Pesta sepak bola terbesar sejagat raya bertajuk Piala Dunia 2026 secara resmi menapaki fase 16 besar. Para kontestan yang sebelumnya bertahan di babak 32 besar, pada akhirnya hanya tersisa separuhnya saja setelah menjalani pertarungan. Uniknya, di babak 16 besar kali ini, ternyata salah satu tim tuan rumah, Meksiko memiliki catatan apik yang mengungguli tim-tim lainnya, bahkan termasuk Argentina yang berstatus sebagai tim juara bertahan sekalipun.
Tentu saja keunggulan Meksiko atas Argentina ini bukan tentang catatan pertemuan kedua kesebelasan. Karena berdasarkan sumber yang tertulis di laman 11v11, Meksiko hingga saat ini masih menjadi pihak yang inferior ketika bertemu dengan Tim Tango. Tercatat, dari 36 pertemuan kedua negara yang pernah terjadi, Meksiko hanya mampu memenangi lima pertandingan di antaranya dan 17 kali menuai kekalahan. Sementara 14 laga lainnya, berakhir dengan kondisi yang berimbang.
Lantas, apa yang membuat Meksiko hingga sejauh ini masih lebih unggul ketimbang Argentina? Jawabannya adalah lini pertahanan! Sampai saat ini, Meksiko adalah satu di antara dua tim (bersama dengan Spanyol) yang dalam perjalanan mereka menuju fase 16 besar turnamen, belum pernah kebobolan barang satu kali pun!
Perjalanan Meksiko yang Selalu Cleansheet
Sampai sejauh ini, Meksiko sendiri tercatat sudah memainkan empat laga di gelaran. Tiga laga dimainkan oleh Tim Sombrero di fase penyisihan grup, sementara satu laga lainnya dimainkan di babak 32 besar.
Dalam perjalanannya, keempat laga yang mereka mainkan itu selalu berujung dengan hasil manis. Seperti yang telah saya singgung di atas, laga-laga yang dijalani oleh Meksiko bukan hanya berujung dengan kemenangan, namun juga tanpa kebobolan.
Pada fase penyisihan grup, Meksiko mengawali kampanye mereka di Piala Dunia 2026 ini dengan mengandaskan wakil Benua Hitam, Afrika Selatan dengan skor cukup meyakinkan, dua gol tanpa balas. Di pertandingan kedua melawan Korea Selatan, Meksiko juga mencatatkan cleansheet dengan kemenangan tipis satu gol tanpa balas, di mana kemudian pada pertandingan ketiga mereka berhasil mempertahankan tren positif tanpa kebobolan itu dengan menggasak Republik Ceko dengan lesakan tiga gol tanpa satu pun gol balasan.
Tantangan cukup berat bagi lini pertahanan Meksiko sendiri sejatinya mereka dapatkan di fase 32 besar kemarin saat berhadapan dengan Ekuador. Meskipun beberapa kali mendapatkan ancaman dari para pemain tim Amerika Latin tersebut, namun pada akhirnya lini pertahanan Meksiko berhasil menetralisir dan membuat tim tuan rumah untuk kali keempat mencatatkan nirbobol secara berturut-turut.
Dalam pandangan saya pribadi, kesuksesan Meksiko dalam mempertahankan kesucian gawang mereka tentu menjadi sebuah pencapaian yang luar biasa. Pasalnya, harus kita ketahui bersama, tim dengan jersey kebesaran berwarna hijau ini bukanlah kekuatan utama dalam persepakbolaan dunia. Taraf kualitas Meksiko sendiri meskipun berkali-kali merepotkan tim-tim mapan, namun mereka belum sepenuhnya mencapai kasta tertinggi dalam kumpulan negara-negara persepakbolaan dunia.
Memang, selain Meksiko masih ada Spanyol yang membuat catatan bermain tanpa kebobolan ini. Namun tentu saja kita tak bisa begitu saja menyamakan atau membandingkan keduanya. Karena seperti yang telah kita ketahui bersama, Spanyol sendiri adalah tim kuat di persepakbolaan dunia, sehingga sangat wajar jika mereka menorehkan catatan seperti itu.
