Hayuning Ratri Hapsari | M. Fuad S.T.
Cristiano Ronaldo di pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Spanyol (dok. FIFA)
M. Fuad S.T.

Perjalanan Timnas Portugal di gelaran Piala Dunia 2026 akhirnya resmi berakhir di fase 16 besar. Dalam pertarungan bertajuk derby Iberia melawan Spanyol, tim berjuluk Os Navegadores tersebut harus angkat kaki pasca menelan kekalahan tipis satu gol tanpa balas dari sang lawan.

Bagi penggemar sepak bola dunia, tentu saja kepulangan Portugal ini sangat berbeda dengan kepulangan tim-tim lain. Pasalnya, terhentinya Portugal di fase 16 besar gelaran Piala Dunia kali ini, sekaligus menjadi pengakhir dari perjalanan panjang seorang Cristiano Ronaldo di level tertinggi persepakbolaan dunia.

Namun demikian, sebelum Ronaldo dan Portugal pulang ke tanah airnya, dirinya meninggalkan sebuah legacy, yang mana bagi para pemain lain dari belahan dunia mana pun, membutuhkan waktu yang mencapai puluhan tahun untuk bisa sekadar menyamainya.

Legacy Ronaldo Membutuhkan Waktu Hingga 24 Tahun untuk Disamai

Sebagai penggemar Cristiano Ronaldo, kita semua --termasuk saya pribadi-- harus menyisakan sebuah ruang ikhlas di hati yang terdalam. Karena seperti yang kita ketahui bersama, meskipun eks Real Madrid tersebut telah berjuang sekuat tenaga di sepanjang kariernya di lapangan hijau, namun titel juara dunia tak kunjung merapat kepadanya.

Memang, untuk gelar-gelar lain di level individual, klub, maupun tim nasional Ronaldo sudah merasakannya hingga level benua. Namun untuk titel juara dunia, sampai tarian terakhirnya di Piala Dunia 2026 ini pemain berusia 41 tahun tersebut belum mampu untuk menggapainya.

Namun demikian, seperti yang sedikit saya singgung di atas, kepulangan Portugal dan berakhirnya tarian Ronaldo di pentas Piala Dunia tetap membuat namanya pantas untuk dikenang. Karena bagaimanapun, Ronaldo tetaplah satu-satunya pemegang rekor dunia dalam hal konsistensi mencetak gol di enam gelaran Piala Dunia secara berturut-turut.

Bahkan, laman FIFA sendiri menegaskan, Ronaldo adalah pemain pertama yang mampu mencetak gol dalam setiap gelaran Piala Dunia, dari Piala Dunia 2006 di Jerman, hingga Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko dan Kanada.

Memang, Lionel Messi saat ini memiliki potensi besar untuk menjadi pencetak gol terbanyak dalam sejarah Piala Dunia, namun patut untuk dicatat, dalam hal konsistensi mencetak gol di setiap gelaran, harus diakui La Pulga masih kalah dari talenta Portugal itu. Dalam catatan FIFA, Messi dan Ronaldo sendiri menjalani debut Piala Dunia di waktu yang bersamaan, yakni di edisi Jerman tahun 2006.

Namun, pada edisi tahun 2010 yang diselenggarakan di Afrika Selatan, bintang Timnas Argentina itu melewatkan kesempatan untuk mencetak gol. Sehingga dapat dikatakan, ketika Ronaldo tercatat sebagai pemain pertama yang menciptakan gol dalam enam edisi Piala Dunia secara berturut-turut, maka secara perhitungan Messi hanya mampu melakukan hal itu di empat edisi Piala Dunia saja.

Jika kita hitung, rentangan waktu yang digunakan oleh Ronaldo adalah enam gelaran Piala Dunia. Terhitung dari Piala Dunia Jerman tahun 2006, Dengan demikian, jika kita tarik garis waktu untuk menyamai torehan rekor yang dicatatkan olehnya, maka seorang pemain membutuhkan setidaknya 20 tahun jika dihitung dari Piala Dunia debut, atau 24 tahun jika dihitung dari akhir Piala Dunia saat ini untuk bisa menyamainya. 

Messi dan Mbappe: Hidupkan Persaingan tapi Masih Sulit Samai Catatan

Jika kita mau fair, bagi seorang Lionel Messi sekalipun, jika patokannya adalah menciptakan gol dalam enam edisi Piala Dunia secara berurutan, maka dirinya masih membutuhkan dua edisi lagi untuk menyamai Ronaldo. Karena kita ketahui, terlepas dari catatan golnya di Piala Dunia 2006 yang terputus pada edisi 2010, Messi sampai saat ini baru bisa menorehkan catatan lesakan gol di empat Piala Dunia berturut-turut semenjak edisi Brasil tahun 2014 lalu.

Itu artinya, Messi harus bisa tetap bermain di Piala Dunia pada dua edisi selanjutnya. Sebuah hal yang sejatinya masih belum bisa dipastikan, mengingat usia Messi yang saat ini berada di angka 39 tahun, sehingga di dua edisi Piala Dunia La Pulga sudah mencapai usia 45 tahun. Sebuah usia yang tentunya sangat uzur bagi seorang pesepak bola.

Selain Messi, sejatinya masih ada bintang Prancis, Kylian Mbappe yang bisa saja menyamai capaian Ronaldo. Dalam catatan saya, Mbappe sendiri sudah rutin membuat gol semenjak debutnya pada Piala Dunia edisi 2018 lalu di Rusia. Itu artinya, sampai saat ini Mbappe sudah menciptakan gol dalam tiga edisi Piala Dunia secara berturut-turut, dan masih membutuhkan 12 tahun lagi untuk bisa menyamai Ronaldo.

Apakah bisa? Tentu kita tak bisa menjawabnya saat ini. Karena dengan usia Mbappe yang saat ini berada di angka 27 tahun, maka sang pemain masih harus bertahan di performa terbaiknya hingga mencapai usia 39 tahun nanti agar dirinya tetap bisa menjadi bagian dari Les Bleus. Bukan hanya itu, Mbappe juga harus konsisten menciptakan gol di tiga edisi selanjutnya agar bisa sejajar dengan sang idola.

Jadi, meskipun hari ini Cristiano Ronaldo harus pulang dan mengakhiri perjalanan panjangnya di level tertinggi persepakbolaan dunia, namun dapat dipastikan legacy yang ditinggalkannya akan tetap terjaga bahkan hingga puluhan tahun lamanya.