Event offroad legendaris Camel Trophy kembali dihadirkan lewat ajang tribute di Kalimantan. Kegiatan ini identik dengan penggunaan mobil tangguh seperti Land Rover Defender yang sejak dulu dikenal sebagai kendaraan utama dalam ekspedisi ekstrem tersebut.
Ajang ini tidak hanya menghadirkan tantangan medan berat, tetapi juga menghidupkan kembali semangat petualangan klasik yang populer pada era 1980 hingga awal 2000-an. Camel Trophy sendiri dikenal sebagai salah satu event offroad paling bergengsi di dunia dan kerap dijuluki “Olympics of 4x4”, karena menekankan ketahanan, navigasi, dan kerja sama tim di medan ekstrem.
Kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap ekspedisi legendaris tersebut, bukan bagian dari kompetisi resmi Camel Trophy global. Meski demikian, nuansa yang dihadirkan tetap dibuat mendekati konsep aslinya.
Edisi Kalimantan pada 1996 menjadi salah satu yang paling dikenang. Medan hutan hujan tropis Borneo dengan akses terbatas, jalur berlumpur dalam, serta penyeberangan sungai menjadikannya salah satu rute tersulit dalam sejarah.
Pada versi tribute ini, rute yang dilalui merupakan napak tilas jalur tersebut. Perjalanan dimulai dari Balikpapan dan berakhir di Pontianak, melewati sejumlah wilayah pedalaman yang minim infrastruktur.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung dari 18 April hingga 10 Mei 2026. Durasi yang panjang menunjukkan bahwa event ini bukan sekadar balapan, melainkan ekspedisi yang menguji ketahanan fisik, manajemen logistik, serta kesiapan kendaraan di kondisi ekstrem.
Dalam pelaksanaannya, kendaraan yang digunakan tetap didominasi oleh mobil dari Land Rover. Meski tidak selalu bersifat wajib, kendaraan ini menjadi simbol utama karena ketangguhannya dalam menghadapi medan berat.
Secara teknis, Land Rover Defender dibekali sistem penggerak empat roda (4WD) permanen dan low range gearbox untuk menjaga tenaga saat melintasi jalur berat. Mesin diesel berkapasitas 2.5 hingga 3.0 liter menghasilkan torsi besar yang lebih dibutuhkan di medan ekstrem dibandingkan kecepatan tinggi.
Selain itu, konstruksi rangka ladder frame yang kokoh, ground clearance tinggi, serta fitur tambahan seperti snorkel untuk melintasi air dan winch untuk evakuasi kendaraan menjadikannya andal dalam berbagai kondisi.
Hingga saat ini, belum ada informasi resmi yang dipublikasikan terkait biaya pendaftaran. Partisipasi dalam kegiatan ini cenderung bersifat terbatas dan melibatkan komunitas serta pegiat offroad yang telah melalui proses kurasi.
Tidak hanya soal otomotif, kegiatan ini juga membawa nilai eksplorasi alam, pengenalan budaya lokal, serta kesadaran terhadap lingkungan. Dengan demikian, kehadiran kembali Camel Trophy dalam bentuk tribute menjadi simbol hidupnya kembali semangat petualangan dan eksplorasi di era modern.
Baca Juga
-
Mercedes-Benz 300 SLR Uhlenhaut Coup, Mobil Terlangka dan Termahal Rp2,3 T
-
Yoursay Class: Ubah Cerita Pengalaman Jadi Ulasan Jurnalistik yang Kuat
-
Redmi Pad 2 4G, Tablet Rp2 Jutaan Paling Worth It? Kualitas Layar 2,5K 90Hz
-
Fakta Unik Festival Musik Coachella: dari Menginap Sampai Tiket Rp150 Juta
-
Casio F91W: Jam Ikonik yang Dipakai banyak kalangan dari Obama hingga Osama
Artikel Terkait
Hobi
-
Diisukan Pindah ke KTM, Alex Marquez Masih Fokus Kembangkan Motor Ducati
-
Mercedes-Benz 300 SLR Uhlenhaut Coup, Mobil Terlangka dan Termahal Rp2,3 T
-
9 Seri tanpa Kemenangan, Marc Marquez Terkena Kutukan Usai Juara Dunia?
-
Menanti Debut Tim Geypens di Timnas: Terganjal Polemik Paspor atau Kalah Saing dari Calvin Verdonk?
-
Akankah Max Verstappen Tinggalkan Red Bull? Ucapan Lama soal GP Kembali Disorot
Terkini
-
Novel Nyai Dasima: Dilema Nyai Dasima di Antara Dua Dunia Kelam
-
4 Inspirasi Model Rambut ala Aktor Wang Anyu, untuk Tampilan yang Maskulin!
-
Hari Pertama Haid dan Tuntutan Perempuan untuk Tetap Kuat
-
Sinopsis Mukunaru Shonin, Drama Hukum Jepang Dibintangi Karasawa Toshiaki
-
Tukarkan Kayu dengan Rasa, Rahasia Kuliner di Balik Megahnya Candi Jambi