Di era komunikasi modern, cara orang menyampaikan pesan sudah jauh berubah. Di WhatsApp, misalnya, stiker sering jadi pilihan yang populer untuk mengekspresikan perasaan.
Termasuk ketika ada kabar duka, sebagian orang memilih mengirim stiker berisi ucapan belasungkawa karena dianggap praktis dan tetap menunjukkan perhatian tanpa harus mengetik panjang.
Namun, tidak semua orang menerima cara ini dengan sudut pandang yang sama. Bagi sebagian orang, ucapan belasungkawa adalah hal yang sensitif dan membutuhkan sentuhan personal, bukan sekadar simbol atau gambar.
Lantas, benarkah mengucapkan belasungkawa dengan stiker WhatsApp bisa dianggap sebagai bentuk kepedulian yang kurang pantas?
Stiker WhatsApp dan Pergeseran Cara Berkomunikasi
Bahasa digital mempercepat munculnya bentuk-bentuk simbol baru yang tidak selalu memiliki aturan baku. Artinya, makna tidak lagi sepenuhnya ditentukan oleh bentuk pesan itu sendiri, tetapi juga oleh cara orang membacanya dalam konteks tertentu.
Penggunaan stiker sebenarnya adalah bagian dari evolusi komunikasi digital. Kita sekarang tidak hanya mengandalkan teks, tapi juga gambar kecil untuk mewakili perasaan.
Stiker di WhatsApp sudah jadi bagian dari bahasa digital yang umum dipakai untuk bercanda, menyapa, bahkan mengekspresikan emosi yang kadang sulit diungkapkan dengan kata.
Stiker dianggap lebih cepat, praktis, dan sering kali sudah cukup untuk menyampaikan maksud tanpa perlu mengetik panjang. Keberadaan stiker ini sangat membantu, terutama di percakapan ringan.
Namun, lain hal jika kita berada dalam situasi duka. Di sini, tidak semua orang merasa stiker mampu mewakili empati secara utuh.
Meski begitu, menurut saya, kita juga tidak bisa langsung menganggap penggunaan stiker sebagai sesuatu yang tidak sopan secara mutlak karena setiap orang punya cara berbeda dalam menunjukkan kepedulian.
Antara Niat, Kebiasaan, dan Persepsi Penerima
Perdebatan soal pantas atau tidaknya penggunaan stiker belasungkawa sebenarnya kembali pada niat pengirim. Dalam banyak situasi, orang yang mengirim stiker tetap memiliki niat baik untuk menunjukkan rasa duka dan kepeduliannya. Tidak semua orang punya waktu atau kemampuan merangkai kata yang tepat, apalagi di grup WhatsApp yang menuntut respons cepat.
Mengirimkan stiker bisa dianggap sebagai bentuk perhatian sederhana, terutama di grup besar atau situasi ketika seseorang tidak terlalu dekat dengan keluarga yang berduka.
Namun, tidak bisa dimungkiri bahwa persepsi penerima juga sangat berpengaruh. Orang yang sedang berduka biasanya berada dalam kondisi emosional yang sensitif.
Sebagian orang menganggap ucapan belasungkawa itu bukan soal panjang atau pendeknya teks, tapi soal niat.
Di sinilah letak perbedaan cara pandang, bahwa niat baik tidak selalu diterima dengan cara yang sama.
Perlukah Kita Mengatur Cara Berduka di Dunia Digital?
Menurut saya, tidak ada aturan baku yang benar-benar bisa mengatur bagaimana seseorang harus menyampaikan belasungkawa di WhatsApp.
Dunia digital sudah mengubah banyak hal, termasuk cara kita menunjukkan kepedulian kepada orang lain. Tapi di sisi lain, kita juga perlu sadar bahwa setiap orang bisa merasakan dan menilai bentuk kepedulian itu dengan cara yang berbeda.
Standar kesopanan dalam komunikasi pun tidak selalu bersifat tetap. Sesuatu yang di satu waktu atau lingkungan dianggap kurang tepat, bisa saja di tempat lain dianggap biasa saja, tergantung bagaimana komunitas tersebut membentuk kebiasaan berinteraksi.
Mungkin kita perlu lebih peka dengan situasi dan siapa yang menerima pesan tersebut. Kalau merasa ragu, menambahkan sedikit kata tulus di samping stiker bisa jadi cara sederhana yang lebih aman dan tetap menghargai kondisi.
Baca Juga
-
Ironi Kelas Pekerja Indonesia: Hidup Mode Survival Meski Kerja Full Time
-
Kacamata Kuda Pejabat Negara: Berhenti Menjadikan Warga Desa sebagai Simbol Kemunduran
-
Di Balik Kesuksesan Drama Korea: Standar Ganda yang Terus Berulang
-
Delightfully Deceitful: Thriller Penuh Tipuan dengan Plot Twist Memuaskan
-
Politik Selebritas: Ketika Pejabat Dipuja Layaknya Artis Idola
Artikel Terkait
-
WhatsApp Ubah Cara Tampilkan Status Online, Kini Pakai Fitur Titik Hijau
-
Fitur Username WhatsApp: Inovasi atau Sekadar Gimmick?
-
Cara Membuat Username WhatsApp, Bisa Chat Tanpa Nomor HP
-
WhatsApp Segera Luncurkan Username, Pengguna Tak Lagi Perlu Bagikan Nomor Telepon
-
30 Ucapan Hari Keluarga Nasional 2026 yang Bisa Kamu Bagikan di WhatsApp
Kolom
-
Perang Anglo-Saxon vs Viking: Ujian Mental Juara Inggris Era Tuchel
-
Mengukur Etika dari Kursi Kekuasaan: Siapa yang Sebenarnya Wajib Beretika?
-
Ramai Hotel, Lalu Apa Hubungannya dengan Nasib 280 Juta Penduduk?
-
Spanyol Dominan, Portugal Mengandalkan Ronaldo: Siapa yang Bakal Menang?
-
Bystander Effect: Saat Privasi Menjadi Alasan Kita Membiarkan Kejahatan Terjadi di Depan Mata
Terkini
-
Spanyol Singkirkan Portugal di Babak 16 Besar, Ronaldo Tak Kuasa Menangis
-
Che Cupumanik Rilis Single 'Luka Kolektif' Bersamaan dengan Buku 'Luka Kolektif Manusia Digital'
-
Piala Dunia 2026: Kepulangan Portugal dan Legacy Ronaldo yang Butuh Puluhan Tahun untuk Menyamai
-
Review Film Boss, Kisah Lucu Tiga Anggota Gangster yang Menolak Menjadi Bos
-
Rumor Justin Bieber Tampil di Final Piala Dunia 2026 Menguat, Momen Baik?