Timnas Norwegia menjadi salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026. Tak hanya sukses menyingkirkan Brasil di babak 16 besar setelah sebelumnya mengalahkan Senegal, selebrasi khas Viking Row yang dilakukan Erling Haaland dan rekan-rekannya juga mencuri perhatian pencinta sepak bola di seluruh dunia.
Selebrasi tersebut memperlihatkan seluruh pemain Norwegia duduk berjajar sambil melakukan gerakan mendayung secara kompak. Ribuan suporter tak kalah kompak menggerakkan lengan mereka maju mundur mengikuti irama drum sambil berteriak "Ro" yang berarti "mendayung” dalam bahasa Norwegia.
Aksi penuh kekompakan itu pun langsung viral di media sosial. Banyak yang penasaran dengan asal-usul Viking Row yang kini identik dengan selebrasi tim nasional Norwegia.
Melansir Visit Norway, berikut asal-usul selebrasi Viking Row dan maknanya bagi masyarakat Norwegia.
Terinspirasi dari Kehidupan Bangsa Viking
Tradisi mendayung tersebut bukan sekadar selebrasi biasa. Viking Row memiliki hubungan erat dengan sejarah bangsa Viking yang selama berabad-abad menjadikan kapal sebagai bagian penting dari kehidupan mereka.
Pada masa lampau, kapal Viking digunakan untuk menjelajahi lautan, berdagang, hingga melakukan ekspedisi ke berbagai wilayah.
Saat angin tidak berembus, para awak kapal mengandalkan tenaga mendayung secara serempak agar perjalanan tetap berlanjut. Semangat bekerja sama itulah yang kini diwujudkan kembali melalui Viking Row di stadion sepak bola.
Mendayung Jadi Bagian Penting Sejarah Norwegia
Sebagai negara yang memiliki garis pantai panjang, fjord, dan ribuan pulau, masyarakat Norwegia sejak dahulu sangat bergantung pada perahu.
Sebelum hadirnya jalan raya, jembatan, maupun kereta api, laut justru menjadi jalur transportasi utama. Masyarakat menggunakan perahu untuk pergi berdagang, memancing, mengangkut hasil bumi, hingga mengunjungi desa-desa lain.
Karena itu, aktivitas mendayung bukan hanya sarana perjalanan, tetapi juga bagian dari identitas nasional masyarakat Norwegia.
Simbol Kerja Sama dan Kekompakan
Alasan Viking Row begitu mudah diterima karena gerakannya sederhana, tetapi memiliki makna yang kuat. Semua orang bergerak dengan irama yang sama seolah sedang membawa satu kapal menuju tujuan bersama.
Nilai tersebut dianggap sangat cocok dengan sepak bola. Sebuah tim hanya bisa meraih kemenangan apabila seluruh pemain saling bekerja sama dan bergerak dalam satu tujuan.
Tak heran, Viking Row kini menjadi simbol persatuan antara pemain dan suporter Norwegia setiap kali tim nasional bertanding.
Popularitas Viking Row terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Tradisi ini tidak lagi hanya dilakukan di stadion sepak bola.
Suporter Norwegia kerap melakukannya di stasiun kereta, bandara, pusat kota, sekolah, kantor, hingga lokasi wisata terkenal seperti Times Square di New York. Di mana pun mereka berkumpul, gerakan mendayung tersebut selalu menjadi ciri khas yang mudah dikenali.
Karena tidak membutuhkan perlengkapan khusus, siapa pun dapat langsung ikut bergabung hanya dengan duduk berbaris dan mengikuti irama bersama.
Timnas Norwegia Ukir Sejarah Kembali ke Piala Dunia
Selebrasi Viking Row terasa semakin bermakna karena dilakukan pada momen bersejarah bagi sepak bola Norwegia. Piala Dunia 2026 menjadi penampilan pertama mereka di turnamen tersebut sejak edisi 1998.
Selama hampir tiga dekade, Norwegia gagal menembus putaran final Piala Dunia. Kini, generasi baru yang dipimpin Erling Haaland dan Martin Ødegaard akhirnya membawa negara itu kembali ke panggung sepak bola terbesar dunia.
Keberhasilan melaju hingga babak gugur sekaligus menyingkirkan tim kuat seperti Brasil membuat euforia masyarakat Norwegia semakin besar. Demam sepak bola pun melanda seluruh negeri, sementara Viking Row menjadi simbol kebangkitan sekaligus kebanggaan nasional.
Selebrasi tersebut kini bukan hanya dikenal sebagai gerakan unik para suporter, melainkan juga menjadi representasi sejarah, budaya, dan semangat kebersamaan masyarakat Norwegia.
Baca Juga
-
5 Film Tayang di Netflix Awal Juli 2026, Ada Gone Girl hingga Hamnet
-
Viral! Momen Kocak Lionel Messi Tertawa Ngakak saat Diperiksa Petugas Bandara
-
10 Julukan Pesepak Bola Dunia dan Kisah di Balik Namanya
-
Messi Muncul di Promo Spider-Man: Brand New Day, Terbang Bareng Tom Holland
-
The Last House: Kisah Mencekam Satu Keluarga Terjebak di Rumah Misterius
Artikel Terkait
-
Piala Dunia 2026: Sukses Curi Perhatian, Vozinha Bakal Jadi The Next El-Hadji Diouf?
-
Spanyol Singkirkan Portugal di Babak 16 Besar, Ronaldo Tak Kuasa Menangis
-
Perang Anglo-Saxon vs Viking: Ujian Mental Juara Inggris Era Tuchel
-
Jude Bellingham Bawa Inggris Pulangkan Meksiko di 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Rumor Justin Bieber Tampil di Final Piala Dunia 2026 Menguat, Momen Baik?
Hobi
-
Piala Dunia 2026: Sukses Curi Perhatian, Vozinha Bakal Jadi The Next El-Hadji Diouf?
-
Spanyol Singkirkan Portugal di Babak 16 Besar, Ronaldo Tak Kuasa Menangis
-
Piala Dunia 2026: Kepulangan Portugal dan Legacy Ronaldo yang Butuh Puluhan Tahun untuk Menyamai
-
Jude Bellingham Bawa Inggris Pulangkan Meksiko di 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Portugal Takluk dari Spanyol, Ramalan Kartun The Simpsons Gagal Total!
Terkini
-
Terkaparnya Supergirl Jadi Bukti Superhero Nggak Kebal Kritik?
-
Review Film Deep Water: Sajikan Thriller Survival yang Penuh Ketegangan!
-
Mengucapkan Belasungkawa dengan Stiker WhatsApp, Etis atau Tidak?
-
Che Cupumanik Rilis Single 'Luka Kolektif' Bersamaan dengan Buku 'Luka Kolektif Manusia Digital'
-
Review Film Boss, Kisah Lucu Tiga Anggota Gangster yang Menolak Menjadi Bos