Polemik yang menyeret beberapa pemain Timnas Indonesia yang berkarier di Liga Belanda sepertinya tak akan selesai dalam waktu singkat. Melansir dari akun Instagram @arsiptimnas, usai bek kiri Timnas Indonesia yang membela klub Belanda, Go Ahead Eagles, Dean James resmi diistirahatkan oleh klubnya imbas kasus kontrak kerjanya, kini, pemain lainnya, yakni Nathan Tjoe-A-On juga turut diistirahatkan atau dibekukan statusnya sementara oleh klubnya, yakni Willem II.
Situasi ini merupakan imbas dari dilaporkannya status para pemain non-Uni Eropa yang berkarier di Liga Belanda. Beberapa waktu yang lalu, klub NAC Breda resmi melaporkan klub Go Ahead Eagles kepada Federasi Sepak Bola Belanda atau KNVB terkait status dari Dean James. Pasalnya, sang pemain yang bukan lagi merupakan warga negara Belanda setelah resmi dinaturalisasi dan membela Timnas Indonesia dianggap menyalahi aturan kontrak kerja pemain non-Uni Eropa.
Kondisi ini kemudian menyeret beberapa nama pemain lainnya yang juga diketahui memiliki nilai kontrak yang tak sesuai dengan persyaratan di Liga Belanda. Bahkan, beberapa pemain dari negara lain seperti Suriname, Cape Verde, dan beberapa negara lainnya juga kini statusnya masih “diistirahatkan” oleh klubnya masing-masing.
“KNVB memberikan informasi kepada para pemain untuk tidak terlibat sementara waktu dalam sesi latihan & pertandingan, hingga proses investigasi terkait izin kerja selesai dilaksanakan,” tulis akun Instagram @arsiptimnas.
Saat ini, diketahui setidaknya ada sekitar 25 pemain yang berkarier di Liga Belanda, baik yang berkompetisi di kasta Eredivisie maupun Eerste Divisie yang memiliki masalah dalam status kontrak profesionalnya. Hingga kini, permasalahan tersebut masih bergulir dan belum menemukan titik terang yang pasti.
Namun, di sisi lain kasus yang menimpa beberapa pemain diaspora Indonesia yang berkarier di Liga Belanda tersebut kembali memunculkan atau lebih tepatnya menghangatkan opini terkait apakah diperlukan adanya status dwikewarganegaraan bagi para pemain diaspora?
Status Dwikewarganegaraan Cukup Menguntungkan, Tetapi Susah Diwujudkan
Beberapa waktu yang lalu memang sempat muncul wacana terkait diberikannya status dwikewarganegaraan spesial bagi para pemain diaspora Indonesia yang bersedia dinaturalisasi dan membela Indonesia. Melansir dari beberapa sumber, wacana ini sempat ramai diperbincangkan pada periode tahun 2020-2021 saat banyak pemain keturunan Indonesia yang ingin atau sedang menjalani proses naturalisasi guna bisa membela Timnas Indonesia di kancah internasional.
Status dwikewarganegaraan sendiri memanglah bukan hal yang baru di era modern saat ini. Beberapa negara di dunia juga sudah ada yang menerapkan status dwikewarganegaraan bagi para penduduknya. Bahkan, Indonesia sendiri juga memiliki status dwikewarganegaraan terbatas bagi anak-anak yang belum berusia 21 tahun dan lahir dari dua orang tua yang memiliki warga negara yang berbeda.
Di kawasan ASEAN sendiri, Filipina adalah negara yang cukup dikenal memiliki status dwikewarganegaraan bagi para penduduknya. Tidak heran jika banyak pemain diaspora asal Filipina yang saat ini bisa membela negara tersebut di kancah internasional baik di level timnas maupun klub.
Jika dilihat secara seksama, keberadaan status atau diterapkannya dwikewarganegaraan ini memang memiliki dampak yang cukup baik. Salah satunya adalah mempermudah izin kerja para pemain diaspora tersebut saat berada di luar negeri. Seperti yang diketahui, beberapa negara memang memiliki aturan yang ketat terkait para pekerja asing di negaranya.
Lantas, mengapa Indonesia tak menerapkan status dwikewarganegaraan penuh saat ini? Hal ini tentunya kembali lagi terhadap dasar negara yang bertumpu pada UUD 1945 dan peraturan pemerintah yang hanya menghendaki adanya satu kewarganegaraan saja, yakni Indonesia.
Jika pemerintah ingin menambahkan peraturan terkait status dwikewarganegaraan penuh tersebut, tentunya akan menimbulkan polemik yang cukup panjang di masyarakat dan tentunya bisa berdampak kepada banyak hal yang ada di negeri ini.
Namun, tentunya bukan hal yang mustahil jika nanti di masa depan pemerintah Indonesia benar-benar menerapkan peraturan dwikewarganegaraan penuh kepada penduduknya.
Baca Juga
-
Bakal Dipermanenkan Dewa United, Ivar Jenner Diambang Penurunan Karier?
-
Thom Haye Absen, Siapa yang Layak Jadi Jendral Lini Tengah Timnas Indonesia?
-
Justin Hubner di Belanda: Sudah Murah, Gacor, Eh Ditaksir PSV Eindhoven Pula!
-
Tunjukkan Performa Memukau, Ezra Walian Layak Comeback ke Timnas Indonesia!
-
Tanpa Matthew Baker dan Mierza? Bongkar Alasan Dua Pilar Utama Absen di Timnas U-19 Jelang AFF 2026!
Artikel Terkait
-
Kilas Balik Lini Belakang Timnas Indonesia di2Laga FIFA Series 2026, Solid Tak Terbantahkan
-
Bagimana Laga Timnas Indonesia di FIFA Series 2026? Banyak Kemajuan Sejak Era Kluivert
-
Di Tengah Polemik Paspor Pemain Timnas Indonesia di Belanda, Hanya Maarten Paes yang Selamat
-
4 Pemain Timnas Indonesia Dibekukan Klub Belanda Akibat Polemik Paspor
-
Skandal Paspor! 4 Pemain Timnas Indonesia Dibekukan Klub Eredivisie
Hobi
-
Bugatti Chiron Herms Edition, Hypercar dengan Sentuhan Fashion Mewah
-
Terungkap! Performa Red Bull Bukan Alasan Max Verstappen Ingin Pensiun
-
Kacau! Kemenangan Pecco Bagnaia Pupus karena Masalah Getaran pada Motor
-
Ferrari F40, Proyek Supercar Terakhir Karya Enzo Ferrari yang Jadi Legenda
-
Salut! Marc Marquez Minta Dihukum Usai Buat Fabio Di Giannantonio Jatuh
Terkini
-
Saat Opini Media Sosial Dianggap Lebih Valid dari Sains: Selamat Datang di Era Matinya Kepakaran
-
Riyadus Shalihin: Teduhnya Oase Spiritual di Tengah Hiruk-Pikuk Dunia
-
Pantai Panjang Bengkulu: Pasirnya Putih, Ombaknya Panjang, Bikin Betah Sampai Lupa Pulang!
-
3 Tablet Rp1 Jutaan Rasa Premium di 2026: Murah, Kencang, dan Layar Tajam
-
Pengikut Tak Kasatmata