Tak Hanya Kalahkan Statistik Argentina, namun Juga Jadi Ancaman Nyata
Uniknya, catatan manis Meksiko perihal segannya bola untuk masuk ke gawang mereka itu ternyata juga mengalahkan statistik milik Argentina. Alih-alih bertahan tanpa kebobolan hingga menjelang fase 16 besar, Argentina justru sudah harus kebobolan ketika mereka masih memainkan pertarungan di Grup J.
Ironisnya, catatan kebobolan yang dialami oleh Argentina itu didapatkan ketika mereka menghadapi tim-tim "antah berantah" di turnamen kali ini. Catatan yang saya dapatkan dari laman FIFA menunjukkan, Argentina sudah harus menanggung kebobolan di matchday ketiga Grup J ketika mereka berhadapan dengan Yordania yang notabene tim paling lemah di kumpulan tersebut.
Tak hanya sampai di sana, pada fase 32 besar menghadapi Tanjung Verde yang juga berstatus sebagai tim debutan, Lionel Messi dan kolega juga mengalami nasib serupa. Bahkan di laga itu Emi Martinez sampai harus memungut bola dari gawangnya hingga dua kali!
Perbedaan kekuatan lini pertahanan yang dimiliki oleh Meksiko dan Argentina ini tentu saja menjadi sebuah ancaman bagi sang juara bertahan. Pasalnya, jika kedua kesebelasan ini berhasil mengalahkan lawan-lawannya dan terus melaju, mereka bisa bersua di fase semifinal kejuaraan.
Berdasarkan bracket undian yang telah ditentukan, pada babak 16 besar ini, Meksiko bakal bertemu dengan Inggris, yang mana jika mereka berhasil melewatinya, akan bertemu tim pemenang pertarungan antara Brasil dan Norwegia di fase delapan besar. Sementara Argentina sendiri di babak 16 besar akan bertemu dengan Mesir, yang mana jika mereka berhasil memenanginya, pada babak delapan besar akan bertemu dengan pemenang laga antara Swiss dan Kolombia.
Sehingga, ketika nantinya Meksiko dan Argentina benar-benar bertemu di babak semifinal turnamen, saya yakin akan terjadi pertarungan yang sengit dan mengandalkan modal masing-masing. Argentina yang memiliki keunggulan dari sisi penyerangan namun lemah dalam hal pertahanan, bakal berhadapan dengan Meksiko yang unggul dalam sisi pertahanan namun lemah dari segi penyerangan.
Dengan modal yang saling tumpang-tindih seperti ini, kira-kira siapa yang akan memenangi laga jika keduanya benar-benar bersua?
Baca Juga
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Artikel Terkait
-
Duel Maut Vinicius Junior vs Erling Haaland: Siapa yang Melaju ke 8 Besar?
-
Daftar Top Skor Sementara Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Bikin Lionel Messi Ketar-ketir
-
Lebih dari 600 Drone Disita FBI, Apa yang Sebenarnya Terjadi di Balik Layar Piala Dunia 2026?
-
Dihentikan Prancis di 16 Besar, Paraguay Gagal Ulang Sejarah Tahun 2010
-
Brasil vs Norwegia: Momentum Vinicius Jr Salip Catatan Gol Erling Haaland
Hobi
-
7 Fakta Menarik Transfer Rodri ke Barcelona: Dari Reuni Juara Dunia hingga Ganti Nama Jersey
-
Santai, Pedro Acosta Hadapi Musim Perdana dengan Ducati Tanpa Rasa Tertekan
-
Belum Punya Tim, Maverick Vinales Tegaskan Tak Akan Bertahan di KTM
-
Ungkap Terima Kasih ke Barca, Ferran Torres Mulai Babak Baru Bersama PSG
-
Rizky Ridho Tak Masuk Skuad Timnas di ASEAN Cup 2026, Ini Bocoran Pemainnya
Terkini
-
Bebas White Cast, Ini 5 Loose Powder Anti Flashback yang Aman untuk Foto
-
Keberanian Gen Z Mendobrak Tradisi: Mewarisi Tak Harus Mengikuti
-
Review Film A New Dawn: Potret Puitis Perubahan Zaman dan Kenangan Manusia
-
Surat untuk Hari yang Telah Berlalu
-
Hamsad Rangkuti dan Kisah Perjuangan Melawan Tentara NICA dalam BukuKereta Pagi Jam 5