin. Hal tersebut dikarenakan Marc adalah pembalap yang banyak meraih kesuksesan di COTA, tak heran dia dijuluki sebagai ' Si Raja COTA'.
Meski begitu, Bezzecchi tetap optimis menatap seri ketiga musim ini tersebut. Tidak ada perasaan ragu seperti yang dia rasakan sebelum GP Brasil lalu.
"Ini adalah trek yang sangat saya sukai, tempatnya luar biasa, dan para penggemarnya juga. Jadi saya benar-benar tidak sabar untuk menaiki motor dan mencoba menikmati trek yang menakjubkan ini," katanya.
Kendati gelar juara dunia masih terlalu awal untuk dibicarakan, melihat kinerja dan optimisme yang dipunyai Bezzecchi kita sudah dapat memprediksi bahwa dia bisa mempertahankan performanya sampai akhir musim dan menjadi jawara tahun ini.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Mau Jual Makanan yang Lagi Viral? Ini 5 Etika yang Perlu Diterapkan
-
Pimpin Klasemen, Jorge Martin Tak Mau Ambisi jadi Juara Dunia Lagi?
-
Bosan Dimsum Mentai? Ini 5 Kuliner Nusantara di Nganjuk yang Patut Dicoba
-
Tegas! Marc Marquez Bilang Jorge Martin Bukan Calon Juara Dunia MotoGP 2026
-
Terharu! Marco Bezzecchi Sukses Raih Podium Walau Sambil Menahan Sakit
Artikel Terkait
Hobi
-
Fabio Calonego Ungkap Target Pribadi bersama Era Baru Persija Jakarta
-
Bali United Bertekad Dominasi Laga Kandang di BRI Super League 2026/2027
-
Jakarta Mulai Bersiap, 2 Lapangan Disiapkan untuk FIFA ASEAN Cup 2026
-
Pimpin Klasemen, Jorge Martin Tak Mau Ambisi jadi Juara Dunia Lagi?
-
Indonesia Hadapi Peserta Piala Dunia 2026, Cape Verde Jadi Kandidat Kuat?
Terkini
-
Cerdas! Begini Langkah Kang Edai Mengubah Desa Kemiren Jadi Naik Kelas
-
HP 64 GB Mulai Lemot? Coba 6 Trik Sederhana Ini sebelum Ganti Ponsel
-
Lomba Menghias Pasar Godean HUT ke-81 RI, Jadi Wujud Syukur Pedagang
-
Tak Melulu Merek Luar, ini 6 Sepatu Lokal yang Gak Kalah Keren!
-
4 Cara Digital Detox untuk Mengurangi Ketergantungan pada Gadget